PERBEDAAN EKSPRESI HUMAN LEUCOCYTE ANTIGEN-E (HLA-E) DAN NATURAL KILLER CELL (NK CELL) PADA PREEKLAMPSIA BERAT EARLY ONSET DAN HAMIL NORMAL

, Yusri (2017) PERBEDAAN EKSPRESI HUMAN LEUCOCYTE ANTIGEN-E (HLA-E) DAN NATURAL KILLER CELL (NK CELL) PADA PREEKLAMPSIA BERAT EARLY ONSET DAN HAMIL NORMAL. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1244Kb)

    Abstract

    PERBEDAAN EKSPRESI HUMAN LEUCOCYTE ANTIGEN-E (HLA-E) DAN NATURAL KILLER CELL (NK CELL) PADA PREEKLAMPSIA BERAT EARLY ONSET DAN HAMIL NORMAL Expression Differences Of Humanleukocyte Antigen-E (Hla-E) And Nature Killer Cell (Nk Cell)In Early Onset Severe Preeclampsia And Normal Pregnancy Yusri, Sri Sulistyowati, Supriyadi Hari R Program Studi Kedokteran Keluarga, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta Abstrak Latar Belakang: Preeklampsia mempengaruhi sekitar 5 - 10% dari wanita hamil dan menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di banyak Negara. Pada preeclampsia berat early onset prevalensi kejadiannya 5-20%. dari ibu hamil. Human Leukocyte Antigen – E dan NK cell diduga memegang peranan penting terhadap proses terjadinya preeclampsia berat early onset. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan ekspresi HLA-E dan NK cell pada preeclampsia berat early onset dan kehamilan normal. Metode Penelitian: Observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan bulan Maret – Mei 2016 di bagian Obstetri dan Ginekologi RSUD.Dr. Moewardi Surakarta dan Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Jumlah sampel yang diteliti adalah 36 pasien ,terdiridari 18 pasien hamil normal dan 18 pasien preeclampsia berat early onset. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi dilakukan pemeriksaan ekspresi HLA-E dans sel NK pada trofoblas dengan metode imunohistokimia dan dilakukan analisis statistic dengan uji t. Hasil: Rerata ekspresi HLA-E di trofoblas pada kelompok preeclampsia berat early onset 3.14, dibandingkan dengan kehamilan normal 17.74, didapatkan nilai p= 0.000 (p<0.05). Rerata ekspresisel NK cell di trofoblas pada kelompok preeclampsia berat early onset 56.23 dibandingkan dengan kehamilan normal 33.43, didapatkan nilai p=0.000 (p<0.05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang sangat bermakna ekspresi HLA-E dan NK cell di trofoblas antara kehamilan normal dan kehamilan dengan preeclampsia berat early onset. Ekspresi HLA-E lebih rendah pada preeclampsia berat early onset. Ekspresi sel NK lebih tinggi pada preeclampsia berat early onset. Kata kunci: HLA-E, NK cell, preeclampsia berat early onset, Kehamilan Normal Abstract Backgrounds: Preeclampsia affects about 5-10% of pregnant women and become one of the main causes of maternal mortality in many countries. Prevalence of early onset severe preeclampsia about 5-20%. Human Leukocyte Antigen-E and Natural Killer Cell suggested have important role in pathogenesis of early onset severe preeclampsia. Objectives: To analyze the difference of Human Leukocyte Antigen – E (HLA–E) and Nature Killer Cell (NK Cell) Expression in early onset severe preeclampsia and Normal Pregnancies Methods: Our study employed an observational cross sectional approach. Forty samples were divided into two groups, 18 samples with normal pregnancies and 18 samples with early onset severe preeclampsia. Both groups underwent examination for HLA-E and NK Cell expression in trophoblast using immunohistochemistry method. Statistical analysis was done using t-test. Results: HLA-E expression in trophoblast of early onset severe preeclampsia groups was 3.14, which was significantly lower than in the normal pregnancies group 17.74 (p=0.000). Otherwise, NK Cell expression in trophoblast of early onset severe preeclampsia groups was 56.23, significantly higher in comparison to normal pregnancies group, which was 33.43 (p=0.000). Conclusion: There was a very significant difference expression of HLA-E and NK Cell in trophoblast between normal pregnancies and early onset severe preeclampsia. HLA-E expression was lower in early onset severe preeclampsia while NK Cell expression was higher in early onset severe preeclampsia. Key Words: HLA-E, NK Cell, early onset severe preeclampsia, normal pregnancy LATAR BELAKANG Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas pada maternal dan neonatal di seluruh dunia. Preeklampsia adalah hipertensi (tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan diastolik >90 mmHg) disertai proteinuria (> 30 mg/liter urin atau > 300 mg/24 jam) dan terjadi sesudah usia kehamilan lebih dari 20 minggu, dimana pada preeklampsia terjadi gangguan berbagai sistem yang mempengaruhi fungsi vaskuler ibu dan pertumbuhan janin.1 Etiologi preeklampsia sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti, sehingga langkah pencegahan dan alat skrining kurang, perawatan diarahkan pada manajemen manifestasi klinis yang jelas, dan persalinan tetap menjadi terapi pilihan.2 Preeklampsia merupakan satu dari tiga penyebab utama kematian ibu didunia. Preeklampsia menyebabkan kegagalan beberapa organ. Salah satu penyebab preeklampsia yaitu adanya gangguan plasentasi. Banyak penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi beberapa faktor risiko preeklampsia yaitu primigravida, obesitas, diabetes, hipertensi dan multiparitas. Data di RSUD dr.Moewardi Surakarta menunjukkan jumlah persalinan pada tahun 2012 sebanyak 5406 persalina. Didapatkan 1310 persalinan oleh karena preeklampsia berat dengan jumlah kematian ibu hamil oleh preeklamsia 9 dari 15 ibu hamil yang meninggal.3 Preeklampsia berdasarkan onsetnya dibagi menjadi 2 yaitu early onset preeklampsia (preeklampsia yang terjadi sebelum usia kemilan 34 minggu) dan late onset preeklampsia ( preeklampsia yang terjadi sesudah usia kehamilan 34 minggu).4 Preeklampsia early onset prevalensinya 5-20%. Pada preeklampsia early onset ditemukan invasi trofoblas yang tidak adekuat, pulsatil indeks pada pemeriksaan doppler meningkat, terjadi peningkatan resistensi perifer pembuluh darah plasenta, sistolik dan diastolik arteriumbilikalis yang meningkat. Walaupun persentasinya lebih kecil dari late onset, pada early onset preeklampsia mempunyai outcome ibu maupun janin yang lebih jelek seperti pada ibu dengan sindrom HELLP dan eklampsia, juga pada bayi dapat terjadi persalinan prematur, intra uterine growth factor sampai meninggal.5 Preeklampsia early onset memberikan kontribusi 15% dari kelahiran preterm di Amerika Serikat per tahun dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit pembuluh darah di kemudian hari. Ibu dan bayi berada dalam kondisi yang paling berisiko pada kehamilanya. Terjadi peningkatan 20 kali lipat resiko kematian ibu dan beberapa kali lipat resiko mortalitas dan morbiditas untuk bayinya, tergantung usia kehamilan saat melahirkan dan adanya hambatan pertumbuhan pada janin.6 Kehamilan adalah suatu hasil proses komplek dari sistem imun fetus dan sistem imun ibu. Meskipun plasenta merupakan suatu barier antara sirkulasi maternal dan fetal, tetapi fetal alloantigen tetap dapat mencapai sirkulasi maternal. Keberhasilan suatu sistem toleransi imun ini akan dapat mempertahankan kelangsungan proses embryogenesis sampai mencapai kehamilan aterm yang normal. Embrio sendiri merupakan suatu benda asing bagi tubuh maternal, sehingga uterus yang merupakan organ tempat kehamilan itu berlangsung tentu memiliki peranan yang sangat penting dalam penerimaan embrio.7 Pada manusia, adanya defek pada penghubung antara janin dan ibu dalam hal ini trofoblas berkaitan dengan berbagai macam penyulit kehamilan seperti preeklampsia, pertumbuhan janin terhambat dan kegagalan hasil konsepsi seperti blighted ovum, abortus habitualis serta kematian janin dalam kandungan.8 Salah satu keberhasilan proses kehamilan ditentukan oleh janin yang bersifat semiallogenik, yang mempunyai kemampuan untuk menghindari sistem imunmaternal. Konsep ini pertama kali dikemukakan oleh Sir Peter Medawar seorang ahli imunologi. Mekanisme menghindari oleh embrio ini belum diketahui dengan pasti. Belakangan ini molekul Human Leucocyte Antigen (HLA),khususnya HLA-E, banyak dipelajari untuk mengetahui mekanisme toleransi sistem imun maternal terhadap janin. Bahkan dikatakan bahwa keberhasilan suatu kehamilan tergantung pada ekspresi molekul ini.9 HLA-E memegang peran penting dalam toleransi imun semialogenik janin oleh ibu. HLA-E yang cukup pada trofoblas menyebabkan tidak terjadinya respon imunologis ibu.10 Janin yang merupakan semi-alogenik bagi sistem imun maternal ini berisiko tinggi untuk dianggap asing dan disingkirkan, namun tidak demikian kenyataannya dalam kehamilan normal. Sitotrofoblas yang melakukan invasi ke sisi maternal, pada saat mendekati desidua mengekspresikan HLA-E.Molekul HLA-E mempunyai kemampuan untuk menghambat respon sitolitik dari limfosit T sitotoksik dan aktivitas sel NK melalui reseptor CD94/NKG2A yang terdapat di endometrium.11 Sel Natural Killer (NK) merupakan jenis limfosit dengan ukuran besar yang mengandung banyak granula di dalam sitoplasmanya (LGL). Sel NK desidua maternal memproduksi sebuah kombinasi sitokin yang terlibat dalam stabilitas angiogenesis dan valar, seperti vascular endothelial growth factor (VEGF), placental growth factor (PLGF).12 Natural Killer cell (NK Cell) memiliki peran penting terhadap proses kehamilan. Sel NK melalui reseptor CD94/NKG2C dapat menyerang sel target.Sel NK pada uterus dapat diaktifkan melalui reseptor CD94/NKG2C yang dapat mengikat HLA-E telah terbukti berhubungan dengan proses imunologi pada preeklampsia.13 Janin mengekspresikan gen ayah yang bersifat semialogenik sebagai bentuk kompensasi terhadap ibunya.HLA-E merupakan molekul dengan polimorfisme rendah dan ekspresinya terbatas pada trofoblas ekstravilus, EkspresiHLA-E yang berkurang tersebut menjadikan trofoblas invasif lebih mudah terkena serangan dari sel NK yang berikatan melalui reseptor CD94/NKG2C, sehingga akan menghambat invasi trofoblas pada tempat terjadinya hubungan sirkulasi uteroplasenta dan mengakibatkan invasi trofoblas yang dangkal dan rapuh serta penyempitan arteri spiralis yang dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia.14 Berdasarkan uraian tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Perbedaan ekspresi HLA-E dan NK cell pada preeklampsia berat early onset dan kehamilan normal. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penleitian observasional analitik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian potong lintang (cross sectional study) dengan pendekatan uji klinis Ekspresi HLA-E dan sel NK pada penderita preeklampsia berat dan kehamilan normal. Penelitian dilakukan di Laboratorium Patologi Anatomi FK UNS Surakarta pada bulan Maret 2016 s/d mei 2016. Sampel diambil di Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan RS jejaring sejak bulan Februari s/d Mei 2016. Subjek pada penelitian ini adalah penderita preeklampsia berat early onset dan kehamilan normal, yang melahirkan di RS Dr Moewardi Surakarta dan RS jejaring selama bulan Februari s/d Mei 2016 yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi yang digunakan yaitu Pasien Preeklampsia berat early onset, Pasien dengan kehamilan normal, Usia ibu 20-35 tahun. Kriteria eksklusi yang digunakan penderita hipertensi kronis, penyakit jantung, penyakit ginjal, diabetes mellitus, dan penyakit hati; dan tidak menderita ketuban pecah dini, tidak ada infeksi. Kelompok kasus adalah subjek dengan preeklampsia berat early onset sedangkan kelompok kontrol adalah subjek dengan kehamilan normal. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara pengambilan jaringan plasenta, sebanyak 18 sampel jaringan penderita preeklamsia berat early onset dan 18 sampel jaringan plasenta kehamilan normal kemudian dilakukan pengecatan dengan teknik immunohistokimia staining dilakukan dengan menggunakan antibodi monoklonal anti human HLA-E dan sel NK (CD94) kemudian diamati ekspresinya secara mikroskopik pada 9 lapang pandang. Pada kelompok kehamilan normal, pengambilan sampel jaringan plasenta tidak dihomogenkan dengan umur minggu atau umur kehamilan terjadinya tetapi saat persalinan berlangsung. Variabel yang digunakan yaitu : 1. Kehamilan normal adalah kehamilan dengan janin tunggal, intra uterin, presentasi kepala, berat badan lahir 2500-4000 g, tidak didapatkan kelainan atau komplikasi pada ibu dan bayinya. 2. Preeklampsia berat early onset adalah kehamilan dengan hipertensi (tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg atau diastolik ≥ 90 mmHg) disertai dengan proteinuria pada kehamilan diatas 20 minggu s/d 34 minggu. 3. Ekspresi HLA-E adalah antigen yang dihasilkan oleh gen HLA pada kromosom yang berperanan mempertahankan toleransi maternal selama kehamilan. 4. Ekspresi Sel NK adalah limfosit yang mempunyai partikel yang berisi sitoplasma yang besar berperanan sebagai sel pembunuh sehingga menyebabkan toleransi maternal terganggu. Penelitian dilakukan berdasarkan beberapa prosedur. Prosedur pertama, yaitu memilih kelompok penelitian dan kontrol Kelompok penelitian dan kontrol adalah ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang memeriksakan diri di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Kelompok penelitian adalah kelompok yang di diagnosis dengan preeklamsia serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Kelompok kontrol adalah kelompok yang di diagnosis dengan hamil normal, serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Kedua kelompok kemudian dilakukan pemeriksaan kadar ekspresi HLA-E dan sel NK di laboratorium Patologi Anatomi FK UNS, ekspresi HLA-E ditunjukkan dengan warna merah kecoklatan pada trofoblast, diperiksa pada 9 lapang pandang, hasil yang ditunjukkan merupakan nilai rerata ekspresi HLA-E dan sel NK dari 9 lapang pandang. Hasilnya kemudian dilakukan uji statistik perbedaan ekspresi HLA-E dan sel NK dengan uji t independen. HASIL Subjek penelitian adalah 36 ibu hamil yang melahirkan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu 18 orang ibu hamil dengan Preeklamsia Berat early onset (PEB early onset) dan 18 orang ibu hamil partus normal yang semuanya memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tabel 1. Sebaran dan Keragaman Data Subjek Penelitian Variabel N Min Max Rerata SD Umur ibu (tahun) 36 20.00 37.00 28.36 5.18 Umur kehamilan (minggu) 36 37.00 40.00 38.30 1.14 Tekanan darahSistole (mmHg) 36 100.00 210.00 145.00 35.15 Tekanan darah diastole (mmHg) 36 60.00 140.00 94.44 23.56 Haemoglobin (gr/dl) 36 8.50 15.70 12.44 1.70 Ureum (mg/dl) 36 7.00 23.00 14.97 4.72 Kreatinin (mg/dl) 36 0.40 1.20 0.72 0.19 Serum glutamic oxaloacetic transaminase (U/I) 36 14.00 587.00 59.55 104.51 Serum glutamic pyruvate transaminase (U/I) 36 6.00 202.00 27.80 46.24 Gula darah sewaktu (mg/dl) 36 67.00 113.00 93.00 11.35 Trombosit (mg/dl) 36 100.00 450.00 264.88 93.14 HLA-E 36 1.41 26.93 10.43 8.41 Sel NK 36 11.76 82.98 44.83 18.63 Dari data di atas didapatkan bahwa rerata variabel umur ibu hamil adalah 28.36 + 5.18 tahun dengan umur kehamilan rerata berusia 38.30 + 1.14 minggu. Rerata tekanan darah sistole 145.00 + 35.15 mmHg dan tekanan darah diastole 94.44 + 23.56 mmHg. Kadar Haemoglobin rerata 12.44 + 1.70 gr/dl, ureum rerata 14,97 + 4.72 mg/dl, kreatinin rerata 0.72 + 0.19 mg/dl, SGOT rerata 59.55 + 104.51 U/I dan SGPT dengan rerata 27.80 + 46.24 U/I, Gula Darah Sewaktu rerata 93.00 + 11.35 mg/dl, dan trombosit rerata 264.88 + 93.14. Tabel 2. Sebaran dan keragaman subyek penilitian Variabel N % Pendidikan - Sekolah dasar - Sekolah menengah pertama - Sekolah menengah atas 3 22 11 8.3 61.1 30.6 Pekerjaan - Bekerja - Ibu rumah tangga 7 29 19.4 80.6 Pasien dengan pendidikan dasar sebanyak 3 orang (8.3%) dan pendidikan SMP sebanyak 22 orang (61.16%) serta pendidikan SMA sebanyak 11 orang (30.6%). Sebanyak 7 kasus (19.4%) adalah wanita bekerja dan 29 kasus (80.6%) adalah ibu rumah tangga (IRT). Analisis statistik mengunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnoff terhadap variabel penelitian umur ibu, umur kehamilan, tekanan darah sistole, tekanan darah diastole, kadar Hemoglobin, ureum, kreatini, SGOT, SGPT, GDS, trombosit pada kelompok kasus dan kelompok kontrol tidak didapatkan perbedaan yang bermakna (Kolmogorov-Smirnov > 0.05). Dan untuk selanjutnya untuk mencari perbedaan rerata pada variabel-variabel tersebut menggunakan uji t test. Tabel 3. Uji Beda Rerata (Uji Bivariate) Subyek Penelitian Menurut Kelompok PEB early onset dan Kelompok Normal Variabel Kelompok N Mean SD p Umur ibu (tahun) PEB 18 28.27 5.83 0.92 Normal 18 28.44 4.61 Umur kehamilan (minggu) PEB 18 38.38 1.195 0.67 Normal 18 38.22 1.11 Tekanan darah Sistole (mmHg) PEB 18 177.22 17.08 0.00* Normal 18 112.77 7.32 Tekanan darah Diastole (mmHg) PEB 18 115.00 14.24 0.00* Normal 18 73.88 6.76 Haemoglobin (gr/dl) PEB 18 11.96 1.71 0.09 Normal 18 12.92 1.60 Ureum (mg/dl) P

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Figur Hisnu Aslam
    Date Deposited: 05 Apr 2017 15:40
    Last Modified: 05 Apr 2017 15:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33274

    Actions (login required)

    View Item