PENGARUH MOTIVASI, PRESTASI DAN KONSEP DIRI TERHADAP KESIAPAN PRAKTEK KLINIK KEBIDANAN BAGI MAHASISWA TINGKAT II AKADEMI KEBIDANAN PAMENANG PARE KABUPATEN KEDIRI

AMPERIANA, SUKMA (2010) PENGARUH MOTIVASI, PRESTASI DAN KONSEP DIRI TERHADAP KESIAPAN PRAKTEK KLINIK KEBIDANAN BAGI MAHASISWA TINGKAT II AKADEMI KEBIDANAN PAMENANG PARE KABUPATEN KEDIRI. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (960Kb)

    Abstract

    Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka kematian ibu (AKI) yang cukup tinggi yaitu sekitar 307 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi 35 per 1.000 kelahiran hidup. (Kompas, 2005) Menurut Prof.dr.Azrul Azwar MPH (2005) dalam diskusi panel terkait Hari Kesehatan Sedunia 2005 yang diselenggarakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat 13.778 kematian ibu tiap tahun atau setiap dua jam ada dua ibu hamil, bersalin, nifas yang meninggal karena berbagai penyebab. Angka kematian ibu memang telah turun dibandingkan dengan tahun 1990 yang masih 450 per 100.000 kelahiran hidup. Namun, dilihat dari kecenderungan Millennium Development Goals yang menargetkan 125 per 100.000 kelahiran hidup tidak akan tercapai tanpa ada upaya percepatan. Penyebab langsung berkaitan dengan kematian ibu adalah komplikasi pada kehamilan, persalinan, dan nifas yang tidak tertangani secara baik dan tepat waktu. Dari hasil survei diketahui bahwa komplikasi penyebab kematian ibu yang terbanyak adalah perdarahan, hipertensi dalam kehamilan (eklampsia), infeksi, partus lama, dan komplikasi keguguran (JPNK-KR, 2002: i). Kejadian komplikasi pada ibu dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan sehingga pemeriksaan kesehatan pada saat hamil dan kehadiran serta pertolongan tenaga kesehatan yang terampil pada masa persalinan menjadi sangat penting (Syafrudin, 2008). Pendidikan kebidanan sebagai salah satu lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga bidan perlu mempersiapkan tenaga lulusan yang siap kerja dan memiliki ketrampilan yang memadai sehingga mampu menghadapi segenap tantangan dan kebutuhan masyarakat (Pusdiknakes, 2000). Kebutuhan terhadap tenaga terampil menjadi salah satu syarat mutlak agar masalah kesehata n ibu dan anak yang terjadi di masyarakat dapat diturunkan secara optimal. Salah satu upaya pengembangan tenaga terampil dalam pendidikan kebidanan adalah dengan penyelenggaraan mata kuliah praktik klinik kebidanan di-mana mahasiswa dilibatkan/ diterjunkan secara langsung dalam proses pemberian asuhan kebidanan terhadap pasien, sehingga mereka memiliki pengalaman langsung dan mendapatkan ketrampilan yang memadai untuk mampu melakukan pertolongan persalinan dengan benar dan mampu menghindari komplikasi, serta mampu mengambil keputusan yang tepat dalam melakukan pertolongan persalinan yang pada akhirnya mampu membantu program pemerintah dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi. Pelaksanaan praktik klinik kebidanan sebagai bagian integral pendidikan kebidanan akan mempersiapkan bidan untuk dapat prinsip dan ketrampilan klinik dan menstimulasi mahasiswa untuk menggunakan kemampuan berfikir kritis dan pemecahan masalah terhadap situasi nyata (Syarif dan Masoumi, 2005). Namun pengalaman klinik juga merupakan bagian pendidikan yang paling menyebabkan kecemasan. Penelitian Beck dan Srivasta (1994) menunjukkan bahwa program praktik menimbulkan stress karena rendahnya ketrampilan klinik, masuknya mahasiswa ke dalam lingkungan yang baru yang tidak mereka kenal sebelumnya, bertemunya mereka dengan pasien dengan berbagai masalah kompleks, merasa takut untuk berbuat kesalahan, dan merasa tertekan akibat dinilai / penilaian dari dosen (Syarif dan Masoum, 2005). Penelitian Hart dan Rotem dalam Syarif dan Masoum (2005) menunjukkan bahwa pengalaman klinik yang pertama kali merupakan pengalaman yang paling menyebabkan cemas. Munculnya kecemasan pada diri mahasiswa akan mempengaruhi kualitas pembelajaran mahasiswa dalam lingkungan klinik dimana kecemasan akibat lingkungan baru dan perasaan tidak mampu/ tidak berkompeten menghadapi situasi klinik akan menyebabkan mahasiswa tidak mampu berperan aktif dalam pembelajaran klinik, takut untuk melakukan sesuatu, menurunkan kemampuan berfikir kritis dan bahkan menyebabkan penurunan kemampuan untuk menerima dan mengolah informasi dengan baik.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RT Nursing
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Andika Setiawan
    Date Deposited: 13 Jul 2013 20:45
    Last Modified: 13 Jul 2013 20:45
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3322

    Actions (login required)

    View Item