PRIORITAS REHABILITASI JALAN DI KABUPATEN KARANGANYAR BERDASARKAN METODE PENILAIAN KINERJA

Achmadi, Farid (2017) PRIORITAS REHABILITASI JALAN DI KABUPATEN KARANGANYAR BERDASARKAN METODE PENILAIAN KINERJA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (132Kb)

    Abstract

    Sistem evaluasi dan monitoring kondisi jalan perlu dilakukan secara rutin agar kinerja dan kondisi jalan terpantau. Hal ini diperlukan sebagai salah satu tahapan dalam penentuan prioritas rehabilitasi jalan agar tepat sasaran. Tingkat kerataan jalan (International Roughness Index, IRI) merupakan salah satu indikator tingkat pelayanan dari suatu perkerasan jalan yang sangat berpengaruh pada kenyamanan pengemudi (riding quality). Sedangkan tingkat kerusakan jalan secara visual biasa menggunakan surface distress index (SDI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prioritas rehabilitasi jalan di Kabupaten Karanganyar. Lokasi penelitian di 4 (empat) kecamatan di Kabupaten Karanganyar, yaitu Colomadu, Jaten, Tasikmadu dan Karanganyar. Penelitian menggunakan dua metode, yaitu IRI dan SDI. Estimasi nilai IRI diperoleh dengan menggunakan Roadroid, sebuah program aplikasi berbasis Android melalui smartphone. Dengan dipasang secara semipermanen pada kendaraan, smartphone akan mengirimkan sinyal getaran kendaraan yang merupakan estimasi nilai IRI, dan dari nilai IRI tersebut dapat diketahui tingkat kondisi jalan secara cepat, mudah, praktis, dan ekonomis dengan hasil mendekati nilai IRI yang sesungguhnya. Sedangkan nilai SDI diperoleh melalui pengamatan visual lapangan dengan bantuan kamera perekaman. Rata-rata estimasi nilai IRI kemudian dibandingkan dengan tingkat pelayanan jalan (V/C ratio) untuk mengetahui kinerja jalan berdasarkan fungsi. Hasil kinerja jalan berdasarkan fungsi ini kemudian dibandingkan dengan kinerja jalan berdasarkan fisik dari hasil SDI. Hasil dari kinerja jalan berdasarkan fisik dan fungsi tersebut kemudian dianalisis lebih lanjut melalui metode analytical hierarchy process (AHP) dengan pertimbangan faktor ekonomi, pengembangan kawasan, serta kebijakan. Hasilnya, faktor ekonomi mendapatkan bobot 0,376, pengembangan kawasan sebesar 0,359 dan faktor kebijakan sebesar 0,265. Dalam faktor pengembangan kawasan, untuk subkriteria industri menghasilkan bobot 0,301; pertanian 0,317; pariwisata 0,197; dan permukiman 0,185. Sedangkan untuk faktor kebijakan, subkriteria usulan menghasilkan bobot 0,667; dan ketersediaan dana sebesar 0,333. Bobot yang diperoleh menghasilkan urutan prioritas untuk segera ditangani, yaitu : 1) Ruas Jalan Tasikmadu-Dagen, 2) Ruas Jalan Tasikmadu-Kebakkramat, 3) Ruas Jalan Ngringo-Perumnas Palur, dan 4) Ruas Jalan Colomadu-Banyuanyar, dan seterusnya. Kata kunci: International Roughness Index (IRI), surface distress index (SDI), Karanganyar, Roadroid, AHP

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Teknik Sipil - S2
    Depositing User: Cantya Dyana Larasati
    Date Deposited: 04 Apr 2017 13:39
    Last Modified: 04 Apr 2017 13:39
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33148

    Actions (login required)

    View Item