Proses Partisipasi Difabel dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan di Kelurahan Serengan Kota Surakarta Tahun 2016

MAYLIAWATI, AISYAH (2017) Proses Partisipasi Difabel dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan di Kelurahan Serengan Kota Surakarta Tahun 2016. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (520Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Aisyah Mayliawati. D0112003. Proses Partisipasi Difabel dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan di Kelurahan Serengan Kota Surakarta Tahun 2016. Jurusan Ilmu Administrasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. 2016. Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) merupakan forum menjaring aspirasi masyarakat yang diselenggarakan secara berjenjang dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi. Musrenbang juga sebagai forum untuk konsultasi publik yang digelar sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan nasional. Konsultasi ini merupakan jalan utama di mana aktor-aktor masyarakat sipil dapat mempengaruhi proses perencanaan pembangunan. Proses Musrenbang yang menganut pendekatan bottom-up harus melibatkan partisipasi masyarakat dari semua golongan termasuk difabel. Dengan demikian Musrenbang akan menghasilkan rancangan pembangunan yang sesuai kehendak dan kebutuhan masyarakat. Selama ini pelaksanaan Musrenbang di tingkat pusat maupun daerah belum mengakomodir dan memperhatikan kebutuhan difabel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Indikator penelitian apakah inisiatif itu datang dari administrator ataukah masyarakat setempat, apakah dorongan partisipasi itu sukarela atau paksaan, saluran partisipasi itu, apakah berlangsung dalam berisi individu atau kolektif, dalam organisasi formal ataukah informal dan apakah partisipasi itu secara langsung atau melibatkan wakil, durasi partisipasi, ruang lingkup partisipasi, apakah sekali untuk seluruhnya, sementara atau berlanjut dan meluas, memberikan kekuasaan yang meliputi bagaimana keterlibatan efektif masyarkat dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan – pelaksanaan yang mengarah pada hasil yang diharapkan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terbuka dan pemilihan informannya menggunakan teknik purposive sampling yang dikomparasikan dengan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberjalanan Musrenbang yang melibatkan difabel pada saat ini ternyata masih jauh dari harapan. meskipun sudah melibatkan difabel pada Musrenbang Kelurahan tetapi belum disinggung tentang isu difabilitas. Sehingga hal ini perlu juga adanya tindakan dari para difabel dan lembaga yang mewadahinya untuk memperjuangkan haknya dalam kegiatan Musrenbang. Dapat disimpulkan bahwa ada dua hal yang paling mempengaruhi partisipasi difabel dalam Musrenbang yaitu peran pemerintah dan kemauan atau motivasi dari para difabel itu sendiri Kata kunci: Partisipasi, Difabel, Musrenbangkel, Partisipasi difabel ABSTRACK Aisyah Mayliawati. D0112003. Participation Process of Persons with Disabilities in Musyawarah Perencanaan Pembangunan Serengan Surakarta 2016. Faculty of Social and Political Sciences. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. 2016. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) is the community in a forum organized in steps from the village / village, district, county / city and province. Musrenbang also as a forum for public consultation that was held as part of the national development planning process. This consultation is the main way in which civil society actors can influence the development planning process. Musrenbang process that embraces the bottom-up approach should involve the participation of all groups, including the disabled. Thus Musrenbang will produce the design development according to the will and needs of the community. During Musrenbang at central and regional levels and yet accommodate the needs of disabled. This research is a descriptive qualitative approach. Indicators study whether the initiative came from the administrator or the local community, whether the boost participation was voluntary or forced, the channels of participation, did take place in the lists of individual or collective, in the organization of formal or informal and whether participation was directly or involve representatives, the duration of participation, the scope of participation, whether once in its entirety, temporary or continued and expanded, giving powers covering how effective community involvement in decision-making and implementation - implementation lead to the expected results. The data collection is done by open interviews and the selection of their informants using purposive sampling and documentation. Data were analyzed with an interactive model. The results showed that Musrenbang involving disabled at this time was still far from expectations. although already involves disabled on Musrenbang village but have not touched on the issue of disability. So it is necessary also for action from the disabled and the institutions that host them to fight for their rights in Musrenbang. It can be concluded that there are two things that most affect the participation of the disabled in Musrenbang is the role of government and the willingness or motivation of the disabled themselves Keywords: Participation, Disability, Musrenbangkel, participation of disabled

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Negara
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 11 Apr 2017 10:28
    Last Modified: 11 Apr 2017 10:28
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33450

    Actions (login required)

    View Item