TENGOK BUSTAMAN: MEMPERTAHANKAN KAMPUNG BUSTAMAN DARI WAKTU KE WAKTU DI KOTA SEMARANG

P, ZSA ZSA WULAN (2017) TENGOK BUSTAMAN: MEMPERTAHANKAN KAMPUNG BUSTAMAN DARI WAKTU KE WAKTU DI KOTA SEMARANG. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (967Kb)

    Abstract

    Zsa Zsa Wulan Permatasari. D0312083. 2016. “Tengok Bustaman: Mempertahankan Kampung Bustaman Dari Waktu ke Waktu di Kota Semarang”. Skripsi. Pembimbing: Akhmad Ramdhon, S.Sos.,M.A. Program Studi Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Sebelas Maret. Kota merupakan tempat bagi masyarakat tinggal, tumbuh, berkembang, dan melangsungkan kehidupan di dalamnya. Kota pada awalnya adalah sebuah kampung yang mengalami perubahan terus menerus mengikuti perkembangan zaman sehingga menjadi kota, setelah itu kota akan terus tumbuh dan berkembang. Kota dianggap sebagai sarana bagi manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tempat tinggal, lapangan pekerjaan, bahkan kehidupan sosial yang lebih baik. Saat ini, kota memang dianggap sebagai tempat dengan kemajuan yang lebih pesat dibandingkan kampung. Lebih banyak masyarakat yang berpindah dari desa ke kota dibandingkan kota ke desa. Hal itu disebabkan oleh warga desa atau kampung yang ingin mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan lebih baik dari kehidupan di kampung tempat mereka tinggal. Setiap kota tentunya memiliki identitas dan sejarah yang berbeda. Kampung Bustaman menjadi salah satu kampung yang harus dipertahankan identitas kampungnya di tengah maraknya pembangunan kota di Semarang. Dalam pengumpulan data, dilakukan magang di sebuah komunitas, observasi dan wawancara mendalam terhadap warga Bustaman serta dokumentasi berupa foto lama dan foto terbaru untuk mengetahui sejarah yang terdapat di dalamnya. Metode penelitian grounded dirasa mampu menggali informasi lebih dalam tentang kampung Bustaman dari sebelum hingga setelah adanya festival. Teknik pengambilan sampel snowball merupakan teknik yang digunakan untuk memilih informan yang tepat dengan penelitian. Kampung dengan warga sebanyak 325 jiwa dengan luas rumah 4 hingga 5 meter bisa dihuni lebih dari dua Kepala Keluarga. Kampung yang terletak di Jln. MT Haryono, berusaha mempertahankan wilayahnya dengan membuat festival yang rutin dilaksanakan selama dua tahun sekali yang dibantu komunitas seperti Tengok Bustaman sejak tahun 2013 dan akan segera diselenggarakan pada tahun 2017 mendatang. Warga Bustaman juga mengajak masyarakat Semarang untuk ikut merasakan budaya di dalamnya yaitu Gebyuran Bustaman serta identitas kampung Bustaman yang terkenal dengan olahan kambing. Tentunya Bustaman mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu baik perubahan fisik ataupun mental warga. Secara fisik, bangunan-bangunan sudah mengikuti perkembangan zaman sehingga bangunan asli dari MCK yang merupakan peninggalan Belanda sudah berubah menjadi lebih nyaman digunakan. Namun secara mental, warga Bustaman mengalami penurunan dikarenakan kurangnya kesadaran dalam mengelola kampung. Kata kunci: Kampung, perubahan, identitas kampung.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 31 May 2017 04:36
    Last Modified: 31 May 2017 04:36
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33880

    Actions (login required)

    View Item