ANALISIS YURIDIS PEMBAGIAN HARTA WARIS MELALUI WASIAT WAJIBAH BAGI AHLI WARIS BEDA AGAMA DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM WARIS ISLAM DI INDONESIA (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 16K/AG/2010)

TSABITA, KHANSA (2017) ANALISIS YURIDIS PEMBAGIAN HARTA WARIS MELALUI WASIAT WAJIBAH BAGI AHLI WARIS BEDA AGAMA DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM WARIS ISLAM DI INDONESIA (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 16K/AG/2010). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (239Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Khansa Tsabita. E 0012218. Analisis Yuridis Pembagian Harta Waris Melalui Wasiat Wajibah Bagi Ahli Waris Beda Agama Dalam Perspektif Hukum Waris Islam di Indonesia (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 16K/AG/2010). Penelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim Mahkamah Agung dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 16K/AG/2010 tentang pemberian waris bagi ahli waris beda agama melalui wasiat wajibah dan bagaimana implementasi wasiat wajibah bagi ahli waris beda agama yang dikaitkan dengan perspektif hukum waris Islam di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian hukum ini bersifat preskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber bahan hukum menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang berkaitan dengan isu hukum yang dikaji. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka baik dari media cetak maupun media elektronik (internet) serta teknik analisis yang digunakan adalah logika deduktif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan kesimpulan bahwa dasar pertimbangan hakim Mahkamah Agung pada Putusan Nomor 16K/AG/2010 dalam memberikan hak waris bagi ahli waris beda agama melalui wasiat wajibah telah menyalahi aturan mengenai wasiat wajibah yang sudah diatur dalam Kompilasi Hukum Islam. Yang mana dalam Kompilasi Hukum Islam hanya mengatur mengenai pemberian wasiat wajibah bagi anak angkat dan orang tua angkat saja. Implementasi wasiat wajibah bagi ahli waris beda agama di Indonesia dalam prakteknya selalu dianalogikan dengan waris pengganti. Oleh karena itu pemberian hak waris bagi ahli waris beda agama melalui wasiat wajibah seharusnya tidak boleh dilakukan karena perbedaan agama merupakan salah satu faktor penghalang untuk dapat menjadi ahli waris, sehingga pemberian harta waris bagi ahli waris melalui wasiat wajibah sama seperti memberikan hak waris yang mana hal tersebut dianggap sebagai hillah syar’iyyah yaitu membolehkan apa yang telah dilarang oleh syariat Islam. Kata Kunci: wasiat wajibah, ahli waris beda agama, Kompilasi Hukum Islam. ABSTRACT Khansa Tsabita. E 0012218. Analysis Juridical The Division of Inheritance Through Wajibah Testament for The Heirs in a Different Religion Based on Islamic Inheritance Law’s Perspective in Indonesia (Studies Supreme Court’s Verdict Number 16K/AG/2010). This Legal research aims to determine the basic considerations of the judge in supreme court based on verdict number 16K/AG/2010 about the analysis juridical the division of inheritance through wajibah testament for the heirs in a different religion based on Islamic inheritance law’s perspective in Indonesia. Research type in this research used normative legal research. This legal research are prescriptive. The approach that used are legislation approach and conceptual approach. Source of data used by the authors in this legal research aused primary data and secondary data which pertaining to legal issues studied. The data collection techniques that used by the author in this legal research both from print and electronic media (internet) as well as and the analysis technique that used is deductive logic. Based on the result of this research and discussion can be concluded that the basic considerations of the judge in Supreme Court based on Verdict Number 16K/AG/2010 in giving the right of inheritance for the heirs in a different religion through wajibah testament was violated the rules of wajibah testament that setted in Islamic Law Compilation. Which is in Islamic Law Compilation just setted about the provision of wajibah testament for adopted children and adoptive parents. The implementation of wajibah testament for the heirs in a different religion in Indonesia in practice always analogized with inheritance replamcement. There for giving inheritance right for the heirs in a different religion through wajibah testament should not be done because religion differences is one of the factors of barrier to become the heirs, so giving the inheritance for the heirs in different religion through wajibah testament is the same as giving inheritance rights where it is considered as hillah syar’iyyah that allowing what has been forbidden by Islamic syari’at. Keyword: wajibah testament, the heirs in different religion, Islamic Law Compilation

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HJ Public Finance
    K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 28 Apr 2017 21:07
    Last Modified: 28 Apr 2017 21:07
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33649

    Actions (login required)

    View Item