Kesantunan Tindak Tutur Direktif dalam Talk Show Satu Jam Lebih Dekat di TV One

SYAH, NUR AINI (2017) Kesantunan Tindak Tutur Direktif dalam Talk Show Satu Jam Lebih Dekat di TV One. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1095Kb)

    Abstract

    Nur Aini Syah. S111508015. 2017. Kesantunan Tindak Tutur Direktif dalam Talk Show Satu Jam Lebih Dekat di TV One (Tinjauan Pragmatik). Pembimbing: (1) Prof. Dr. Djatmika, M.A. (2) Prof. Dr. Sumarlam, M.S. Tesis. Pascasarjana Program Magister Linguistik, Minat Utama Linguistik Deskriptif. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Penelitian ini membahas tentang kesantunan tindak tutur direktif dalam Talk Show Satu Jam Lebih Dekat di TV One. Tujuan penelitian ini meliputi tiga hal: (1) memaparkan jenis-jenis subtindak tutur direktif yang digunakan dalam talk show SJLD; (2) memaparkan prinsip dan strategi kesantunan tindak tutur direktif yang digunakan dalam talk show SJLD; (3) memaparkan kesantunan tindak tutur direktif dalam mendukung keefektifan talk show. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan sasaran sebuah kasus pemakaian bahasa (studi kasus) dan bersifat deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik. Pendekatan ini digunakan untuk menjawab permasalahan dan menginterpretasikan maksud dari tuturan yang dituturkan. Sumber data dari penelitian ini berupa data lisan, yakni lima episode talk show Satu Jam Lebih Dekat di TV one. Peneliti memperoleh data penelitian dengan cara mengunduh di situs www.youtube.com. Teknik pengambilan sampel memakai purposive sampling. Metode pengumpulan data memakai metode simak yang diikuti secara berurutan teknik-teknik dasar berupa teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Metode analisis yang dipakai adalah metode kontekstual, yakni analisis yang mendasarkan, memperhitungkan, dan mengaitkan bahasa dengan identitas-identitas konteks penggunaanya. Validitas data memakai teknik trianggulasi. Temuan penelitian ini mencakup tiga hal. Pertama, ditemukan sebanyak empat belas sub-TTD dalam Talk Show Satu Jam Lebih Dekat. Ke-empat belas sub-TTD itu adalah sebagai berikut: (1) sub-TTD mempersilakan, (2) sub-TTD meminta, (3) sub-TTD bertanya, (4) sub-TTD memerintah, (5) sub-TTD mengajak, (6) sub-TTD melarang, (7) sub-TTD meyakinkan, (8) sub-TTD mengharuskan, (9) sub-TTD menunjukkan, (10) sub-TTD mengharapkan, (11) sub-TTD menginginkan, (12) sub-TTD memperingatkan, (13) sub-TTD menasehati, dan (14) sub-TTD memohon. Sub-TTD yang paling dominan adalah sub-TTD bertanya. Kedua, ditemukan enam prinsip kesantunan dalam talk show SJLD yaitu: (1) maksim kearifan, (2) maksim kedermawanan, (3) maksim pujian, (4) maksim kerendahan hati, (5) maksim kesepakatan dan (6) maksim kesimpatisan. Maksim kearifan adalah maksim yang paling dominan dalam talk show SJLD ini. Skala kesantunan yang ditemukan dalam Talk show SJLD ini sebanyak lima skala kesantunan. Ke-lima skala kesantunan itu yaitu (1) skala untung rugi, (2) skala kemanasukaan, (3) skala ketaklangsungan, (4) skala keotoritasan, dan (5) skala jarak sosial. Skala kesantunan yang dominan adalah skala untung rugi. Strategi yang digunakan dalam talk show SJLD sebanyak enam belas strategi kesantunan yaitu (1) strategi langsung, (2) Kesantunan Positif- memerhatikan kesukaan, keinginan dan kebutuhan mitra tutur, (3) Kesantunan Positif- menguatkan minat mitra tutur, (4) Kesantunan positif- menggunakan penanda identitas kelompok, (5) Kesantunan positif-mencari persetujuan, (6) Kesantunan positif-menghindari ketidaksetujuan, (7) Kesantunan positif- mengerti akan keinginan mitra tutur, (8) Kesantunan positif- melibatkan mitra tutur dalam aktifitas,(9) Kesantunan positif-memberikan pertanyaan/meminta alasan, (10) Kesantunan positif- memberikan penghargaan, (11) Kesantunan negatif ujaran tak langsung (12) Kesantunan negatif kalimat berpagar, (13) Kesantunan negatif- menunjukkan penghormatan, (14) Kesantunan negatif- impersonalisasi pembicara dan mitra tutur, (15) Tidak langsung-memberi isyarat, dan (16) Tidak langsung-petunjuk. Strategi kesantunan yang paling dominan adalah Kesantunan positif-mencari persetujuan. Ketiga, kesantunan tindak tutur direktif mendukung keefektifan talk show karena faktor-faktor yang mempengaruhi adalah sebagai berikut: sub-TTD, mempersilakan, meminta, bertanya, memerintah, mengajak, melarang, meyakinkan, mengharuskan, menunjukkan, memberikan, mengharapkan, menginginkan, memperingatkan, menasehati, memohon, dan mengizinkan. Faktor yang lain, pemakaian enam prinsip kesantunan, dengan maksim-maksim, yaitu maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan dan maksim kesimpatisan, faktor yang lain adalah pemakaian lima skala kesantunan yaitu skala untung rugi, skala kemanasukaan, skala ketaklangsungan, skala keotoritasan, dan skala jarak sosial. Faktor yang lainnya adalah pemakaian keenam belas strategi kesantunan yang akan meminimalkan ancaman untuk menjaga muka. Pemakaian sub-TTD, prinsip kesantunan, skala kesantunan serta strategi kesantunan yang digunakan dalam talk show SJLD mendukung keefektifan komunikasi talk show dari segi penerima/pemakai, isi, ketepatan waktu, media, format, sumber, efek kognitif, afektif dan efek konatif. Simpulan dari penelitian ini adalah ditemukan 928 data, dengan empat belas sub-TTD, enam maksim kesantunan, lima skala kesantunan dan enam belas strategi kesantunan. Kesantunan tindak tutur direktif mampu mendukung keefektifan talk show dengan cara penggunaan empat belas sub-TTD, enam maksim kesantunan, lima skala kesantunan dan enam belas strategi kesantunan tersebut. Adapun saran dari penelitian ini adalah untuk lebih memperhatikan dan mempertimbangkan tuturan yang akan disampaikan kepada mitra tutur. Tuturan yang santun mengakibatkan komunikasi berjalan sesuai dengan rencana yang diharapkan tanpa ada ketersinggungan antar penutur dalam suatu tuturan. Sebagai narasumber dan mistery guest disarankan untuk senantiasa bertutur santun agar mitra tutur atau audience merasa lebih nyaman dan dihargai. Sebagai pembawa acara disarankan untuk lebih selektif dalam menggunakan pilihan kata atau diksi yang tepat dan santun dalam bertutur sehingga dapat berlangsung sesuai dengan skenario yang telah dirancang sebelumnya. Sebagai masyarakat untuk lebih memperhatikan tentang kesantunan dalam suatu tuturan, dan untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk lebih mendalami lagi mengenai kesantunan berbahasa dan juga perkembangan tindak tutur bahasa. ABSTRACT Nur Aini Syah. S111508015. (2017). The Politeness of Directive Speech Acts in Satu Jam Lebih Dekat Talk Show on TV One (Pragmatic Approach). Supervisors: (1) Prof. Dr. Djatmika, M.A. (2) Prof. Dr. Sumarlam, M.S. Thesis. Post Graduate Program in Linguistics, Majoring in Descriptive Linguistics. Sebelas Maret University. Surakarta. This research discusses the politeness of directive speech acts in Satu Jam Lebih Dekat talk show on TV One. The objectives of the research are: (1) to explain the type of directive speech acts used in the talk show Satu Jam Lebih Dekat on TV One; (2) to explain principle and politeness strategies of directive speech acts used in the talk show Satu Jam Lebih Dekat on TV One; and (3) to explain the politeness of directive speech acts supporting their contributions to the effectiveness of the talk show. This research is a descriptive qualitative research which focuses on a case of language use. This research uses pragmatic approach to solve the problem and to interpret meanings of the utterances. The data sources for the study are five episodes of Satu Jam Lebih Dekat Talk Show on TV One. The data were taken from the www.youtube.com. The technique of data sampling in this research is purposive sampling. The method of data collection uses scrutinized method. The method of data analysis is the contextual method, which determines, estimates, and relates to the contextual use. The data validation in this research used triangulation technique. There are three findings of this research. First, there are fourteen sub-types of directive speech acts in Satu Jam Lebih Dekat talk show, (1) sub-directive speech act to please, (2) sub-directive speech act to request, (3) sub-directive speech act to ask, (4) sub-directive speech act to order, (5) sub-directive speech act to invite, (6) sub-directive speech act to forbid, (7) sub-directive speech act to convince, (8) sub-directive speech act to obligate, (9) sub-directive speech act to show, (10) sub-directive speech act to hope, (11) sub-directive speech act to want, (12) sub-directive speech act to warn, (13) sub-directive speech act to advise, (14) sub-directive speech act to request. The most dominant use of sub-directive speech act is asking. Second, there are six maxims of the politeness principle in this talk show. They are tact maxim, generosity maxim, approbation maxim, modesty maxim, agreement maxim, sympathy maxim, cost benefit scale, optionally scale, indirectness scale, authority scale and social distance scale. Furthermore, this talk show also uses sixteen politeness strategies. They are (1) bald on record, (2) positive politeness-attend to hearer his interest, wants, needs, and goods, (3) positive politeness-intensify interest to hearer, (4) positive politeness-use in group identity markers, (5) positive politeness-seek agreement, (6) positive politeness-avoid disagreement, (7) positive politeness-assert or presuppose speaker’s knowledge and concern for hearer’s want, (8) positive politeness-include both speaker and hearer in the activity, (9) positive politeness-give or ask for reasons, (10) positive politeness-give gifts to hearer, (11) negative politeness-be conventionally indirect, (12) negative politeness-question, hedge, (13) negative politeness-give deference, (14) negative politeness-impersonalize speaker and hearer, (15) off record-give hints, (16) negative politeness-give association clues. The most dominant use of politeness strategy is positive politeness asking for an agreement. Third, the politeness of directive speech acts supports the effectiveness of talk show because of some factors which influence such as sub-directive speech act to please, to request, to ask, to order, to invite, to forbid, to convince, to obligate, to show, to give, to hope, to want, to warn, to advise, to request, and to permit. The other factors are politeness principle and politeness scale supporting this talk show such as tact maxim, generosity maxim, approbation maxim, modesty maxim, agreement maxim, sympathy maxim, cost benefit scale, optionally scale, indirectness scale, authority scale and social distance scale. The other factor is the use of some politeness strategies which minimalize face threatening act. The use of sub types of directive speech act, politeness principle, and politeness strategies supports the effectiveness of talk show from the receiver, the content, the time, media, form, source, cognitive, affective and conative effect. The conclusion of this research are there are 928 data found in this talk show with fourteen sub-types of directive speech acts, six maxims, five scales, and sixteen politeness strategies. The politeness of directive speech acts supports the effectiveness of the talk show because of those factors. This research suggests the need to pay more attention to the words delivered to the hearer especially in the words choice or proper diction and manners of saying something.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Linguistik - S2
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 10 May 2017 14:19
    Last Modified: 10 May 2017 14:19
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33818

    Actions (login required)

    View Item