Faktor Penyebab Sertifikat Ganda/Overlapping Di Kantor Pertanahan Kabupaten Sukoharjo

PUTRI, LISA NURITA (2017) Faktor Penyebab Sertifikat Ganda/Overlapping Di Kantor Pertanahan Kabupaten Sukoharjo. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (879Kb)

    Abstract

    Lisa Nurita Putri. S351502019. FAKTOR PENYEBAB SERTIPIKAT GANDA/OVERLAPPING DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN SUKOHARJO. 2017. Program Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sertipikat hak atas tanah adalah tanda bukti yang terdiri dari salinan buku tanah dan surat ukur dan dijilid menjadi satu yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional. Sertipikat hak atas tanah merupakan alat bukti kepemilikan hak atas tanah yang kuat bagi pemegang hak atas tanahnya. Sertipikat ganda adalah satu bidang tanah yang diuraikan dalam dua sertipikat tanah atau lebih yang berlainan datanya. Sertipikat ganda membawa dampak ketidakpastian hukum, sehingga tidak jarang terjadi sengketa diantara para pihak bahkan sampai ke Pengadilan. Salah satu contoh yaitu kasus tumpang tindih sertipikat hak atas tanah yang diselesaikan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara antara sertipikat Hak Guna Bangunan No.80 dengan 3 (tiga) sertipikat tanah, yaitu sertipikat Hak Milik No.831, Hak Milik No.2388, dan Hak Milik No.2389 yang terjadi di Desa Pondok, Grogol, Sukoharjo, yang telah dilakukan dua kali penerbitan sertipikat hak atas tanah oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Sukoharjo. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab sertipikat ganda di Kantor Pertanahan Kabupaten Sukoharjo, dan untuk mengetahui bentuk pertangggungjawaban Kantor Pertanahan Kabupaten Sukoharjo terhadap timbulnya penerbitan sertipikat ganda. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris. Ciri utama penelitian hukum yuridis empiris adalah adanya kontradiksi, sehingga berakibat kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan keadaan yang sebenarnya, yaitu kesenjangan antara teori dengan fakta hukum. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sertipikat ganda yang terjadi karena adanya tumpang tindih sertipikat hak atas tanah antara sertipikat Hak Guna Bangunan No.80 dengan 3 (tiga) sertipikat tanah yaitu sertipikat Hak Milik No.831, Hak Milik No.2388, dan Hak Milik No.2389 disebabkan karena adanya peta pendaftaran yang belum lengkap/belum terbentuk, Faktor manusianya yang disebabkan karena human error yaitu ketidakcermatan dan ketidaktelitian Kantor Pertanahan Kabupaten Sukoharjo dalam memeriksa data fisik dan data yuridis akan tanah tersebut, adanya administrasi yang tidak benar dari Aparat Kepala Desa/Kantor kelurahan. Bentuk tanggungjawab Kantor Pertanahan Kabupaten Sukoharjo terhadap timbulnya penerbitan sertipikat ganda adalah dengan melaksanakan putusan Pengadilan atas pembatalan sertipikat hak atas tanah yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2016 tentang Penyelesaian Kasus Pertanahan.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 05 Jun 2017 13:24
    Last Modified: 05 Jun 2017 13:24
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33915

    Actions (login required)

    View Item