Identifikasi Fitokimia Hernal Indonesia sebagai Antagonis Aldosteron untuk Terapi Gagal Jantung dengan Metode Molecular Docking

SETYAWAN, ARIFIN NUR (2017) Identifikasi Fitokimia Hernal Indonesia sebagai Antagonis Aldosteron untuk Terapi Gagal Jantung dengan Metode Molecular Docking. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (827Kb)

    Abstract

    Latar Belakang: Gagal Jantung adalah suatu kondisi dimana jantung tidak mampu memompa darah secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Antagonis aldosteron digunakan sebagai terapi gagal jantung karena dapat menghambat remodelling. Antagonis aldosteron memiliki beberapa efek samping karena kurang selektif. Hal ini mendorong pencarian obat dengan efek samping yang lebih sedikit. Tanaman herbal Indonesia banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat di masyarakat dan berpotensi dikembangkan sebagai obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi fitokimia herbal Indonesia yang dapat berperan sebagai antagonis aldosteron. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian bioinformatika dengan metode molecular docking. Struktur tiga dimensi reseptor mineralokortikoid (MR) didapatkan dari laman Protein Data Bank (PDB) dengan kode akses 3VHU. Standar spironolakton didapatkan dari laman ZINC database dengan kode akses ZINC03977913. Senyawa aktif diperoleh dari HerbalDB dan struktur tiga dimensi senyawa diperoleh dari PubChem National Center for Biotechnology Information (NCBI). Penelitian ini menggunakan perangkat lunak AutoDock Vina version 1.1.2 untuk menganalisis energi ikatan dan PyMol 1.3 untuk visualisasi. Hasil Penelitian: Penelitian ini menggunakan 517 senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman herbal Indonesia. Hasil docking dan visualisasi pada penelitian ini memperlihatkan senyawa strychnine, gentisin, sojagol, eurycomalactone, strigol, dan progesteron secara berurutan memiliki skor docking lebih rendah dari pada antagonis aldosteron (-9,8 kkal/mol, -9,9 kkal/mol, -10,1 kkal/mol, -10,2 kkal/mol, -10,6 kkal/mol dan -11,5 kkal/mol) dan berinteraksi dengan ligand binding domain MR. Simpulan Penelitian: Senyawa sojagol memiliki kemiripan tertinggi dengan aktivitas antagonis aldosteron pada MR karena dapat menempati beberapa tempat ikat antagonis aldosteron secara komputasi. Oleh karena itu, senyawa ini diharapkan dapat bersifat antagonis terhadap aldosteron.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > RB Pathology
    R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Figur Hisnu Aslam
    Date Deposited: 04 Apr 2017 16:40
    Last Modified: 04 Apr 2017 16:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33162

    Actions (login required)

    View Item