Collaborative Governance dalam Program Pengembangan Klaster Sapi Potong di Kabupaten Tuban

S, APRILIA NURLAILY S (2017) Collaborative Governance dalam Program Pengembangan Klaster Sapi Potong di Kabupaten Tuban. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (68Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Aprilia Nurlaily Sudarsono. D0113008. Collaborative Governance dalam Program Pengembangan Klaster Sapi Potong di Kabupaten Tuban, Skripsi, Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2017. Kabupaten Tuban berdasarkan data Sensus Pertanian tahun 2013 menunjukkan adanya penurunan jumlah populasi sapi. Oleh karena itu Kabupaten Tuban memiliki inisiatif untuk meningkatkan kembali jumlah populasi sapi potong melalui program pengembangan Klaster sapi Potong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kolaborasi yang dibangun antar stakeholder melalui peran-peranya dan efektivitas kolaborasi serta mengetahui faktor-faktor penghambat kolaborasi dalam Program Pengembangan Klaster Sapi Potong di Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan jenis penelitain kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui hasil wawancara mendalam, obsevasi, dan telah dokumen. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Validitas data menggunakan triangulasi data, teknik analisis menggunakan analisis interaktif. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tuban dan stakeholder yang diteliti yaitu Pemerintah Kabupaten Tuban khususnya Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas pertanian, Kantor Pertanahan kabupaten Tuban, PT. Holcim Indonesia Tbk. Pabrik Tuban serta Tim KKMB Bank Indonesia Wilayah IV Jawa Timur dan Koperasi Wahyu Mitra Utama beserta kelompok ternak Bumi Peternakan Wahyu Utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi dalam Program Pengembangan Klaster Sapi Potong di Kabupaten Tuban sudah menunjukkan unsur governance dan kolaborasi yang berjalan bersifat formal yang ditandai dengan adanya MoU dan Surat Keterangan Bupati Tuban tentang Tim Koordinasi Pengembangan Klaster Sapi Potong. Komitmen dan kerja masing-masing stakeholder memang sudah terlihat hasilnya namun masih ada kekurangan. Faktor penghambat yang muncul dalam kolaborasi ini adalah mininya anggaran dari APBD, kurangnya komitmen dari sebagian peternak, dan belum ada regulasi tentang jaminan pasar yang jelas sehingga mata rantai tata niaga sapi potong semakin panjang. Kesimpulan penelitian ini adalah kolaborasi yang dibangun sudah efektif meskipun masih ada sedikit hambatan, maka diperlukan evaluasi dan pembenahan yaitu melakukan workshop atau training tentang penguatan kelembagaan yang berisikan motivasi kepada para peternak, diperlukan peraturan dalam bentuk Peraturan daerah tentang tata niaga sapi potong, memperluas kolaborasi melalui partnership dengan sektor swasta Kata Kunci : Collaborative Governance, Klaster Sapi Potong, stakeholder

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
    S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Negara
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 07 Jun 2017 19:58
    Last Modified: 07 Jun 2017 19:58
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33957

    Actions (login required)

    View Item