Hubungan Antara Konsumsi Serat dengan Kejadian Konstipasi pada Anak Usia 2-3 Tahun di Surakarta

B, NUZULA CHAFIDH A (2017) Hubungan Antara Konsumsi Serat dengan Kejadian Konstipasi pada Anak Usia 2-3 Tahun di Surakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (33Kb)

    Abstract

    Nuzula Chafidh Al Barqi, G0013184, 2016. Hubungan Antara Konsumsi Serat Dengan Kejadian Konstipasi Pada Anak Usia 2 – 3 Tahun di Surakarta, Skripsi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Konstipasi adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh anak. Bukti hubungan antara konsumsi serat dengan kejadian kosntipasi mulai ditemukan pada beberapa penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi serat dengan kejadian konstipasi pada anak usia 2-3 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan pendekatan cohort prospective yang dilaksanakan selama 5 minggu. Subyek anak usia 2-3 tahun (n=62) di Kota Surakarta dipilih secara acak melalui multistage random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Subyek penelitian terbagi rata ke dalam 2 kelompok, yakni kelompok dengan konsumsi serat cukup dan kelompok dengan konsumsi serat kurang. Variabel yang diteliti adalah konsumsi serat dan konstipasi. Konsumsi serat diukur melalui teknik food record 24 jam sebanyak 3 kali. Kejadian konstipasi diukur 4 minggu setelah pengukuran konsumsi serat dengan menggunakan kuesioner Rome III. Data dianalisis dengan uji Chi-Square. Setelah itu, dibentuk model regresi logistik dengan memasukkan variabel lain, yakni konsumsi cairan harian, alergi susu sapi, dan riwayat konstipasi keluarga untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi terjadinya kejadian konstipasi pada anak usia 2-3 tahun. Hasil: Hasil studi menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik antara konsumsi serat dengan kejadian konstipasi pada anak (p=0,029 dengan taraf signifikasi α = 0,05) dengan nilai RR 3,3333 (95% CI: 1,0138-10,9604). Faktor lain yang berhubungan dengan kejadian konstipasi adalah konsumsi cairan (p=0,025 dengan taraf signifikasi α = 0,05) dengan nilai RR 3,1154 (95% CI: 1,0747-9,0311). Alergi susu sapi (p=0,802 dengan taraf signifikasi α = 0,05) dengan nilai RR 0,843 (95% CI: 0,2167 – 3,279) dan riwayat konstipasi pada keluarga (p=0,956 dengan taraf signifikasi α = 0,05) dengan nilai RR 1,0526 (95% CI: 0,1699 – 6.5210) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan kejadian konstipasi. Simpulan Penelitian: Terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi serat dengan kejadian konstipasi anak usia 2-3 tahun. Anak dengan konsumsi serat kurang memiliki peluang 3,333 kali lebih besar mengalami konstipasi Kata Kunci: konstipasi, konsumsi serat, anak-anak, kohort prospektif

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 31 Mar 2017 16:54
    Last Modified: 31 Mar 2017 16:54
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32981

    Actions (login required)

    View Item