PERAN PELACAKAN HOUSEHOLD CONTACT OLEH KADER KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN ANGKA PENJARINGAN SUSPEK DAN CASE DETECTION RATE TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KABUPATEN KLATEN

dr, Iwan Irawan, (2017) PERAN PELACAKAN HOUSEHOLD CONTACT OLEH KADER KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN ANGKA PENJARINGAN SUSPEK DAN CASE DETECTION RATE TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KABUPATEN KLATEN. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (366Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Latar Belakang: Kabupaten Klaten belum mencapai target nasional case detection rate (CDR) tuberkulosis paru sebesar 70%. Household contact dari pasien TB merupakan kelompok yang berisiko tinggi tertular tuberkulosis (TB). Tujuan penelitian adalah mengetahui peran pelacakan household contact kader kesehatan dalam peningkatan angka penjaringan suspek TB dan case detection rate TB paru basil tahan asam (BTA) positif dibandingkan metode passive case finding di Kabupaten Klaten. Metode: Penelitian ini merupakan community-based trial/practical trial dengan mixed methods. Pengambilan sampel penelitian kuantitatif secara two stage cluster sampling. Subjek dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30). Pada kelompok intervensi dilakukan pelacakan household contact oleh kader kesehatan. Angka penjaringan suspek dan CDR TB paru BTA (+) 5 bulan sebelum penelitian (pretest) dan 5 bulan setelah penelitian (posttest) dibandingkan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sampel penelitian kualitatif diambil secara purposive sampling. Penelitian kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) untuk mengetahui faktor pendukung dan hambatan dalam pelacakan household contact oleh kader kesehatan. Hasil: Jumlah suspek TB pada kelompok intervensi sebesar 50 orang (pretest) dan 36 orang (posttest), sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 65 (pretest) dan 44 (posttest). Jumlah pasien TB paru BTA (+) pada kelompok intervensi sebesar 12 orang (pretest) dan 8 orang (posttest), sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 8 (pretest) dan 7 (posttest). Uji Mann-Whitney untuk perbedaan angka penjaringan suspek antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol menunjukkan nilai p=0,147 (pretest) dan p=0,341 (posttest), sedangkan Uji Mann-Whitney untuk perbedaan CDR TB paru BTA (+) antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol menunjukkan nilai p=0,232 (pretest) dan p=0,841 (posttest). Kesimpulan: Kader berperan dalam penjaringan suspek TB dengan pelacakan household contact tetapi tidak signifikan karena kurangnya waktu pelatihan kader. Kader berperan dalam upaya pencapaian CDR TB paru tapi tidak signifikan karena beberapa hambatan yang disebabkan oleh faktor dari pasien maupun fasilitas kesehatan (puskesmas).

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RC Internal medicine
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: Sofi Wildan
    Date Deposited: 06 Apr 2017 17:44
    Last Modified: 06 Apr 2017 17:44
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33357

    Actions (login required)

    View Item