PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN KECERDASAN EMOSIONALTERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERITA FABELPADA SISWA KELAS VIII SMP DI KABUPATEN NGAWI

SUKMONO, NUR DWI (2017) PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN KECERDASAN EMOSIONALTERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERITA FABELPADA SISWA KELAS VIII SMP DI KABUPATEN NGAWI. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1730Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Perbedaan kemampuan menulis cerita fabel antara siswa yang dikenai model pembelajaran Jigsaw dan model pembelajaran PBL; (2) Perbedaan kemampuan menulis cerita fabel antara siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi dan kecerdasan emosional rendah; (3) Interaksi antara model pembelajaran dan kecerdasan emosional terhadap kemampuan menulis cerita fabel. Penelitian ini dilaksanakan di bulan Juli 2016 s.d Januari 2017 pada siswa kelas VIII SMP Negeri di kabupaten Ngawi tahun pelajaran 2016/2017. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment. Teknik pengumpulan data menggunakan tes unjuk kerja dan angket tertutup. Uji validitas tes unjuk kerja menggunakan validitas konstruk sedang reliabilitasnya menggunakan ratings. Uji validitas angket tertutup menggunakan product moment sedangkan reliabilitas menggunakan alpha-Cronbach. Analisis data menggunakan analisis ANAVA dua jalur karena tabel faktorial menunjukkan 2 X 2. Hasil penelitian ini setelah memenuhi syarat pada uji keseimbangan, uji prasyarat dan dilakukan analisis dengan ANAVA dua jalur dilakukan uji komparasi metode Tukay diperoleh hasil sebagai berikut: pertama, hasil perhitungan uji komparasi diperoleh Qhitung = 2,946 > Qtabel = 2,89 sehingga pada kemampuan menulis cerita fabel antara siswa yang dikenai model pembelajaran Jigsaw lebih baik daripada model pembelajaran PBL. Kedua, hasil perhitungan uji komparasi diperoleh Qhitung = 3,719 > Qtabel = 2,89 sehingga pada kemampuan menulis cerita fabel antara siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi lebih baik baik daripada siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah. Ketiga, hasil perhitungan komparasi antarsel pada kolom dan baris yang sama secara berurutan diperoleh Qhitung = 5,117 > Qtabel = 2,89 dan Qhitung = 5,578 > Qtabel = 2,89 sehingga terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif dan kecerdasan emosional terhadap kemampuan menulis cerita fabel. Simpulan penelitian ini adalah (1) ada perbedaan kemampuan menulis cerita fabel antara siswa yang dikenai model pembelajaran Jigsaw dan model pembelajaran PBL; (2) ada perbedaan kemampuan menulis cerita fabel antara siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi dan kecerdasan emosional rendah; (3) ada interaksi antara model pembelajaran kooperatif dan kecerdasan emosional terhadap kemampuan menulis cerita fabel. Kata kunci: Model pembelajaran, kecerdasan emosional, kemampuan menulis cerita

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Bahasa Indonesia - S2
    Depositing User: Tities Amrihtasari
    Date Deposited: 15 Apr 2017 14:34
    Last Modified: 15 Apr 2017 14:34
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33532

    Actions (login required)

    View Item