Dilematika Konsep Diri Transgender Priawan (Studi Fenomenologi)

S, FRANCISCA DEVIA (2017) Dilematika Konsep Diri Transgender Priawan (Studi Fenomenologi). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (359Kb)

    Abstract

    DILEMATIKA KONSEP DIRI TRANSGENDER PRIAWAN (Studi Fenomenologi) Francisca Devia Sugesti G0110026 Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta Transgender adalah seseorang yang merasa jenis kelaminnya saat dilahirkan tidak sesuai dengan peran gender tradisional yang dilekatkan pada dirinya. Terdapat dua jenis transgender yaitu male-to-female (MTF) yang lebih dikenal dengan waria dan female-to-male (FTM) yang lebih dikenal dengan priawan. Keberadaan priawan di Indonesia belum banyak diketahui, masyarakat lebih mengenal perempuan lesbian dengan penampilan kelaki-lakian yang disebut dengan butchy. Pengetahuan masyarakat di Indonesia yang masih minim mengenai priawan ini seringkali menimbulkan perlakuan yang diskriminatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pembentukan konsep diri transgender priawan dan faktor apa saja yang mempengaruhi serta permasalahan apa saja yang dihadapi oleh individu transgender priawan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah individu transgender yang terlahir dengan jenis kelamin perempuan dan menghayati gendernya sebagai laki-laki (priawan/ FTM) yang telah berusia lebih dari 21 tahun. Data dalam penelitian ini diperoleh dari observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab pembentukan konsep diri transgender berbeda pada tiap-tiap subjek. Pada subjek I,faktor yang paling menonjol ialah faktor biologis yaitu masa kecil subjek yang sudah memiiki fisik dan berpenampilan seperti laki-laki. Pada subjek II, faktor yang paling menonjol ialah faktor psikologis yaitu adanya perasaan kagum yang berlebihan pada sosok ayah dan sejak kecil berperan sebagai pengganti ayahnya bagi ibu subjek, adapun pada subjek III faktor yang paling menonjol ialah faktor psikologis yaitu adanya trauma dan dendam pada sosok ayah sehingga subjek memiliki keinginan untuk menjadi laki-laki yang jauh lebih baik dari ayahnya. Ketiga subjek memiliki faktor sosial yang sama yaitu sejak kecil lebih senang bermain dan memainkan permainan anak laki-laki. Permasalahan yang umum dialami subjek yaitu hubungan yang kurang harmonis dengan keluarga, body image yang negatif, stres minoritas seksual, serta relasi sosial dengan lingkungan subjek. Kata kunci: transgender priawan, konsep diri

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
    R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Psikologi
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 15 Apr 2017 17:41
    Last Modified: 15 Apr 2017 17:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33549

    Actions (login required)

    View Item