sikap masyarakat pecinta dangdut terhadap komunitas temon holic di surakarta (studi deskriptif kuantitatif sikap masyarakat pecinta dangdut terhadap komunitas temon holic di surakarta)

SUKMA, ZENDY ADJI (2017) sikap masyarakat pecinta dangdut terhadap komunitas temon holic di surakarta (studi deskriptif kuantitatif sikap masyarakat pecinta dangdut terhadap komunitas temon holic di surakarta). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1401Kb)

    Abstract

    ABSTRAK ZENDY ADJI SUKMA (D1212077), SIKAP MASYARAKAT PECINTA DANGDUT TERHADAP KOMUNITAS TEMON HOLIC DI SURAKARTA. (Studi Deskriptif Kuantitatif Sikap Masyarakat Pecinta Dangdut Terhadap Komunitas Temon Holic di Surakarta) Musik dangdut merupakan musik yang akrab di telinga masyarakat Indonesia, namun dalam prakteknya terdapat pandangan negatif dari masyarakat terhadap pertunjukan dangdut yang dinilai rusuh dan berbau pornografi. Hal ini mendasari dibentuknya Komunitas Temon Holic, yaitu Komunitas yang spesifik berkecimpung dalam pertunjukan musik dangdut sebagai Pasukan Joget. Komunitas ini berusaha menyampaikan pesan bahwa musik dangdut tidak identik dengan kerusuhan dan pornografi. Pesan tersebut disosialisasikan dengan Kampanye Joget Damai dengan peraturan anti alkohol, anti rusuh dan anti melecehkan wanita. Penelitian ini akan mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana respon masyarakat pecinta dangdut terhadap pesan yang berusaha dikomunikasikan komunitas Temon Holic tersebut ditinjau dari sikapnya dengan menggunakan acuan teori dari F.J. Engel yang membagi sikap dalam tiga komponen yaitu kognitif, afektif dan konatif. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat Surakarta yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel, yakni menyukai musik dangdut, tahu Komunitas Temon Holic dan berusia >12 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling. Variabel penelitian ini adalah sikap masyarakat. Sumber data menggunakan data primer. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan editing dan tabulating. Teknik riset survai menggunakan kuesioner dan teknik analisis data menggunakan Tabel Distribusi Frekuensi dan Analisa Top Two Boxes, yakni perhitungan presentase dari dua skala teratas (sangat setuju dan setuju) untuk memudahkan dalam proses interpretasi dan analisis. Hasil Penelitian menunjukan secara umum responden telah mengetahui adanya Komunitas Temon Holic. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya respon positif dalam komponen kognitif berupa pengetahuan terhadap keberadaan komunitas Temon Holic di Surakarta dengan presentase top two boxes sebesar 76%. Komponen afektif berupa dukungan terhadap keberadan komunitas Temon Holic memiliki presentase top two boxes 77%. Namun masyarakat belum begitu terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan Komunitas Temon Holic dan masih cenderung bersifat pasif atau hanya menganggap Komunitas Temon Holic sebagai objek tontonan atau hiburan belaka dan belum ada keinginan untuk bergabung didalamnya. Hal ini ditunjukkan dengan nilai top two boxes 26%. Sehingga secara keseluruhan dapat disimpulkan sikap masyarakat terhadap Komunitas Temon Holic positif. Kata kunci : Komunikasi, Sikap, Masyarakat, Komunitas, Dangdut

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Figur Hisnu Aslam
    Date Deposited: 03 Apr 2017 05:22
    Last Modified: 03 Apr 2017 05:22
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33033

    Actions (login required)

    View Item