Hubungan Kadar Serum Gamma-GlutamylTransferase Dengan Derajat Keparahan Pada Pasien Stroke Iskemik Fase Akut Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta

IMELDA, DINA (2017) Hubungan Kadar Serum Gamma-GlutamylTransferase Dengan Derajat Keparahan Pada Pasien Stroke Iskemik Fase Akut Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (15Kb)

    Abstract

    Stroke merupakan penyebab kematian nomor dua di Indonesia. Prevalensi stroke non hemoragik di Jawa Tengah pada tahun 2012 sebesar 0,07 lebih rendah dibanding tahun 2011 (0,09%). Prevalensi tertinggi adalah kota Salatiga sebesar 1,16%. Banyak pasien stroke yang tidak dapat atau terganggu dalam pekerjaan sehari-hari dan sebanyak 20% dari pasien stroke yang selamat sangat tergantung pada orang lain. Pasien yang mengalami stroke iskemik fase akut terjadi proses inflamasi juga dikarenakan adanya stress oksidatif. Selama ini banyak biomarker stress oksidatif telah dipelajari, antara lain pengukuran lipid, DNA, dan protein oksidasi. Peningkatan reaksi oksidatif juga meningkatkan kadar serum gammaglutamyltransferase (GGT) yang diduga sebagai penanda awal reaksi oksidatif. Penelitian terbaru menyatakan adanya hubungan positif antara peningkatan kadar serum GGT dan derajat keparahan yang buruk setelah peristiwa stroke iskemik. Peneliti ingin mengetahui hubungan GGT dengan derajat keparahan pasien stroke iskemik fase akut sehingga memberikan petunjuk sebagai prediktor derajat keparahan. Desain penelitian dengan cross sectional, menggunakan teknik purposive sampling. Subyek penelitian adalah pasien stroke iskemik fase akut rawat inap bagian saraf di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Jumlah subyek penelitian menurut perhitungan minimal 51 orang. Derajat keparahan stroke dinilai dengan National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS). Analisis statistik menggunakan analisis regresi linier dengan tingkat kepercayaan 95%, signifikan bila p < 0,05. Didapatkan hasil penelitian bahwa derajat keparahan stroke iskemik fase akut berhubungan signifikan dengan kadar serum GGT dimana nilai p = < 0,05. Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara GGT dengan derajat keparahan pada stroke iskemik fase akut di RSUD dr. Moewardi Surakarta. Kata kunci : Stroke iskemik fase akut, GGT, NIHSS

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Figur Hisnu Aslam
    Date Deposited: 30 Mar 2017 13:32
    Last Modified: 30 Mar 2017 13:32
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32860

    Actions (login required)

    View Item