EFEK ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL DAUN RUMPUT MUTIARA (Hedyotis corymbosa [L.] Lamk) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans SECARA IN VITRO

Setiabudi, Peter Darmaatmaja (2017) EFEK ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL DAUN RUMPUT MUTIARA (Hedyotis corymbosa [L.] Lamk) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans SECARA IN VITRO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (709Kb)

    Abstract

    Pendahuluan: Beberapa penelitian menunjukkan terdapat resistensi obat antifungi golongan azol dan polien terhadap Candida albicans. Penggunaan obat herbal menjadi pilihan alternatif yang dipilih oleh masyarakat karena memiliki efek samping minimal, serta harganya relatif murah. Salah satu tanaman obat yang diduga dapat digunakan untuk pengobatan Candida albicans adalah daun rumput mutiara (Hedyotis Corymbosa [L.] Lamk). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya efek antifungi ekstrak etanol daun rumput mutiara (Hedyotis corymbosa [L.] Lamk) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Metode penelitian: Penelitian ini bersifat eksperimental kuasi laboratorik dengan rancangan penelitian post test only controlled group design yang dilaksanakan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah biakan Candida albicans. Variabel yang diukur adalah konsentrasi ekstrak etanol daun rumput mutiara (Hedyotis corymbosa [L.] Lamk) 20 mg/ml, 25 mg/ml, 30 mg/ml, 35 mg/ml, dan 40 mg/ml, serta diameter zona hambatan Candida albicans yang terbentuk pada media Sabouraud Dextrose Agar. Data diambil setelah cawan petri diinkubasi pada suhu 370C selama 48 jam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian: Terbentuk zona hambatan Candida albicans dengan pemberian konsentrasi ekstrak etanol daun rumput mutiara (Hedyotis corymbosa [L] Lamk) 25 mg/ml, sementara pada pemberian konsentrasi 20 mg/ml, 30 mg/ml, 35 mg/ml, dan 40 mg/ml tidak terbentuk zona hambatan. Uji Kruskal Wallis menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan terhadap pertumbuhan Candida albicans (p < 0,05). Uji Mann Whitney menunjukkan seluruh konsentrasi ekstrak etanol daun rumput mutiara (Hedyotis corymbosa [L.] Lamk) tidak berbeda signifikan dengan kontrol negatif (p > 0,05). Simpulan: Ekstrak etanol daun rumput mutiara (Hedyotis corymbosa [L] Lamk) tidak mempunyai efek antifungi terhadap pertumbuhan Candida albicans. Kata kunci: Candida albicans, ekstrak etanol daun rumput mutiara, antifungi

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 09 Apr 2017 06:05
    Last Modified: 09 Apr 2017 06:05
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33436

    Actions (login required)

    View Item