REFORMA AGRARIA DALAM KARYA SENI GRAFIS (Analisis Semiotika Karya Seni Grafis Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi Yogyakarta dalam Menyampaikan Reforma Agraria di Indonesia)

PUSPO, LATHIF (2017) REFORMA AGRARIA DALAM KARYA SENI GRAFIS (Analisis Semiotika Karya Seni Grafis Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi Yogyakarta dalam Menyampaikan Reforma Agraria di Indonesia). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (4Mb)

    Abstract

    ABSTRAK LATHIF PUSPO, D1214046. REFORMA AGRARIA DALAM KARYA SENI GRAFIS (Analisis Semiotika Karya Seni Grafis Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi Yogyakarta dalam Menyampaikan Reforma Agraria di Indonesia). Skripsi (S-1). Program Studi Ilmu Komunikasi. FISIP. Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2017. Kondisi setelah reformasi, mendorong masyarakat terutama petani serta Konkorsium Pembaharuan Agraria, menyerukan adanya pembaharuan agraria yang dikenal dengan reforma agraria yang kemudian muncul Ketetapan MPR No. IX tahun 2001 tentang Pembaharuan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam. Masyarakat memiliki berbagai macam cara dalam menanggapi keadaan sosial-politik tersebut, seperti melakukan aksi demonstrasi, mengkritik melalui artikel, ada pula yang mengekspresikannya secara vandalisme di ruang-ruang publik, membuat festival untuk menangggapi keadaan tersebut, hingga membuat karya seni grafis seperti yang dilakukan oleh Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanda-tanda dan maknanya pada karya seni grafis Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi Yogyakarta dalam menyampaikan reforma agraria di Indonesia. Penelitian ini merupakan pengembangan dari pengamatan non partisipasi pada purposive sampling objek material berupa ilustrasi dan tipografi serta objek formal berupa makna di dalam enam karya seni grafis Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi yang mengangkat isu reforma agraria pada buku Taring Padi; Seni Membongkar Tirani. Kemudian disajikan dengan metode penelitian kualitatif menggunakan analisis semiotika komunikasi Charles S. Peirce karena penelitian ini bukan hanya meneliti makna kata semata, namun meneliti keseluruhan tanda yang dapat ditangkap oleh panca indera. Pesan dalam karya seni grafis dimaknai Peirce dengan mengklasifikasikan tanda menjadi ikon, indeks, dan simbol digunakan sebagai sebuah paradigma baik dalam pembacaan tanda, maupun penciptaan untuk melihat enam objek karya seni grafis Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi yang diaplikasikan melalui cukil kayu di atas kain & kertas, dan poster, seni grafis dijadikan sebagai sebuah fenomena, yang didalamnya terdapat tanda, pesan yang ingin disampaikan, serta aturan atau kode yang mengatur. Hasil analisis dari penelitian pada karya seni grafis Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi Yogyakarta adalah memunculkan tanda-tanda dan maknanya berupa ikon, indeks, dan simbol dalam menyampaikan reforma agraria di Indonesia seperti pekerjaan, karakter, penampilan, idealisme, keadaan petani, lahan tani, hasil tani dan kelakuan para penguasa. Realitas sosial dan pesan yang terdapat dalam karya seni grafis Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi Yogyakarta ini sebaiknya dijadikan refleksi oleh mahasiswa ilmu komunikasi dalam pembelajaran seni grafis perlu perencanaan komunikasi yang matang sebelum menciptakan sebuah karya. Kata Kunci: Semiotika, Seni Grafis, Reforma Agraria, Taring Padi Yogyalarta

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
    S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 28 Apr 2017 21:14
    Last Modified: 28 Apr 2017 21:14
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33651

    Actions (login required)

    View Item