STUDI TENTANG PENINJAUAN KEMBALI BERDASARKAN KEKHILAFAN HAKIM ATAU SUATU KEKELIRUAN YANG NYATA DALAM PERKARA TANAH (STUDI KASUS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR : 456 PK/Pdt/2015)

DES, TETYA DWIAMANEVA (2017) STUDI TENTANG PENINJAUAN KEMBALI BERDASARKAN KEKHILAFAN HAKIM ATAU SUATU KEKELIRUAN YANG NYATA DALAM PERKARA TANAH (STUDI KASUS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR : 456 PK/Pdt/2015). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (448Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kekhilafan hakim atau suatu kekeliruan yang nyata yang dapat digunakan sebagai dasar mengajukan permohonan upaya hukum Peninjauan Kembali. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan bahan yang digunakan adalah studi kepustakaan dan studi dokumen, kajian utama dalam penelitian ini adalah Putusan Mahkamah Agung Nomor 456 PK/Pdt/2015 dan Undang-undang Nomor 14 Tahun 1985 jo. Undang-undang Nomor 5 Tahun 2004 jo. Undang-undang Nomor 3 Tahun 2009 tentang Mahkamah Agung. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa berdasarkan norma, pendapat ahli dan putusan peninjauan kembali dengan amar mengabulkan tersebut diketahui terdapat beberapa macam bentuk-bentuk kekhilafan hakim untuk alasan pengajuan upaya hukum peninjauan kembali. Pada norma untuk dasar Pengajuan Kembali terdapat pada Undang-undang Nomor 14 Tahun 1985 jo. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 jo. Undang-undang, Nomor 3 Tahun 2009 tentang Mahkamah Agung. Menurut pendapat ahli penyebab Kekhilafan Hakim adalah hakim terlalu formalistis, hakim keliru dalam mengkonstatasi peristiwa hukum yang sebenarnya, dan hakim kurang dapat mengolah keadaan-keadaan atau hal-hal sekitar peristiwa, hakim membuat keputusan di luar kewenangan, penafsiran norma di luar cara-cara yang lazim, dan pembuatan putusan dalam pelaksanaan peradilan yang menyalahi peradilan. Pada putusan yang dikaji tidak didapatkan batasan yang tegas dan jelas mengenai batasan-batasan apa saja yang dapat dikategorikan sebagai kekhilafan hakim atau suatu kekeliruan yang nyata. Putusan yang dikaji, didapatkan beberapa bentuk alasan kekhilafan hakim atau suatu kekeliruan yang nyata yang terdapat dalam pertimbangan-pertimbangan hakim pada kedua putusan peninjauan kembali tersebut, hakim Judex Juris keliru dalam mengkonstatasi peristiwa hukum yang sebenarnya dan pada putusan Peninjauan Kembali lainnya yang amarnya diterima terdapat kekhilafan hakim hakim, Judex Juris hakim kurang dapat mengolah keadaan-keadaan atau hal-hal sekitar peristiwa. Kata Kunci : Kekhilafan Hakim, Upaya Hukum, Peninjauan Kembali.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 09 May 2017 13:41
    Last Modified: 09 May 2017 13:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33777

    Actions (login required)

    View Item