PRAKTIK PERDUKUNAN DALAM CERBUNG CALON LURAH KARYA A. SARDI (Suatu Tinjauan Sosiologi Sastra)

SARASWATI, MERITHA (2017) PRAKTIK PERDUKUNAN DALAM CERBUNG CALON LURAH KARYA A. SARDI (Suatu Tinjauan Sosiologi Sastra). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (235Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Meritha Saraswati, C0112037, 2017, PRAKTIK PERDUKUNAN DALAM CERBUNG CALON LURAH KARYA A. SARDI (Sebuah Tinjauan Sosiologi Sastra), “Skripsi: Jurusan Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta”. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan keterkaitan antar unsur struktur cerbung Calon Lurah karya A. Sardi berdasarkan tema, sudut pandang, penokohan, latar, alur, dan amanat menurut Burhan Nurgiyantoro; (2) Mendeskripsikan bentuk-bentuk praktik perdukunan dalam cerbung Calon Lurah karya A. Sardi; dan (3) Mendeskripsikan respon masyarakat yang dilukiskan dalam cerbung Calon Lurah karya A. Sardi yang masih mempertahankan praktik perdukunan. Keterkaitan antar struktur cerbung Calon Lurah dianalisis menggunakan teori Nurgiyantoro. Tinjauan sosiologi sastra dalam cerbung Calon Lurah dianalisis menggunakan teori Wellek dan Warren, meliputi sosiologi pengarang, sosiologi karya sastra, dan sosiologi pembaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data dan data dalam penelitian ini cerbung karya A. Sardi yang berjudul Calon Lurah yang dimuat dalam majalah Djaka Lodang pada edisi 38, Sabtu ke-III 20 Februari 2016 sampai dengan edisi 48, Sabtu ke-IV 23 April 2016 sebanyak 11 episode dan A. Sardi sebagai pengarang. Teknik pengumpulan data menggunakan content analysis/ analisis isi serta teknik wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, struktur cerbung Calon Lurah menunjukan adanya hubungan yang erat dan saling berkaitan secara utuh antara unsur satu dengan yang lainnya. Meliputi: 1. Tema, keberanian mencalon lurah karena bujukan. 2. Sudut pandang, metode diaan. 3. Penokohan, tokoh utama adalah Purwo, tokoh tambahan: Narti, Mbah Dipo, Pak RT, dan Pak Sugeng. Tokoh protagonis dan antagonis, Pak Padmo dan Pak Broto. Tokoh sederhana, ibunya Purwo. 4. Latar, tempat lebih banyak digunakan. 5. Alur, alur maju atau lurus, 6. Amanat, orang yang mencalonkan lurah harus punya modal, dalam berkompetisi harus dilakukan secara sehat. Bentuk-bentuk praktik perdukunan, dilakukan tokoh Mbah Dipo, memberikan persyaratan untuk menyiapkan satu ayam jenis cemani warna hitam, disembelih, kepalanya dikubur di depan rumah. Menyiapkan lima lembar daun sirih yang pangkal ruasnya bertemu. Melakukan ritual tidur di bawah talang air rumahnya dengan beralaskan daun pisang raja dan kepalanya beralaskan lima lembar daun sirih. Respon masyarakat yang masih mempertahankan praktik perdukunan, senantiasa mendewakan yang berbau klenik, lebih percaya dengan dukun daripada percaya dengan Tuhan. Kata kunci: Praktik Perdukunan, Cerbung Calon Lurah, Sosiologi Sastra

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Daerah
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 29 May 2017 14:04
    Last Modified: 29 May 2017 14:04
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33844

    Actions (login required)

    View Item