PENDIDIKAN JASMANI SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN DIRI PADA ANAK TUNAGRAHITA (Studi Kasus pada Siswa Sekolah Luar Biasa Cacat Ganda Bina Sejahtera Kota Surakarta)

RIYADI, MUHAMAD BRAM (2017) PENDIDIKAN JASMANI SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN DIRI PADA ANAK TUNAGRAHITA (Studi Kasus pada Siswa Sekolah Luar Biasa Cacat Ganda Bina Sejahtera Kota Surakarta). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (354Kb)

    Abstract

    MUHAMAD BRAM RIYADI. A121508069. 2017. Pendidikan Jasmani Sebagai Sarana Pengembangan Diri Pada Anak Tunagrahita (Studi Kasus pada Siswa Sekolah Luar Biasa Cacat Ganda Bina Sejahtera Kota Surakarta). Tesis. Pembimbing I: Prof. Dr. Sugiyanto, Pembimbing II: Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd. Program Studi Magister Ilmu Keolahragaan, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memperoleh gambaran fenomena pada anak tunagrahita dalam kehidupan sehari-hari. (2) Mengetahui perilaku gerak anak tunagrahita saat di luar maupun di dalam aktivitas pendidikan jasmani. (3) Mengetahui kemampuan anak tunagrahita mengikuti aktivitas pendidikan jasmani dan kendala apa saja yang dihadapi anak tersebut. (4) Mengetahui cara guru memberi perlakuan pada anak tunagrahita saat melakukan kegiatan olahraga dalam pendidikan jasmani. (5) Aktivitas pendidikan jasmani untuk pengembangan diri pada siswa. Penelitian dilakukan kepada anak-anak tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Cacat Ganda Bina Sejahtera Kota Surakarta. Dengan menggunakan metode kualitatif, untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif mengenai fenomena yang di teliti. Secara khusus penelitian kualitatif ini menggunakan rancangan penelitian Studi Kasus-Life Story. Empat Kriteria yang digunakan, yaitu derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Derajad kepercayaan dengan menggunakan Triangulasi data kepada informan yang dianggap dekat dengan anak-anak tunagrahita. Analisis dalam penelitian ini dilaksanakan dalam lima tahap, yaitu: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan, (4) meningkatkan keabsahan hasil, dan (5) narasi hasil analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan jasmani dapat menjadi sarana untuk pengembangan diri bagi anak tunagrahita, yang mencakup beberapa aspek di antaranya: pendidikan jasmani terbukti dapat membantu daya konsentrasi anak, membantu lebih fokus, meningkatkan kepercayaan diri, aktivitas jasmani yang mampu membantu anak untuk berinteraksi sosial dengan baik dan meningkatkan pengembangan diri anak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Fenomena tingkah laku yang ditunjukkan oleh anak-anak tunagrahita dalam keseharian yakni sulit mengendalikan diri sendiri, tingkah lakunya kurang terkontrol, sulit berkonsentrasi, cenderung malu dan kurang percaya diri, serta kurang fokus terhadap suatu hal; (2) Perilaku gerak anak tunagrahita saat di luar maupun di dalam aktivitas pendidikan jasmani yakni gerakan yang ditunjukkan kurang sempurna, masih membutuhkan bantuan dan bimbingan dari guru, serta perilaku geraknya lebih terkontrol ketika melakukan aktivitas pendidikan jasmani; (3) Kemampuan anak tunagrahita mengikuti aktivitas pendidikan jasmani yakni antara satu dengan yang lain memiliki perbedaan, sudah cukup baik dalam melaksanakan tugas ajar dari guru, beberapa merasa takut, namun semangat dalam melakukan kegiatan pendidikan jasmani. Sedangkan kendala yang dihadapi anak tunagrahita dalam melakukan kegiatan pendidikan jasmani yakni lemahnya daya pikir dan perilaku adaptif yang mengakibatkan daya tangkap mereka terhadap respon tidak terkoordinasi dengan baik; (4) Cara guru memberi perlakuan pada anak tunagrahita saat melakukan kegiatan olahraga dalam pendidikan jasmani yakni dengan menggunakan pendekatan individual dan metode tersendiri disesuaikan dengan kondisi anak-anak; (5) Aktivitas pendidikan jasmani untuk pengembangan diri pada anak tunagrahita yakni sebagai sarana meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan keberanian dalam menyatakan pendapat, meningkatkan komunikasi sosial, menumbuhkan sikap disiplin dan kepedulian, meningkatkan kemandirian, membantu anak tunagrahita mengolah tubuh dan mengatur pola gerak mereka sehingga dapat berkonsentrasi dengan baik serta membuat hidup anak tunagrahita menjadi lebih positif. Kata kunci: Pendidikan Jasmani, Tunagrahita, Pengembangan Diri.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Keolahragaan
    Depositing User: Tities Amrihtasari
    Date Deposited: 15 Apr 2017 14:25
    Last Modified: 15 Apr 2017 14:25
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33529

    Actions (login required)

    View Item