PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensis) TERHADAP KADAR KREATININ SERUM TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI PARASETAMOL

Y, REINALDO BOBBY (2017) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensis) TERHADAP KADAR KREATININ SERUM TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI PARASETAMOL. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (324Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Pendahuluan: Penyakit ginjal terus mengalami peningkatan di Indonesia. Salah satu kasus penyakit ginjal dengan kasus terbanyak adalah Gagal Ginjal Akut (GGA) yang disebabkan oleh penggunaan obat yang melebihi dosis yang ditentukan.Salah satu jenis obat yang sering digunakan melebihi dosis yang ditentukan adalah parasetamol. Penggunaan parasetamol dosis berlebih dapat mengakibatkan kerusakan pada ginjal melalui mekanisme Reactive Oxygen Species (ROS) yang akan mengakibatkan gangguan klirens pada ginjal yang ditandai dengan kenaikan kadar kreatinin serum. Reactive Oxygen Species sebagai radikal bebas dapat dihambat oleh zat antioksidan pada kulit buah Naga Merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis)sebagai nefroprotektorterhadap kerusakan ginjal tikus putih (Rattus norvegicus)yang diinduksi Parasetamol dilihat dari kadar kreatinin serum.] Metode penelitian: Penelitian inimerupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan pretest and posttest design. Sampel berupa tikus putih jantan (Rattus norvegicus), galur Wistar berumur ±2bulan, beratbadan ±200g, sehat tanpa cacat fisik dan tanda stres. Sampel sebanyak 32 ekor dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing terdiri dari 16 ekor tikus. Teknik sampling berupa purposive sampling. Pemberian parasetamol diberikan secara oral dengan dosis 500mg/kgBB/haripada hari ke-1 hingga hari ke-3 pada Kelompok Perlakuan 1 (KP1) dan Kelompok Perlakuan 2 (KP2), kemudian diambil darah melalui plexus vena orbita untuk pengukuran kadar kreatinin awal menggunakan spektrofotometer pada hari ke-4. Ekstrak kulit buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) diberikan secara oral pada hari ke-4 hingga hari ke-13. KP 1 diberikan ekstrak dengan dosis36,5mg/200gBB/hari. KP 2 diberikanekstrak dengan dosis 73mg/200gBB/hari. Hari ke-14, darah tikus kembali diambil dan diukurkadarkreatinin serum akhir dengan menggunakan spektrofotometer. Analisis data yang digunakan adalah ujiPaired T-Test (α = 0,05) untuk distribusi data normal danuji Wilcoxon (α = 0,05) untuk distribusi data tidak normal. Hasil penelitian: Hasil pengukuran kadar kreatinin pada pretest dan posttest pada KP 1 adalah 0,230±0,038 mg/dL dan 0,249±0,052 mg/dL dengan distribusi data tidak normal. Hasil pengukuran kadar kreatinin pretest dan posttest pada KP 2 adalah 0,257±0,039 mg/dL dan 0,260±0,039 mg/dL dengan distribusi data normal. Hasil uji Wilcoxon pada KP 1 dan uji Paired T-Test pada KP 2 menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara kelompok pretest dan posttest pada masing-masing kelompok perlakuan (p > 0,05). Simpulan penelitian: Pemberian ekstrak kulit buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) tidak berpengaruh terhadap kadar kreatinin serum tikus putih yang diinduksi parasetamol. Kata kunci: Kulit buah Naga, Parasetamol, Kreatinin.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Kuni Nur Aini
    Date Deposited: 30 Mar 2017 13:25
    Last Modified: 30 Mar 2017 13:25
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32856

    Actions (login required)

    View Item