PENGUATAN EKONOMI PEREMPUAN PERDESAAN MELALUI LEMBAGA KEUANGAN MIKRO (LKM) SEMI-FORMAL Studi tentang Koperasi Wanita (Kopwan) di Kabupaten Tangerang, Banten

MUKHAER, MUKHAER (2017) PENGUATAN EKONOMI PEREMPUAN PERDESAAN MELALUI LEMBAGA KEUANGAN MIKRO (LKM) SEMI-FORMAL Studi tentang Koperasi Wanita (Kopwan) di Kabupaten Tangerang, Banten. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (96Kb)

    Abstract

    Mukhaer Pakkanna. T431008027. 2017. Penguatan Ekonomi Perempuan Perdesaan melalui Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Semi-Formal, Studi tentang Koperasi Wanita (Kopwan) di Kabupaten Tangerang, Banten. Disertasi. Promotor: Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D. Ko-Promotor: Dr. Agustinus Suryantoro, MS dan Dr. A.M. Soesilo, MS. Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret, Surakarta (UNS) Penelitian ini bertujuan menggali informasi dari anggota LKM di perdesaan Tangerang dalam pemanfaatan fasilitas pembiayaan, fasilitas kebijakan pemberdayaan, dan fasilitas lainnya dari LKM untuk kepentingan penguatan ekonomi keluarga. LKM yang dimaksud memiliki kinerja yang ditentukan 3 (tiga) indikator, yakni kemandirian keuangan, kemampuan meningkatkan kesejahteraan dan daya jangkau anggota. Kemudian, penguatan adalah kemampuan dalam proses enabling, empowering, dan advocation Desain penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan didukung deskriptif kualitatif. Dalam mendeskripsikan institusi (LKM) dalam proses penguatan, melihat indikator kinerja keuangan masing-masing LKM dan melihat perbedaan setiap LKM dalam melayani anggota. Indikator kinerja keuangan menggunakan Permen 14/Per/M.KUKM/XII/2008 Bab IV Pasal 6 dan indikator Ledgerwood (1999). Sementara melihat perbedaan setiap LKM menggunakan Uji Beda Dua Mean. Dalam mengukur kinerja kesejahteraan anggota menggunakan uji statistk Chi-Square. Mengukur kaitan kemandirian keuangan LKM terhadap indikator kesejahteraan (pinjaman, pendapatan, dan pengeluaran) anggota menggunakan uji asosiatif. Deskriptif kualitatif digunakan menganalisis dan mengonstruksi setting sosiologis dan faktor eksternal wilayah. Dalam penelitian ditemukan fakta, pertama, dengan Uji Beda Dua Mean, proses pemberdayaan tidak memiliki perbedaan signifikan. Hanya persoalan advocation, terutama wilayah pertanian dan industri belum maksimal. Kedua, dengan uji Chi Square, aspek pinjaman, pendapatan, dan pengeluaran anggota memiliki perbedaan signifikan. Ketiga, dengan uji asosiatif, kemandirian keuangan LKM terhadap kemampuan meningkatkan kesejahteraan anggota, tidak berhubungan signifikan. Artinya, LKM lebih fokus pada pendekatan institutionalist dibandingkan pendekatan welfarists. Keempat, merujuk indikator kenerja keuangan, wilayah pesisir/nelayan tercatat berkategori “Sangat Sehat” dibanding wilayah lainnya. Kelima, proses pemberdayaan tergambar bahwa setiap wilayah memiliki kekhasan. Kekhasan itu dipengaruhi faktor sosiologis (internal), berupa konstruksi sosial budaya dan dinamika masyarakat sehingga membentuk cara pandang anggota melihat setiap permasalahan. Selain itu, dipengaruhi pula faktor eksternal berupa kondisi alam, geografis, dan demografis setiap wilayah. Kata Kunci: pemberdayaan, ekonomi perempuan, LKM, perdesaan

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Pasca Sarjana > Doktor > Ilmu Ekonomi - S3
    Depositing User: Mujahidah Showafah
    Date Deposited: 08 Apr 2017 17:10
    Last Modified: 08 Apr 2017 17:10
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33424

    Actions (login required)

    View Item