EFEK TERAPI EKSTRAK DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS (Rattus norvegicus) MODEL HIPERKOLESTEROLEMIA

Suristio, Agung Budi (2017) EFEK TERAPI EKSTRAK DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS (Rattus norvegicus) MODEL HIPERKOLESTEROLEMIA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (295Kb)

    Abstract

    Pendahuluan:Penyakit fatty liver merupakan penyakit hepar yang paling sering terjadi di dunia termasuk Indonesia. Sekitar 2-3% nya mengalami progresi ke arah sirosis hepatis. Kondisi tersebut didasari oleh stres oksidatif. Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) yang mengandung flavonoid, saponin, dan tanin diduga mampu memperbaiki kerusakan hepar dari paparan radikal bebas lemak babi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek terapi ekstrak daun ciplukan terhadap struktur histopatologi hepar tikus model hiperkolesterolemia yang dipapar lemak babi dan pengaruh peningkatan dosis ekstrak terhadap efek terapinya. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan the post test only controlled group design. Subjek penelitian berupa tikus (Rattus norvegicus) jantan, berumur 2-3 bulan, dan berat badan 150-200 gram. Sampel 24 tikus dibagi secara random dalam 4 kelompok, masing-masing terdiri dari 6 tikus. Tikus Kelompok Kontrol Normal (KKN) diberi akuades, Kelompok Kontrol Negatif (KK-) diberi lemak babi 2 mL, Kelompok Perlakuan 1 dan 2 (KP1 dan KP2) diberi ekstrak daun ciplukan dan lemak babi. Dosis ekstrak untuk KP1 100 mg/200 g BB tikus dan KP2 300 mg/200 g BB tikus. Perlakuan diberikan 14 hari berturut-turut, yaitu pada hari ke 8-21. Pada hari ke-22 tikus diterminasi secara neck dislocation dan hepar tikus dibuat preparat dengan pengecatan Hematoxylin Eosin. Besarnya perlemakan sel hepar dihitung dengan menjumlahkan sel hepar yang mempunyai vakuola dari tiap 100 sel hepar disekitar vena sentralis. Data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA dan uji Post Hoc (α=0,05). Hasil:Jumlah rerata sel hepar bervakuola pada KKN, KK-, KP1, dan KP2 berturut-turut sebesar 8,83 ± 1,33; 48,83 ± 1,72; 34,33 ± 1,37; dan 20,50 ± 2,43 sel. Uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan rerata jumlah perlemakan sel hepar yang signifikan dengan nilai p=0,000 (p<α). Uji Post Hoc juga menunjukkan nilai p pada masing-masing pasangan antar kelompok sebesar 0,000 (p<α). Kesimpulan: Ekstrak daun ciplukan (Physalis angulata L.) memberi efek terapi terhadap struktur histopatologi hepar tikus yang dipapar lemak babi, sebanding dengan peningkaan dosis ekstrak yang diberikan. Kata Kunci:Ekstrak daun ciplukan, lemak babi, perlemakan histopatologi hepar.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Yanny Wulandari
    Date Deposited: 03 Apr 2017 18:43
    Last Modified: 03 Apr 2017 18:43
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33089

    Actions (login required)

    View Item