PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS (TWO STAY TWO STRAY) DENGAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS LISAN DAN KONEKSI MATEMATIS PADA SISWA KELAS X 2 SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016

INDRA P, FIRMAN (2017) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS (TWO STAY TWO STRAY) DENGAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS LISAN DAN KONEKSI MATEMATIS PADA SISWA KELAS X 2 SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (297Kb)

    Abstract

    irman Indra Pamungkas. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS (TWO STAY TWO STRAY) DENGAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS LISAN DAN KONEKSI MATEMATIS PADA SISWA KELAS X 2 SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi, PendidikanMatematikaFakultasKeguruandanIlmuPendidikanUniversitasSebelasMaret Surakarta. September 2016. Penelitiantindakankelasinibertujuanuntukmendeskripsikanpelaksanaanpembelajarandengan model pembelajarankooperatiftipeTwo Stay – Two Stray denganpendekatanContextual Teaching and Learning yang dapatmeningkatkankemampuankomunikasimatematislisandankemampuankoneksi matematissiswakelas X 2 SMA Negeri 3 Boyolalidanmengetahuipeningkatankemampuankomunikasimatematislisandankemampuankoneksimatematissiswasetelahmengikutipembelajaranmatematikadenganmodel pembelajarankooperatiftipeTwo Stay – Two Stray denganpendekatanContextual Teaching and Learning. Penelitianinimerupakanpenelitiantindakankelas (PTK). Subjekpenelitianiniadalah guru dansiswakelas X 2 SMA Negeri 3 Boyolalitahunpelajaran 2015/2016 yang berjumlah 32 siswa. Sumber data berasaldari guru dansiswa. Teknikpengumpulan data adalahobservasi, wawancara, tes, dandokumentasi. Validitas data menggunakantriangulasipenyidik. Teknikanalisis data dalampenelitianinimenggunakanteknikanalisisdeskriptif. Penelitianinidilakukandalamduasiklus, denganmasing-masingsiklusterdiridariperencanaan, pelaksanaan, observasi, danrefleksi. Hasilpenelitianmenyimpulkanbahwalangkah-langkah model pembelajarankooperatiftipeTwo Stay – Two StraydenganpendekatanContextual Teaching and Learningyang dapatmeningkatkankemampuankomunikasi matematis siswadankemampuan koneksi matematissiswaadalah: 1) KegiatanPendahuluan, yaitu: a) Guru mengingatkankembalimateri yang telahdipelajari; b) Guru menginformasikantujuan yang akandicapaisiswapadaawalpembelajaran; c) Guru memberikanmotivasiakanpentingnyamateri yang akandipelajaridan; d) Guru menjelaskansecaragarisbesar model pembelajaran yang akandigunakanyaitu model pembelajarankooperatiftipeTwo Stay – Two StraydenganpendekatanContextual Teaching and Learning yang meliputibagaimanapelaksanaanpembelajarandanteknikkegiatanuntuksiswapadapenerapan model pembelajarantersebut; 2) KegiatanInti, yaitu: a) Presentasi guru; b) Kegiatankelompok; c) Two Stay – Two Stray. Dua orang siswadarimasing-masingkelompokbertindaksebagaitamudanberkunjungsecaraterpisah, sedangkandua orang siswalainnyabertindaksebagaituanrumah. Tuan rumahbertugasmembagikanhasilkerjadaninformasimerekaketamumereka. Setelahmemperolehinformasidarituanrumah, tamumohondiridankembalikekelompokmasing-masingdanmelaporkantemuandarikelompok lain sertamencocokkanhasilkerjamereka; d) Presentasikelompok; dan e) Guru memberikansoal-soal yang berkaitandenganpermasalahansehari-harisebagailatihanbagisiswapadaakhirpembelajaran; 3) Penutup, yaitu: a) Guru dansiswamenyimpulkanhasilpembelajaran yang telahdipelajari; b) Guru memberikesempatankepadasiswauntukmengungkapkankesulitan yang dialamidalammengikutipembelajaran; dan c) Guru menyampaikanmateri yang akandibahaspadapertemuanberikutnyadanmenutuppembelajaran. Hasilobservasikemampuankomunikasimatematislisan yang telahdilakukanberupapersentaseuntukmasing-masingaktivitas yang diamatiadalah: 1) aspekkemampuanmengekspresikan ide-ide matematismelaluilisanmengalamipeningkatandari 0% padaprasiklusmenjadi 10,5% padasiklus I danmenjadi 33,5% padasiklus II, 2) aspekkemampuanmenginterpretasikan, danmengevaluasi ide-ide matematissecaralisanmengalamipeningkatandari 0% padaprasiklusmenjadi7,15% padasiklus I danmenjadi 31,3 % padasiklus II, 3) aspekkemampuandalammenggunakanistilah-istilah, notasi-notasimatematikadanstruktur-strukturnyauntukmenyajikan ide-ide, menggambarkanhubungan-hubungandengan model-model situasimengalamipeningkatandari 0% padaprasiklusmenjadi16% padasiklus I danmenjadi36% padasiklus II. Sedangkankemampuankoneksimatematisuntuksiswa yang mencapaiskorminimal baikmengalamipeningkatandari 0% padaprasiklusmenjadi50% padasiklus I danmenjadi75% padasiklus II. Kata Kunci :TSTS, CTL, kemampuankomunikasimatematislisan, kemampuankoneksi matematis

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
    Depositing User: Figur Hisnu Aslam
    Date Deposited: 05 Apr 2017 14:37
    Last Modified: 05 Apr 2017 14:37
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33259

    Actions (login required)

    View Item