pengaruh N-acetylcystein terhadap kadar hs-CRP, albumin dan hemoglobin pada pasien penyakitginjal konik-hemodialisa-malnutrisi

ADHYAKSARI, APRILIANA (2017) pengaruh N-acetylcystein terhadap kadar hs-CRP, albumin dan hemoglobin pada pasien penyakitginjal konik-hemodialisa-malnutrisi. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Presentation
Download (2186Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Latar belakang : Pasien dengan penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisa mempunyai risiko 10-30 kali lebih besar terjadi kematian karena penyakit kardiovaskuler. Inflamasi dan stres oksidatif merupakan faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskuler pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Pasien hemodialisis kronis akan mengalami peningkatan kadar hs-CRP yang diketahui merupakan marker inflamasi yang dapat memprediksi cardiovascular event pada beberapa penelitian. Anemia merupakan manifestasi klinis awal yang kerap didapatkan dalam proses perjalanan penyakit ginjal, dan akan memburuk dengan semakin menurunnya fungsi ginjal. Terjadinya anemia pada penyakit ginjal kronis kerap dihubungkan dengan derajat inflamasi. Tingginya derajat inflamasi juga diketahui dapat menyebabkan timbulnya malnutrition-inflammation complex syndrome (MICS) yang pada akhirnya dapat menimbulkan anemia refrakter. Pemberian N-Acetylcysteine (NAC) oral dapat digunakan sebagai strategi untuk menurunkan proses inflamasi yaitu disfungsi endotel dan stress oksidatif pada pasien hemodialisis sehingga dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas karena penyakit kardiovaskuler, malnutrisi dan anemia. Tujuan penelitian : Mengetahui pengaruh pemberian N-Acetylcysteine oral terhadap penurunan kadar hs-CRP, peningkatan albumin, dan peningkatan hemoglobin pada pasien hemodialisis kronis-undernutrisi. Metode : Penelitian eksperimen dengan Randomized Double Blind Controlled Trial yang dilakukan selama periode Januari sampai Maret 2017 di unit hemodialisis RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Subjek penelitian ini adalah pasien dengan penyakit ginjal kronis-malnutrisi yang menjalani hemodialisis dan menderita anemia sebagai komplikasi PGK, yang telah diterapi dengan pemberian eritropoietin. Sebanyak 30 subjek yang memenuhi kriteria inklusi direkrut sebagai sampel. Sampel dirandomisasi menjadi dua kelompok, 15 subjek kelompok intervensi yang mendapatkan NAC 3 x 200 mg per hari dan 15 subjek kelompok kontrol yang menerima placebo 3x1 per hari selama satu bulan (30 hari). Seluruh subjek dapat menyelesaikan penelitian. hs-CRP, albumin dan hemoglobin diukur dalam dua interval waktu, sebelum (baseline) dan setelah bulan pertama (post 1). Analisis statistik menggunakan SPSS 23 for windows. Karakteristik penelitian yang berupa variabel kualitatif, uji homogenitas dilakukan menggunakan uji Chi Square. Uji beda dua rerata menggunakan uji parametrik (uji t) jika data variabel berdistribusi normal atau uji non parametrik (Mann-Whitney / Wilcoxon Signed Rank Test) jika data variabel berdistribusi tidak normal, signifikan bila p<0,05. Hasil : Perlakuan dengan NAC oral selama 30 hari tidak memberikan perbedaan dibanding dengan plasebo. Analisis statistik dengan Mann Whitney menunjukkan bahwa tidak ada penurunan kadar hs-CRP yang signifikan diantara kedua kelompok dengan p value delta-hs-CRP kelompok NAC dibanding kelompok plasebo (p=0.034). Hasil signifikan ini disebabkan karena pada kelompok kontrol hs-CRP cenderung meningkat setelah perlakuan sementara pada kelompok perlakuan mengalami penurunan sehingga perbedaan delta-hs-CRP itu meyakinkan. Demikian juga dengan kadar hemoglobin, dalam penelitian ini tidak didapatkan hasil yang signifikan diantara kedua kelompok dengan p value delta-Hb baseline kelompok NAC dibanding kelompok plasebo (p=0.081). Pada kadar albumin didapatkan peningkatan kadar albumin yang signifikan diantara kedua kelompok dengan p value delta-albumin kelompok NAC dibanding kelompok plasebo (p=0.001). Kesimpulan : Pemberian N-Acetylcysteine oral cenderung dapat menurunkan kadar hs-CRP, walaupun secara statistik tidak bermakna. Dan pemberian N-Acetylcysteine oral tidak dapat meningkatkan kadar hemoglobin, namun dapat meningkatkan kadar albumin pada pasien penyakit ginjal kronis-hemodialisa-undernutrisi. Kata kunci : N-Acetylcysteine, hs-CRP, albumin, hemoglobin, malnutrisi, undernutrisi, penyakit ginjal kronis, hemodialisis.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 07 Jun 2017 20:00
    Last Modified: 07 Jun 2017 20:00
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33958

    Actions (login required)

    View Item