Pengaruh Dislipidemia terhadap Kejadian Disfungsi Ereksi pada Pasien Diabates Melitus Tipe 2 di RSUD Dr. Moewardi

A, I WAYAN RENDI (2017) Pengaruh Dislipidemia terhadap Kejadian Disfungsi Ereksi pada Pasien Diabates Melitus Tipe 2 di RSUD Dr. Moewardi. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (601Kb)

    Abstract

    ABSTRAK I Wayan Rendi Awendika, G0013115, 2016. Pengaruh Dislipidemia terhadap Kejadian Disfungsi Ereksi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Dr. Moewardi Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 diperkirakan akan semakin meningkat pada masa mendatang. Salah satu komplikasi jangka panjang dari diabetes melitus adalah diabetic autonomy neuropathy yang memiliki peran penting terjadinya disfungsi ereksi. Keadaan lain yang dapat terjadi pada penderita diabetes melitus adalah adanya gangguan metabolisme lipid sehingga menimbulkan kadar profil lipid dalam darah melewati batas normal yang dikenal dengan dislipidemia. Dislipidemia dapat menyebabkan asterosklerosis hingga vaskulopati yang merupakan salah satu risiko meningkatnya kejadian disfungsi ereksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dislipidemia terhadap kejadian disfungsi ereksi pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Dr. Moewardi. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi. Sampel terdiri dari 40 pasien yang diambil dengan teknik consecutive sampling dengan restriksi kriteria inklusi dan eksklusi. Semua responden diminta untuk menunjukan hasil pemeriksaan profil lipid dan selanjutnya mengisi kuesioner International Index of Erectile Dysfunction (IIEF) 5. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji Chi-square dengan nilai kemaknaan p < 0,05. Hasil Penelitian: Penelitian ini memiliki responden dengan rerata usia 54,65±5,17 tahun, rerata nilai HDL 40,95±9,76 mg/dl, rerata nilai LDL 106±36,17 mg/dl, rerata nilai kolesterol total 186,2±37,78 mg/dl, rerata nilai trigliserid 176,23±88,15 mg/dl, dan rerata penjumlahan kuisioner IIEF-5 18,10±4,37. Hasil analisis didapatkan perbedaan yang bermakna antara pasien diabetes melitus tipe 2 dengan dislipidemia (n=20) dan nondislipidemia (n=20). Dislipidemia pada diabetes melitus meningkatkan risiko disfungsi ereksi sebesar 11 kali dibanding nondislipidemia (OR = 11,00; p = 0,002). Dari masing-masing nilai profil lipid juga memiliki pengaruh terhadap terjadinya disfungsi ereksi kolesterol total (OR = 8,25; p = 0,063), LDL (OR = 17,46; p = 0,002), HDL (OR = 9,60; p = 0,030), dan trigliserid (OR = 5,11; p = 0,080). Simpulan: Ada pengaruh dislipidemia yang secara statistik bermakna terhadap risiko kejadian disfungsi ereksi pada pasien diabetes melitus tipe 2. Dislipidemia pada diabetes melitus tipe 2 meningkatkan risiko kejadian disfungsi ereksi sebesar 11 kali dibanding dengan diabetes melitus tanpa dislipidemia dan LDL memiliki peran paling besar dalam terjadinya disfungsi ereksi. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Disfungsi Ereksi, Dislipidemia

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 03 Apr 2017 14:40
    Last Modified: 03 Apr 2017 14:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33066

    Actions (login required)

    View Item