PENGARUH JUMLAH PRYDA CLAW NAILPLATE DAN PEREKAT TERHADAP KUAT LENTUR BALOK KAYU PADA SAMBUNGAN TEGAK ( BUTT JOINT )

SETYAWAN, ARIS (2010) PENGARUH JUMLAH PRYDA CLAW NAILPLATE DAN PEREKAT TERHADAP KUAT LENTUR BALOK KAYU PADA SAMBUNGAN TEGAK ( BUTT JOINT ). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF
Download (3452Kb)

    Abstract

    Indonesia merupakan negara penghasil kayu yang sangat banyak, baik jumlahnya, maupun macam jenisnya, sehingga mudah didapat, oleh karena itu, pemakaian kayu untuk konstruksi bangunan ditinjau dari segi ekonomisnya sangatlah menguntungkan. Penggunaan kayu adalah sebagai bahan utama struktur seperti pada struktur kuda kuda atau rangka rumah, jembatan,bangunan komersial, dan struktur lainnya. Kayu dipilih sebagai bahan struktur karena ringan dan memerlukan peralatanyang sederhana dalam proses pengerjaannya. Kayu merupakan material yang diperoleh secara alami dari pohon. Kayu bersifat renewable yaitu sumbernya menjamin ketersediaan sepanjang masa selama pengelola sumber daya alamnya dilakukan secara lestari. Kayu juga dapat didaur ulang secara sempurna dan 100% dapat terurai di alam. Dengan demikian kayu menjadi satu-satunya bahan sruktur saat ini yang ramah lingkungan. Penyediaan bentang kayu untuk memenuhi pembangunan saat ini membutuhkan kayu yang cukup panjang dan besar dimensinya, sedangkan panjang kayu yang tersedia di pasaran sangatlah terbatas. Masalah bentang kayu yang cukup panjang ini dapat diatasi dengan menyambung beberapa kayu menjadi satu kesatuan bentang yang utuh dan panjang sesuai dengan bentang kayu yang direncanakan sehingga masalah tersebut dapat teratasi. Pada umumnya bentang kayu yang panjang memiliki satu, dua bahkan lebih sambungan, padahal sambungan itu sendiri merupakan titik terlemah dari sambungan kayu. Oleh karena itu pemilihan macam sambungan harus sesuai dengan sifat mekanik bentang kayu yang akan digunakan. Sambungan kayu adalah dua batang kayu atau lebih yang saling disambungkan satu sama lain, sehingga menjadi satu batang kayu yang panjang. Sambungan dapat berupa batang mendatar maupun tegak lurus. Sambungan panjang mendatar umumnya digunakan untuk menyambung balok gording, balok tembok, balok bubungan dan sebagainya, sedangkan sambungan tegak lurus biasanya digunakan untuk menyambung tiang-tiang penyangga. Sambungan kayu ada beberapa macam misalnya sambungan tegak (butt joint), sambungan miring (scraf joint), sambungan jari (finger joint). Sambungan kayu pada konstruksi struktur bangunan merupakan hal penting yang harus diperhatikan,oleh karena itu dalam penelitian ini diharapkan dapat diketahui kuat lentur dari kekuatan sambungan tegak (butt joint) menggunakan plat baja claw nailplate dengan penambahan perekat menggunakan Penol Epoxy .

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Andika Setiawan
    Date Deposited: 13 Jul 2013 21:39
    Last Modified: 13 Jul 2013 21:39
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3377

    Actions (login required)

    View Item