Health Belief Model Tentang Perilaku Pencegahan Infeksi Menular Seksual Pada Wanita Pekerja Seks

WULAND, YENNI APRIANA (2017) Health Belief Model Tentang Perilaku Pencegahan Infeksi Menular Seksual Pada Wanita Pekerja Seks. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (269Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Prevalansi IMS di Indonesia sebesar 32.711 kasus HIV dan 5.494 kasus AIDS (2014). Dinkes Surakarta (2015) ditemukan 71 kasus IMS terdiri dari 18 orang HIV, 47 orang AIDS, dan 6 orang Siphilis. Seorang WPS akan berganti-ganti pasangan seksual setiap hari yang akan berpengaruh terhadap perilaku kesehatan. Risiko 12 kali lebih tinggi untuk WPS tertular virus HIV daripada orang setia kepada pasangan. Kesadaran berperilaku seksual yang aman, dengan penggunaan kondom dapat mengurangi 85% risiko penularan HIV. Pembentukan klinik IMS untuk meningkatkan perilaku pencegahan IMS. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan health belief model (HBM) tentang perilaku pencegahan IMS pada WPS Subjek dan Metode: Studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional . Pelaksanaan pada Agustus-Oktober 2016 di Kecamatan Banjarsari Surakarta, Indonesia. Populasi penelitian sebanyak seluruh WPS di Kecamatan Banjarsari. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, sampel sebanyak 130 WPS.Variabel independen yaitu persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat,hambatan perilaku sehat, efikasi diri,stimulus tindakan. Variabel dependen yaitu perilaku pencegahan infeksi menular seksual. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis regresi logistik . Hasil: Terdapat pengaruh positif persepsi kerentanan (OR=8,97; CI=95%; 1.612 hingga 49,891; p=0.012), persepsi keparahan (OR=4,02; CI=95%; 1,138 hingga 14,168; p=0,31), persepsi manfaat (OR=5,63; CI=95%; 1,095 hingga 28,906; p=0,39), persepsi hambatan (OR=0,17; CI=95%; 0,023 hingga 0,702; p=0,018), efikasi diri (OR=7,32; CI=95%; 1.180 hingga 29,286; p=0,05), stimulus tindakan (OR=5,10; CI=95%; 1,102 hingga 23,579; p=0,37) terhadap perilaku pencegahan infeksi menular seksual. Kesimpulan:Terdapat pengaruh persepsi kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, efikasi diri, dan stimulus tindakan (cues to action) terhadap perilaku pencegahan IMS pada WPS. Diharapkan untuk menerapkan dan mendukung konstruk HBM untuk meningkatkan perilaku pencegahan IMS. Kata Kunci: HBM, Persepsi kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, efikasi diri, dan stimulus tindakan (cues to action), Perilaku pencegahan IMS, Wanita Pekerja Seksual

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Retno Andriani
    Date Deposited: 31 Mar 2017 14:59
    Last Modified: 31 Mar 2017 14:59
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32965

    Actions (login required)

    View Item