Efek Proteksi Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) terhadap Integritas Mukosa Bronkus Mencit Model Asma Alergi

Nafisah, Ayati Jauharotun (2017) Efek Proteksi Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) terhadap Integritas Mukosa Bronkus Mencit Model Asma Alergi. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (582Kb)

    Abstract

    Latar Belakang: Pengobatan jangka panjang penyakit asma menggunakan kortikosteroid memiliki beberapa efek samping lokal maupun sistemik, sehingga perlu terapi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Teh hijau (Camellia sinensis) mengandung senyawa flavonoid yang menjanjikan untuk mengatasi penyakit asma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek proteksi ekstrak teh hijau (Camellia sinensis) terhadap integritas mukosa bronkus mencit model asma alergi. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium post test only controlled group design. Subjek penelitian adalah 25 ekor mencit (Mus musculus) BALB/c jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok (kontrol normal, asma alergi, kontrol positif, perlakuan 1 dan perlakuan 2). Dosis deksametason 0,014 mg/20 g BB diberikan sebagai kontrol positif. Ekstrak teh hijau dosis 11,2 mg/20 g BB dan 22,4 mg/20 g BB diberikan pada kelompok perlakuan 1 dan 2. Mencit model asma alergi diinduksi ovalbumin sesuai penelitian Barlianto et al. (2009). Setelah 63 hari, preparat histologis dinilai derajat kerusakan mukosa bronkusnya menggunakan modifikasi skor Manja Barthel. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan Kruskal-Wallis dilanjutkan Mann-Whitney menggunakan program SPSS 22,0. Pada analisis data digunakan batas kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian: Proporsi tertinggi kelompok hewan uji dengan kerusakan derajat 2 terdapat pada kelompok asma alergi yaitu sebanyak 36,7%. Proporsinya menurun pada kelompok lain yaitu kelompok kontrol normal, kontrol positif, perlakuan 2 dan perlakuan 1 (20%, 16,7%, 16,7% dan 13,3%). Hasil uji Kruskal-Wallis diperoleh perbedaan yang bermakna di antara kelima kelompok sampel (p= 0,007). Pada uji Mann-Whitney didapatkan perbedaan signifikan integritas mukosa bronkus mencit antara kelompok asma alergi dengan kelompok perlakuan 1 dan perlakuan 2 dengan p= 0,001. Sedangkan untuk kelompok perlakuan 1 dan perlakuan 2 perbedaannya tidak bermakna secara statistik (p= 0,667). Simpulan: Ekstrak teh hijau memberikan efek proteksi pada mukosa bronkus mencit model asma alergi. Kata kunci: teh hijau, asma, ovalbumin, mukosa bronkus, histologi

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > RB Pathology
    R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Figur Hisnu Aslam
    Date Deposited: 04 Apr 2017 16:50
    Last Modified: 04 Apr 2017 16:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33166

    Actions (login required)

    View Item