ANALISIS KUALITATIF FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF PADA IBU PEKERJA DI WILAYAH PUSKESMAS BANGKALAN

TIYAS, DWI WAHYUNING (2017) ANALISIS KUALITATIF FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF PADA IBU PEKERJA DI WILAYAH PUSKESMAS BANGKALAN. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (89Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Dwi Wahyuning Tiyas, S021408018. Analisis Kualitatif Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif Pada Ibu Pekerja Di Wilayah Puskesmas Bangkalan. Tesis. Pembimbing I: Prof. Bhisma Murti, dr, MPH, M.Sc, Ph.D. Pembimbing II: Dono Indarto, dr, M.Biotech, St, Ph.D.Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat PascaSarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: ASI merupakan makanan utama bayi usia 0-6 bulan, selanjutnya pemberian dapat dilanjutkan hingga 2 tahun. Perilaku pemberian ASI eksklusif saat ini, belum memenuhi angka 80%. Ibu bekerja, keinginan segera kembali bekerja setelah melahirkan, jarak, fasilitas (ruang, freezer) memerah ASI sering dikaitkan dengan keberhasilan ibu memberikan ASI eksklusif. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor yang mempengaruhi pemberian air susu ibu eksklusif pada ibu pekerja. Subjek dan Metode: Jenis penelitian kualitatif fenomenologi dilakukan di wilayah Puskesmas Bangkalan, menggunakan 9 ibu pekerja sebagai informan, sumber informasi lain diperoleh dari keluarga terdekat dan tempat kerja, menggunakan format wawancara semi terstruktural, foto, data tertulis dari buku KIA sebagai alat pengumpul data. Hasil: Karakterististik 9 informan berusia 26-35 tahun, Sebagian besar berpandangan ASI eksklusif penting diberikan. Hanya sebagian kecil informan berhasil memberikan ASI saja selama 6 bulan. Lama cuti melahirkan antara 1,5-3 bulan, saat kembali bekerja ibu terburu-buru menyusui, payudara terasa membengkak, dan telat memberikan ASI. Meneteki bayi dan memompa ASI dilakukan informan agar berhasil memberikan ASI eksklusif, pompa hanya dilakukan pada salah satu payudara, tidak meneteki/menandon ASI dilakukan ibu menyusui agar saat waktu dipompa, ASI akan banyak. Tidak secara khusus ada ruang menyusui dan sarana penyimpanan ASI di tempat kerja informan. Kesimpulan: Tingginya tingkat pendidikan, pemahaman ASI eksklusif, tidak dikuti keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Frekuensi menyusui teratur, memompa ASI pada salah satu payudara, tidak meneteki/menampung ASI dirasa memperbanyak ASI pompa, waktu istirahat yang fleksibel bagi ibu menyusui ASI dan keberadaan fasilitas menyusui menjadi penentu ibu pekerja memberikan ASI eksklusif. Kata Kunci: Cuti Melahirkan, Cara Menyusui, Fasilitas Ruang menyusui, ASI Eksklusif, Ibu Pekerja.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Pasca Sarjana
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 25 Apr 2017 11:15
    Last Modified: 25 Apr 2017 11:15
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33628

    Actions (login required)

    View Item