DORMANSI DAN PERKECAMBAHAN BIJI FLAMBOYAN [Delonix Regia (HOOK) RAF.] DITINJAU DARI ASPEK ANATOMIS, FISIOLOGIS, DAN BIOKIMIAWI.

Solichatun, Solichatun (2017) DORMANSI DAN PERKECAMBAHAN BIJI FLAMBOYAN [Delonix Regia (HOOK) RAF.] DITINJAU DARI ASPEK ANATOMIS, FISIOLOGIS, DAN BIOKIMIAWI. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (81Kb)

    Abstract

    Biji memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan tumbuhan. Dormansi biji didefinisikan sebagai penghambatan perkecambahan biji viable pada kondisi lingkungan yang mendukung perkecambahan. Salah satu tumbuhan yang mengalami dormansi biji adalah flamboyan [Delonix regia (Hook) Raf.]. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh pematahan dormansi secara fisik dan hormonal dalam perkecambahan biji flamboyan; peran bagian biji dalam peristiwa dormansi dan perkecambahan biji; profil hormon endogen; serta aktivitas enzim pemecah endosperm (endo-ß-mannanase) pada biji flamboyan. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi analisis peran bagian biji, uji perkecambahan dengan perlakuan fisik dan hormon, dye tracking, blocking experiment, pengamatan anatomi biji selama proses perkecambahan, kandungan inhibitor pada biji, analisis profil hormon endogen biji, dan analisis aktivitas endo-ß-mannanase dengan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pematahan dormansi secara fisik berupa perendaman biji dalam air panas suhu 98oC selama 5 menit merupakan metode pematahan dormansi biji flamboyan yang paling baik; dan setiap bagian biji yaitu kulit, endosperm, dan embrio berperan penting dalam mengendalikan dormansi dan perkecambahan biji flamboyan. Kulit biji dan endosperm biji flamboyan memiliki struktur yang keras dan impermeable, mengandung asam absisat (ABA) serta inhibitor (asam galat dan asam tanat). Embrio juga mengandung ABA dan inhibitor. Berdasarkan dye tracking dan blocking experiment diketahui bahwa struktur water gap biji flamboyan adalah berupa lens gap. Biji flamboyan dorman memiliki kandungan ABA yang sangat tinggi baik pada kulit, endosperm maupun embrionya. Saat biji mulai berimbibisi, kandungan ABA turun secara drastis dan akumulasi giberelin (GA3) meningkat. Aktivitas endo-β-mannanase (MAN) dipengaruhi oleh perlakuan yang diberikan. Perendaman biji flamboyan dalam air panas suhu 98oC selama 5 menit meningkatkan aktivitas MAN, mulai hari ke-3 perkecambahan; sedangkan pemberian GA3 100 ppm meningkatkan aktivitas MAN, mulai hari ke-6 perkecambahan. [Kata kunci: Delonix regia, biji, dormansi, perkecambahan]

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: Q Science > QK Botany
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Doktor
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 19 Apr 2017 11:13
    Last Modified: 19 Apr 2017 11:13
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33623

    Actions (login required)

    View Item