PERBEDAAN PENGARUH PARASETAMOL DAN PARECOXIB TERHADAP AKTIVITAS AGREGASI TROMBOSIT PADA PASIEN SIRS/ SEPSIS

WIBOWO, ADMAJI (2017) PERBEDAAN PENGARUH PARASETAMOL DAN PARECOXIB TERHADAP AKTIVITAS AGREGASI TROMBOSIT PADA PASIEN SIRS/ SEPSIS. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (121Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Admaji Wibowo, S501208008. Perbedaan pengaruh parasetamol dan parecoxib terhadap aktivitas agregasi trombosit pada pasien SIRS/ sepsis. Pembimbing I: Prof. Dr. dr. Suradi, Sp.P (K) MARS. Pembimbing II: Dr. dr. Purwoko, Sp.An, KAKV, KAO. Program Studi Kedokteran Keluarga Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta 2017 Latar Belakang : Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS) dan sepsis merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Intensive Care Unit (ICU). Pada pasien yang mengalami SIRS/ sepsis dapat terjadi aktivasi trombosit secara langsung oleh endotoksin atau sitokin pro inflamasi. Parasetamol dan parecoxib adalah OAINS yang paling banyak digunakan pada pasien yang dirawat dengan SIRS atau sepsis di ICU sebagai antipiretik dan anti inflamasi. Kedua obat tersebut dapat mempengaruhi agregasi trombosit yang dapat kita nilai melalui tes agregasi trombosit. Tujuan : Mengetahui perbedaan pengaruh pemberian parasetamol dan parecoxib terhadap aktivitas agregasi trombosit pada pasien SIRS/ sepsis. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan uji klinis dengan rancangan penelitian pre dan post. Terdapat 34 subyek penelitian pasien SIRS/ sepsis yang dirawat di Ruang Intensive Care Unit dengan umur antara 17 - 65 tahun. Distribusi sampel meliputi 17 subyek dengan pemberian parasetamol dan 17 subyek dengan pemberian parecoxib. Setelah dilakukan randomisasi, dilakukan pemeriksaan agregasi trombosit sebelum perlakuan dan 120 menit sesudah perlakuan dengan menggunakan induktor 10 µM ADP. Uji beda pada kelompok tidak berpasangan menggunakan uji Mann Whitney. Sedangkan uji beda pada kelompok sampel berpasangan menggunakan uji Wilcoxon Hasil : Hasil uji beda terhadap karakteristik subyek penelitian didapatkan bahwa nilai p>0,05, hal ini menyatakan bahwa tidak ada pebedaan yang signifikan karakteristik dasar subyek penelitiaan. Analisa selanjutnya berdasarkan hasil uji beda Mann Whitney pada kelompok tidak berpasangan mendapatkan nilai p=0,310, yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan agregasi trombosit antara kelompok parasetamol dan parecoxib sebelum perlakuan dan nilai p=0,013 (p<0,05), yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan agregasi trombosit antara kelompok parasetamol dan parecoxib setelah perlakuan.Analisa selanjutnya berdasarkan hasil uji beda Wilcoxon pada kelompok berpasangan mendapat nilai p=0,020 (p<0,05) yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan agregasi trombosit antara sebelum dan sesudah pemberian parasetamol. Kesimpulan : Penggunaan parasetamol akan berdampak pada penurunan agregasi trombosit secara signifikan secara statistik dibandingkan dengan parecoxib (p=0,013). Kata kunci : Agregasi trombosit, parasetamol, parecoxib

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
    Divisions: Pasca Sarjana
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 08 Apr 2017 17:12
    Last Modified: 08 Apr 2017 17:12
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33426

    Actions (login required)

    View Item