Model Transformasi Moral Ekonomi Pengrajin Batik di Surakarta melalui Pendidikan Luar Sekolah

LUTFIAAZAHRA, ALIFTA (2017) Model Transformasi Moral Ekonomi Pengrajin Batik di Surakarta melalui Pendidikan Luar Sekolah. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1069Kb)

    Abstract

    Alifta Lutfiaazahra. S991502002. Model Transformasi Moral Ekonomi Pengrajin Batik di Surakarta melalui Pendidikan Luar Sekolah. Tesis. Pembimbing: Prof. Dr. Asri Laksmi Riani, M. S. Kopembimbing: Dr. Dewi Kusuma Wardani, M. Si. Program Studi Magister Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui nilai sosial budaya pengrajin batik di Surakarta; (2) mengetahui dilema moral ekonomi pengrajin batik di Surakarta; (3) mengetahui peran Pendidikan Luar Sekolah dalam mentransformasi moral ekonomi pengrajin batik; (4) mengetahui model transformasi moral ekonomi pengrajin batik di Surakarta. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan strategi penelitian studi kasus tunggal. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik non-probabilitas sampling dengan purposive sampling dan snowball sampling. Validitas data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui model triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan menggunakan bahan referensi yang mendukung data yang terkumpul. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Tahap analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dilema moral ekonomi pengrajin batik di Surakarta. Dilema moral ekonomi tersebut diantaranya: pemasaran yang masif dari pengrajin batik yang besar, sehingga mengalahkan pengrajin batik yang kecil, penentuan harga yang lebih murah dengan produk yang sama, dari pada pengrajin batik yang lain, belum adanya kesadaran menerapkan hak cipta untuk desain batik yang telah dibuat, dan tidak memperhatikan alat keselamatan kerja. Pendidikan Luar Sekolah dengan spesifikasi pendidikan non formal yang berupa pelatihan-pelatihan terhadap pengrajin batik hanya berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi pengrajin batik, yaitu hanya memajukan kegiatan produksi dan distribusi batik. Pendidikan Luar Sekolah belum berpengaruh terhadap penerapan nilai dan norma kepada pengrajin batik. Nilai dan norma yang belum sepenuhnya diterapkan, bisa mengakibatkan terjadinya ketidaksesuaian dengan nilai dan norma di masyarakat yang berupa pencemaran lingkungan karena limbah batik. Berdasarkan hal tersebut, sebaiknya pendidikan luar sekolah memberikan pelatihan mengenai green economy (ekonomi hijau), sebagai konsep ekonomi yang menghasilkan keadilan sosial, dan dapat mengurangi risiko lingkungan juga kelangkaan sumber daya ekologis. Kata kunci: Nilai Sosial Budaya, Moral Ekonomi, Pengrajin Batik, Pendidikan Luar Sekolah

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Ekonomi
    Depositing User: Figur Hisnu Aslam
    Date Deposited: 04 Apr 2017 16:19
    Last Modified: 04 Apr 2017 16:19
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33158

    Actions (login required)

    View Item