Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X MIA Pada Materi Pencemaran Lingkungan di Surakarta

MASITOH, IKHLASUN DWI (2017) Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X MIA Pada Materi Pencemaran Lingkungan di Surakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1093Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Ikhlasun Dwi Masitoh. K4310042. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X MIA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SURAKARTA. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Maret 2017. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X MIA pada materi pencemaran lingkungan di SMA A Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experimental research) dengan desain penelitian posttest only nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA SMA A Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah cluster sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan non tes. Metode tes meliputi soal uraian kemampuan berpikir kritis sedangkan metode non tes meliputi observasi dan dokumentasi. Uji hipotesis dengan menggunakan uji-t (t-test) dibantu SPSS versi 16. Hasil uji hipotesis pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis diperoleh nilai sig.< yaitu 0,013 < 0,05 dan nilai thitung>ttabel(,df) yaitu 2,563 > 1,670 sehingga H0 ditolak. Hal ini berarti perolehan rata-rata kemampuan berpikir kritis antara eksperimen kelas dan kelas kontrol berbeda nyata. Perbedaan tersebut juga didukung secara deskriptif yaitu dari nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen (81,44) lebih tinggi dari kelas kontrol (75,97). Hasil capaian aspek berpikir kritis pada kelas eksperimen yaitu interpretation 90 %, analysis 53 %, inference 76 %, explanation 95 %, evaluation 82% dan self-regulation 93 %, sedangkan pada kelas kontrol yaitu interpretation 84 %, analysis 45 %, inference 84 %, explanation 91 %, evaluation 61 % dan self-regulation 91 %. Capaian tiap aspek berpikir kritis pada kelas ekperimen lebih tinggi dari kelas kontrol pada semua aspek kemampuan berpikir kritis kecuali aspek inference. Berdasarkan hasil uji hipotesis dan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran biologi pada aspek interpretation, analysis, explanation, evaluation, dan self-regulation namun tidak signifikan pada aspek inference. Kata kunci: Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Kemampuan Berpikir Kritis ABSTRACT IkhlasunDwiMasitoh. K4310042. THE INFLUENCE OF GUIDED INQUIRY LEARNING TOWARD THE CRITICAL THINKING SKILLS OF X MIA STUDENTS ON ENVIRONMENTAL POLLUTION MATERIAL IN SURAKARTA. Thesis. Surakarta: Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University Surakarta. March 2017. The objective of this research was to find out the influence of guided inquiry learning toward the critical thinking skills of X MIA students on environmental pollution material in SMA A Surakarta. This research was a quasi experimental research with posttest only nonequivalent control group design. The population of the research is all of the X MIA students of SMA A Surakarta in the academic year of 2013/2014. The sample was selected through cluster sampling. The data were collected using test and non-test method. The test applied test method is critical thinking essay, while the applied non-test method is observation and documentation. The hypothesis testing is done by applying t-test with SPSS version 16. From the hypothesis result of the influence of guided inquiry learning toward critical thinking skill, the obtained result of the significance value is 0.013 (< 0.05) and t = 2.563 >ttable(,df) = 1.670. There is a significant difference in the mean score of critical thinking skill between experimental group and control group. The mean score of experimental group (81.44) is higher than control group (75.97). The achievement of each critical thinking skills aspects of experimental group on interpretation is 90 %, analysis is 53 %, inference is 76 %, explanation is 95 %, evaluation is 82% dan self-regulation is 93 %, while the achievement of each critical thinking skills aspects of control group on interpretation is 84 %, analysis is 45 %, inference is 84 %, explanation is 91 %, evaluation is 61 % dan self-regulation is 91 %. The achievement of each critical thinking skills aspects of experimental group is higher than control group in all of critical thinking skills aspects except inference. Based on the hypothesis testing and data analysis it can be concluded that guided inquiry learning gives significant effect toward the critical thinking skills in biology learning on interpretation, analysis, explanation, evaluation, and self-regulation aspect but not significant on inference aspect. Keywords: Guided Inquiry Learning, Critical Thinking Skills.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 25 Apr 2017 21:50
    Last Modified: 25 Apr 2017 21:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33636

    Actions (login required)

    View Item