Sekolah Tinggi Astronomi dan Kedirgantaraan dengan Penerapan Arsitektur Berkelanjutan di Yogyakarta

ARINI, TIARA (2017) Sekolah Tinggi Astronomi dan Kedirgantaraan dengan Penerapan Arsitektur Berkelanjutan di Yogyakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (385Kb)

    Abstract

    Astronomi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari objek ruang angkasa dan fenomena-fenomena yang melibatkan pengamatan serta penjelasan kejadian yang terjadi di luar bumi dan atmosfer. Letak Indonesia yang berada di ekuator memungkinkan gugusan bintang di langit Utara dan Selatan dapat terobservasi. Di Asia Pasifik, astronomi Indonesia juga semakin berkembang dan diminati banyak peneliti dari luar negeri. Astronomi juga berhubungan dengan teknik kedirgantaraan. Teknik kedirgantaraan mempelajari perancangan pesawat terbang. PT Dirgantara Indonesia juga merupakan perusahaan pesawat terbang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara. Akan tetapi, potensi-potensi tersebut mengalami hambatan karena di Indonesia, pendidikan formal astronomi hanya ada di Institut Teknologi Bandung (ITB). Sarana dan prasarana untuk mempelajari astronomi masih terpusat di Pulau Jawa. Yogyakarta merupakan Kota Pelajar dimana dinamika pendidikan dan pariwisata cukup kuat sehingga memungkinkan untuk dihadirkan sebuah Sekolah Tinggi Astronomi dan Kedirgantaraan, di Kabupaten Gunungkidul. Gunungkidul memiliki kondisi ekologi yang masih hijau dan jauh dari kata “metropolitan” sehingga memudahkan dalam pengamatan astronomi. Dari lokasi tersebut, Arsitektur Berkelanjutan menjadi sebuah pendekatan yang menggabungkan aspek efisiensi, konservasi, dan durabilitas yang dapat diterapkan pada bangunan serta lingkungan. Efisiensi dalam penggunaan energi, terutama dalam pemanfaatan sinar matahari dan arah angin, serta efisiensi penggunaan lahan, yaitu menggunakan lahan, tidak semua lahan ditutup dengan bangunan sehingga dapat menyediakan lahan terbuka hijau. Pada aspek konservasi berhubungan erat dengan pembangunan berkelanjutan, terutama pada pemanfaatan sumber daya alam. Konservasi menjaga SDA tetap berada pada titik berkelanjutan. Durabilitas merupakan ketahanan dari sebuah bangunan dan lingkungan perancangan. Maka, bagaimana membuat bangunan bisa bertahan lama karena ancaman di sekitar lingkungan yang diminimalisasi. Diawali dari perencanaan tapak, yaitu menggunakan lahan yang tidak membahayakan bagi bangunan dan masyarakat sekitar. Kata Kunci: arsitektur berkelanjutan, astronomi, dirgantara, Gunungkidul, pendidikan, sekolah tinggi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    T Technology > TH Building construction
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Arsitektur
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 07 Jun 2017 19:11
    Last Modified: 07 Jun 2017 19:11
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33946

    Actions (login required)

    View Item