PENGARUH EKSTRAK ETHANOL PROPOLIS TERHADAP PENINGKATAN EKSPRESI PROTEIN BAX DAN PENURUNAN PROLIFERASI SEL PADA KULTUR SEL KANKER PAYUDARA (CELL LINE MCF-7)

S, SIHWIDHI DIMAS (2017) PENGARUH EKSTRAK ETHANOL PROPOLIS TERHADAP PENINGKATAN EKSPRESI PROTEIN BAX DAN PENURUNAN PROLIFERASI SEL PADA KULTUR SEL KANKER PAYUDARA (CELL LINE MCF-7). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (140Kb)

    Abstract

    Sihwidhi Dimas Sudarmadi. S961302005. 2017. Pengaruh Ekstrak Ethanol Propolis Terhadap Peningkatan Ekspresi Protein Bax dan Penurunan Proliferasi Sel Pada Kultur Sel Kanker Payudara (Cell Line MCF-7). TESIS. Pembimbing I : dr. Suradi Maryono, SpPD-KHOM FINASIM, Pembimbing II : Prof. Dr. dr. Bambang Purwanto, SpPD-KGH FINASIM. Program PPDS I Ilmu Penyakit Dalam. Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang : Kanker payudara merupakan penyebab kematian tersering pada wanita, dimana kasus kanker payudara lebih banyak terjadi di negara berkembang. Tamoxifen telah banyak digunakan sebagai pengobatan kanker payudara, bekerja sebagai inhibitor kompetitif ikatan estrogen dengan ERα, secara langsung dapat menginduksi apoptosis. Propolis diketahui memiliki aktivitas anti kanker, melalui induksi apoptosis dan melalui penghambatan proliferasi dalam siklus sel. Bax termasuk kelompok famili protein B-cell lymphoma 2 yang berperan sebagai apoptosis jalur intrinsik. Tujuan Penelitian : Mengetahui efek anti kanker ekstrak ethanol propolis (EEP) yang berasal dari Kerjo, Karanganyar pada kultur sel kanker payudara (MCF-7) melalui potensinya sebagai antikanker dalam meningkatkan ekspresi protein Bax dan menurunkan proliferasi sel. Metode Penelitian : Merupakan penelitian experimental laboratories, post test with control group design. Dilakukan pada sel MCF-7 dengan perlakuan pemberian konsentrasi EEP (½IC50, IC50, 2IC50), tamoxifen IC50, kombinasi EEP IC50 + tamoxifen IC50, dan kontrol. Pengamatan ekspresi protein bax dengan metode imunositokimia dan pengamatan proliferasi sel dengan doubling time. Uji statistik menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji post hoc Tuckey. Dinyatakan bermakna bila p<0,05. Hasil Penelitian : Konsentrasi penghambatan 50% sel MCF-7 (IC50) oleh EEP= 121 μg/mL, dan oleh Tamoxifen= 27 μg/mL. EEP konsentrasi ½IC50 (p=0,001), IC50 (p=0,001), 2IC50 (p=0,001), Tamoxifen IC50 (p=0,001), dan EEP+Tamoxifen (p=0,001) mampu meningkatkan ekspresi protein bax. Hasil uji ANOVA menghasilkan p=0,001, menunjukkan masing-masing kelompok berbeda secara menyakinkan. Kekuatan EEP 2IC50 menghasilkan dampak lebih besar dibanding kelompok lain (p<0,05). Kekuatan EEP 2IC50 setara dengan Tamoxifen IC50 dalam menekan proliferasi 24jam (p>0,05). Kekuatan EEP 2IC50 setara dengan gabungan Tamoxifen IC50 dan EEP IC50 dalam menekan proliferasi 48jam (p>0,05). Kekuatan EEP 2IC50 setara dengan gabungan Tamoxifen IC50 dan EEP IC50 dalam menekan proliferasi 72jam (p>0,05). Kesimpulan : Semua konsentrasi EEP meningkatkan ekspresi protein bax, dengan kelompok EEP 2IC50 memberikan efek paling kuat. Semua konsentrasi EEP mampu menurunkan proliferasi sel, dengan kelompok EEP 2IC50, gabungan Tamoxifen IC50 dan EEP IC50 memberikan efek paling kuat. Kata kunci : Ekstrak ethanol propolis, bax, apoptosis, proliferasi, sel MCF-7

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Kuni Nur Aini
    Date Deposited: 04 Apr 2017 23:04
    Last Modified: 04 Apr 2017 23:04
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33203

    Actions (login required)

    View Item