PERILAKU LENTUR PELAT BETON BERTULANG YANG DITAMBAL DENGAN UPR-MORTAR: Studi Pengaruh Letak Pembebanan

PRADANA, DINARIO REZA (2017) PERILAKU LENTUR PELAT BETON BERTULANG YANG DITAMBAL DENGAN UPR-MORTAR: Studi Pengaruh Letak Pembebanan. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (162Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Dinario Reza Pradana, 2017, Perilaku Lentur Pelat Beton Bertulang yang Ditambal dengan UPR-Mortar: Studi Pengaruh Letak Pembebanan, Tugas Akhir Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Pelat beton bertulang merupakan struktur tipis yang dibuat dari beton bertulang dengan bidang yang arahnya horizontal, dan beban yang bekerja tegak lurus pada struktur tersebut. Pelat beton bertulang yang telah direncanakan sesuai standar tertentu, tidak menutup kemungkinan terjadinya suatu kerusakan. Spalling adalah mengelupasnya bagian beton yang diakibatkan oleh korosi tulangan beton yang dapat meningkatkan volume karat pada tulangan. Metode perbaikan secara penambalan (patching repair method) adalah metode perbaikan yang paling tepat direkomendasikan untuk perbaikan beton akibat laju korosi yang merusak selimut beton. Penelitian ini akan mengkaji mengenai perilaku lentur pada pelat beton yang diperbaiki dengan UPR- Mortar dengan pengaruh dari variasi letak pembebanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan benda uji pelat beton bertulang berukuran panjang 1350 mm, lebar 800 mm dan tinggi 80 mm, dengan tulangan pokok 5D9,9 mm dan tulangan bagi 7Ø6,8 mm. Pengujian dilakukan pada umur beton 90 hari. Total benda uji sebanyak 6 buah dengan spesifikasi berupa pelat beton bertulang normal (P1), pelat dengan coakan tanpa repair (P2), pelat repair dengan pembebanan sentris (P3), pelat repair dengan pembebanan di antar repair dan pelat beton (P6), pelat repair dengan pembebanan eksentris pada satu sumbu (P7), dan pelat repair dengan pembebanan eksentris pada dua sumbu (P8). Hasil penelitian perbaikan menggunakan UPR-Mortar dengan variasi letak pembebanan mempengaruhi kemampuan benda dalam menahan beban. Pola retak terjadi pada daerah pelat beton tanpa perbaikan UPR-Mortar. Prosentase perubahan dibandingkan dengan pelat normal P1. Pada fase retak awal penurunan 3,704% untuk P2, 18,519% untuk P3 dan peningkatan 25,926% untuk P6, 51,852% untuk P7, 48,148% untuk P8. Pada fase runtuh penurunan 1,333% untuk P2, 14,667% untuk P3 dan peningkatan 6,667% untuk P6, 26,667% untuk P7, 13,333% untuk P8. Nilai daktilitas mengalami penurunan 15,561% untuk P2, 19,907% untuk P3 dan peningkatan 4,182% untuk P6, 48,786% untuk P7, 32,981 untuk P8. Nilai indeks kekakuan mengalami peningkatan 0,040% untuk P2, 0,187% untuk P3, 7,739% untuk P6, 2,237% untuk P7, dan 1,994% untuk P8. Pada P1, P2, dan P3 mengalami keruntuhan lentur, sedangkan pelat P6, P7, dan P8 mengalami keruntuhan punching shear. Pada penelitian ini P3 mengalami slip atau tidak menyatunya beton dengan UPR-Mortar. Kata kunci : Pelat beton bertulang, UPR-Mortar, perilaku lentur, metode perbaikan, spalling

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 31 Mar 2017 22:54
    Last Modified: 31 Mar 2017 22:54
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32988

    Actions (login required)

    View Item