ALIH FUNGSI LAHAN DAN CURAH HUJAN TERHADAP PERUBAHAN KONDISI HIDROLOGI SUB DAS SAMIN

RAHAYU, NINING (2017) ALIH FUNGSI LAHAN DAN CURAH HUJAN TERHADAP PERUBAHAN KONDISI HIDROLOGI SUB DAS SAMIN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (3224Kb)

    Abstract

    ALIH FUNGSI LAHAN DAN CURAH HUJAN TERHADAP PERUBAHAN KONDISI HIDROLOGI SUB DAS SAMIN. Skripsi: Nining Rahayu (H0712138). Pembimbing: Sutarno, Komariah, dan Dwi Priyo Ariyanto. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Sub DAS Samin terletak di wilayah Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo. Sebagian besar wilayah Sub DAS Samin merupakan kawasan pertanian sehingga sebagian besar penduduk di kawasan Sub DAS Samin menggantungkan hidupnya terhadap alam. Peningkatan jumlah penduduk di Sub DAS Samin setiap tahun dapat membuat permasalahan seperti perebutan penggunaan lahan dan jumlah ketersediaan sumberdaya air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh alih fungsi lahan dan curah hujan terhadap perubahan kondisi hidrologi Sub DAS Samin pada tahun 2005-2015. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif. Populasi penelitian ini adalah seluruh satuan penggunaan lahan di Sub DAS Samin. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode random purposive sampling, yaitu sampel yang dipilih berdasarkan survey acak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi lapangan dan pengumpulan data sekunder dari balai pengairan. Analisis data dilakukan dengan analisis korelasi penggunaan lahan dari BPS Kabupaten Karanganyar-Sukoharjo, Citra Google Earth dan curah hujan terhadap kondisi hidrologi Sub DAS Samin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, lahan sawah dan hutan mengalami penurunan rata-rata masing-masing sebesar 44,76 ha/th dan 102,5 ha/th. Lahan pemukiman, tegalan dan perkebunan mengalami peningkatan rata-rata masing-masing sebesar 26,8 ha/th, 54,07 ha/th dan 26,82 ha/tahun. Pada periode 2005-2010 dan 2011-2015, Sub DAS Samin mengalami penurunan rata-rata debit tahunan (-3.117,42 m3/detik), nilai koefisien limpasan (-0,11), debit suspensi (-23,5 kg/detik ), sedimentasi (-0,01 mm) dan peningkatan rata-rata nilai Koefisien Regim Sungai (+91,02) dan CVdebit (+0,35). Hasil analisis statistik korelasi menunjukkan bahwa, penurunan lahan sawah, hutan dan peningkatan lahan tegalan mempengaruhi peningkatan nilai Koefisien Regim Sungai (KRS). Penurunan lahan hutan serta peningkatan lahan tegalan dan perkebunan mempengaruhi peningkatan nilai Coefficient of Variants (CVdebit). Penurunan lahan hutan mempengaruhi penurunan nilai koefisien limpasan (C), sedimentasi dan debit tahunan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Agroteknologi
    Depositing User: Rina Dwi Setianingrum
    Date Deposited: 06 Apr 2017 10:41
    Last Modified: 06 Apr 2017 10:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33290

    Actions (login required)

    View Item