KAJIAN KRIMINOLOGI TINDAK PIDANA CYBER BULLYING MELALUI FACEBOOK (STUDI KASUS DIMAS YULIAN DAN FAJAR PURNOMO VS. MAWARDI)

NASTI, BETARI MAULIDA (2017) KAJIAN KRIMINOLOGI TINDAK PIDANA CYBER BULLYING MELALUI FACEBOOK (STUDI KASUS DIMAS YULIAN DAN FAJAR PURNOMO VS. MAWARDI). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (3535Kb)

    Abstract

    Penulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji secara kriminologi tindak pidana cyber bullying yang dilakukan melalui facebook dan juga upaya penanggulangan yang dilakukan Kepolisian Resor Klaten untuk menanggulangi tindak pidana tersebut. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian empiris. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan studi kasus. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui buku-buku, jurnal ilmiah, dan sebagainya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan teknik wawancara dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh hasil bahwa obyek kajian kriminologi mencakup tiga hal, yaitu tindak pidana, pelaku tindak pidana, dan reaksi masyarakat terhadap keduanya. Kemudian obyek kajian tersebut dianalisis menggunakan teori-teori kriminologi. Tindak pidana cyber bullying, yaitu perbuatan yang dilakukan untuk mengganggu ataupun menindas orang yang lebih dengan menggunakan media internet dengan maksud agar pelaku merasa menang dan korban merasa kalah. Lalu tindak pidana cyber bullying ini dianalisis menggunakan teori Anomie. Pelaku tindak pidana cyber bullying pastilah melakukan kejahatannya dikarenakan adanya faktor-faktor penyebab kejahatan, yaitu faktor yang bersumber dari dalam diri pelaku (faktor intern) dan faktor dari luar diri pelaku (faktor ekstern). Setelah diketahui faktor-faktor tersebut dikaji menggunakan teori Social Anomalies. Reaksi masyarakat terhadap tindak pidana dan pelaku tindak pidana cyber bullying. Pertama, masyarakat masih cenderung permisif atau cenderung acuh tak acuh dan tidak peduli dengan bentuk kejahatan ini. Kedua, disisi lain masih ada beberapa masyarakat yang mengetahui bentuk kejahatan ini dan memperdulikan adanya kejahatan cyber bullying dengan membuat forum atau menjadi aktivis. Analisis reaksi masyarakat ini menggunakan teori Social interactionist. Kemudian dari ketiga obyek penelitian tersebut penulis menganalisis menggunakan teori-teori yang telah ada. Lalu untuk menanggulangi tindak pidana tersebut maka aparat penegak hukum melakukan upaya-upaya agar kejahatan tersebut dapat diatasi, dalam hal ini upaya penanggulangan tersebut adalah upaya preemtif, preventif, dan represif yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Klaten. Upaya preemtif adalah upaya pencegahan dini yang dilakukan sebelum upaya preventif yaitu dengan penyuluhan. Upaya preventif yaitu upaya pencegahan dengan tindakan penyuluhan dan layanan pengaduan masyarakat. Upaya represif yaitu penanggulangan dengan dilakukannya penyelidikan dan penyidikan. Kata kunci: Kriminologi, Cyber Bullying, Penanggulangan

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Cantya Dyana Larasati
    Date Deposited: 03 Apr 2017 15:02
    Last Modified: 03 Apr 2017 15:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33070

    Actions (login required)

    View Item