pengembangan baterai lithium ion dengan menggunakan anoda campuran titanium dioksida (TiO2)-Grafit

Subakti, Diarta (2017) pengembangan baterai lithium ion dengan menggunakan anoda campuran titanium dioksida (TiO2)-Grafit. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (378Kb)

    Abstract

    INTISARI Diarta Subakti, Faldy Ilman Fariski 2016, “Laporan Tugas Akhir Pengembangan Baterai Lithium Ion dengan Menggunakan Anoda Campuran Titanium Dioksida (TiO2)-Grafit”. Program Studi Diploma III Teknik Kimia Fakultas Teknik. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penggunaan baterai sebagai sumber energi dari berbagai macam alat elektronik masih sangat dominan. Baterai yang umum kita jumpai saat ini adalah jenis baterai lithium. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk membuat dan memahami karakterisasi baterai lithium dengan anoda campuran titanium dioksida-grafit. Pembuatan baterai lithium ion dengan anoda campuran titanium dioksida-grafit tipe silinder dilakukan dengan metode doctor blade. Elektroda anoda dibuat dengan mencampur material anoda sebanyak 4,8 gram dengan asetilen carbon black sebanyak 1,2 gram lalu dihaluskan dengan ball mill selama 30 menit. Setelah dihaluskan bahan tersebut ditambah dengan 1,2 gram polivinilidene flouride yang sudah dilarutkan dalam NMP dengan perbandingan PVDF:NMP = 1:40. Campuran bahan-bahan tersebut dimasukkan dalam magnetic stirrer agar homogen. Hasilnya berupa slurry yang kemudian dilapiskan pada lembaran tembaga untuk membuat lapisan film anoda dengan ketebalan 150 µm. Film anoda kemudian di press dan dipotong dengan ukuran 40 cm x 5,5 cm. Film anoda selanjutnya digulung sebagai komponen anoda baterai lithium dengan katoda LiFePO4. Persentase titanium dioksida yang digunakan sebagai campuran pada anoda baterai yaitu 100%, 75%, 50%, 25%, 0%. Baterai yang berhasil dibuat kemudian dilakukan pengujian charge-discharge capacity. Pada percobaan ini pengujian charge-discharge menggunakan arus sebesar 50 mA dengan menggunakan alat eight channels battery analyzer untuk mengetahui kinerja baterai lithium. Anoda dengan grafit murni dipakai sebagai pembanding. Hasil pengujian charge-discharge yang kedua menunjukkan semakin tinggi kadar titanium dioksida diperoleh kapasitas baterai semakin besar. Produksi baterai lithium perhari sebanyak 50 buah dengan harga jual perbuah sebesar Rp. 40.000. harga jual tersebut menghasilkan keuntungan Rp. 17.889. per buah dengan pay out time sebesar 295 hari.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QD Chemistry
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Figur Hisnu Aslam
    Date Deposited: 30 Mar 2017 13:28
    Last Modified: 30 Mar 2017 13:28
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32857

    Actions (login required)

    View Item