PERBANDINGAN KEEFEKTIFAN ANTARA ANTIPSIKOTIK KOMBINASI DAN MONOTERAPI TERHADAP KUALITAS HIDUP, KEPATUHAN MINUM OBAT, DAN GEJALA NEGATIF PASIEN SKIZOFRENIA DI RS dr. ARIF ZAINUDIN SURAKARTA

Basuki, Nur Hakim (2017) PERBANDINGAN KEEFEKTIFAN ANTARA ANTIPSIKOTIK KOMBINASI DAN MONOTERAPI TERHADAP KUALITAS HIDUP, KEPATUHAN MINUM OBAT, DAN GEJALA NEGATIF PASIEN SKIZOFRENIA DI RS dr. ARIF ZAINUDIN SURAKARTA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (372Kb)

    Abstract

    Nur Hakim Basuki S571302003. 2017. PERBANDINGAN KEEFEKTIFAN ANTARA ANTIPSIKOTIK KOMBINASI DENGAN MONOTERAPI TERHADAP KUALITAS HIDUP, KEPATUHAN MINUM OBAT, DAN GEJALA NEGATIF PASIEN SKIZOFRENIA DI RS dr. ARIF ZAINUDIN SURAKARTA TESIS. Pembimbing I: I: Prof. Dr. H.Much. Syamsulhadi, dr., Sp.KJ (K) II: Debree Septiawan, dr., Sp.KJ, M.Kes III: Wahyu Nur Ambarwati dr., Sp.KJ,M.Kes. Program Pendidikan Dokter Spesialis Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret / Rumah Sakit dr.Arif ZainudinSurakarta ABSTRAK Latar Belakang: Skizofrenia adalah gangguan jiwa kronis yang berpengaruh pada kualitas hidup penderitanya. Pedoman penatalaksaanaan skizofrenia mengunakan monoterapi antipsikotik. Kombinasi antipsikotik sering digunakan dalam penatalaksanaan skizofrenia, meskipun evidence based terhadap pemberian kombinasi antipsikotik tersebut masih kurang. Dampak yang ditimbulkan akibat penggunaan kombinasi antipsikotik adalah: menurunkan kualitas hidup, tingkat kepatuhan dan memburuknya gejala negatif. Kepatuhan minum obat yang rendah berdampak pada peningkatan biaya kesehatan dan tingginya kekambuhan. Gejala negatif akan berakibat pada menurunnya fungsi sosial dan kualitas hidup yang rendah. Tujuan: Mengetahui perbandingan keefektifan kombinasi antipsikotik dengan monoterapi antipsikotik terhadap kualitas hidup, kepatuhan minum obat, dan gejala negatif pasien skizofrenia. Metode : Studi ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan desain cohort prospective Hasil : Monoterapi efektif dibandingkan kombinasi antipsikotik dalam memperbaiki gejala negatif, khususnya pada gejala Anhedonia dan Afek Tumpul. Monoterapi efektif dalam memperbaiki kualitas hidup. Monoterapi dan kombinasi antipsikotik tidak ada perbedaaan keefektifan dalam memperbaiki kepatuhan minum obat. Monoterapi antipsikotik lebih mahal dari segi pembiaayaan. Kesimpulan : Monoterapi antipsikotik efektif dalam memperbaiki gejala negatif , dan kualitas hidup. Monoterapi tidak efektif dalam kepatuhan minum obat dan pembiayaan. Kata Kunci: Skizofrenia, Monoterapi anttipsikotik, Kombinasi antipsikotik, Kualitas hidup, gejala negatif, kepatuhan minum obat, PANSS, SANS, WHOQOL-Bref, MMAS.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
    R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Pratama Wisnu
    Date Deposited: 13 Apr 2017 22:33
    Last Modified: 13 Apr 2017 22:33
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33506

    Actions (login required)

    View Item