Hubungan Timbal (Pb) Dalam Darah dengan Tekanan Darah pada Pedagang Pasar Buku Belakang Sriwedari Surakart

RAHMAN, RIZKY (2017) Hubungan Timbal (Pb) Dalam Darah dengan Tekanan Darah pada Pedagang Pasar Buku Belakang Sriwedari Surakart. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (321Kb)

    Abstract

    Hubungan Kadar Timbal (Pb) dalam Darah dengan Tekanan Darah pada Pedagang Pasar Buku Belakang Sriwedari Surakarta The Correlation of Plumbum (Pb) in the Blood with the hypertension of the Book Traders in Pasar Buku Belakang Sriwedari Rizky Rahman1, Ipop Sjarifah2, Istar Yuliadi2 Medical Faculty, Sebelas Maret University ABSTRACT Rizky Rahman, R0212045, 2016. The Correlation of Plumbum (Pb) in the Blood with the Blood Pressure of the Book Traders in Pasar Buku Belakang Sriwedari, Surakarta, Diploma 4 Occupational Safety and Health, Medical Faculty, Sebelas Maret University. Background : Plumbum (Pb) is a byproduct of the combustion of motor vehicles derived from compounds that mixed into the fuel in order to boost the octane levels. Accumulation of plumbum that inhaled by humans can block blood vessels and causing hypertension . This research aims to determine the the relationship of Plumbum (Pb) in blood with hypertension in Pasar Buku Belakang Sriwedari, Surakarta. Method :This research was Analitical Observasional used Cross Sectional approach and used 36 women book traders as sample of the research.The sampling used was Simple Random Sampling.Data collection done by measuring the levels of Plumbum used Atomic Absorbtion Spectofotometri (AAS) and measuring hypertension using Spygmomanometer. This research’s analysis uses non-parametric Spearman to test the corellation between the levels of Pb in the blood and Blood Pressure. Result :The result of the statistic test on the levels of the relationship of Plumbum (Pb) in blood with Blood Pressure in Pasar Buku Belakang Sriwedari, Surakarta. shows the r value = 0,422 and the significant value is p = 0,01. Conclusion :There is a significant correlation between the Plumbum (Pb) in blood with Blood Pressure in Pasar Buku Belakang Sriwedari, Surakarta. Keywords : Lead, Plumbum, Pb, hypertension, and book traders. 1 Student of Occupational Health and Safety, Faculty of Medicine, Sebelas Maret University 2 Program Diploma 4 Occupational Health and Safety, Medical Faculty, Sebelas Maret University. PENDAHULUAN Udara merupakan sumber daya yang penting bagi kehidupan, sekitar 99% udara yang manusia hirup setiap kalinya mengandung gas nitrogen dan oksigen, sedangkan sisanya merupakan gas - gas lain dalam jumlah yang sangat sedikit 1). World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa 70% penduduk kota di dunia pernah menghirup udara kotor akibat emisi kendaraan bermotor, sedangkan 10% sisanya menghirup udara yang bersifat marjinal. Kontribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%. Adapun Kontribusi gas buang dari cerobong asap industri hanya berkisar 10-15 %. Sisanya berasal dari sumber pembakaran lain misalnya dari rumah tangga, pembakaran sampah, kebakaran hutan dan lain-lain.2) Di lingkup kota Surakarta sendiri, kepadatan arus lalu lintas di kota Surakarta ini mendapatkan peringkat “D”, yang berarti arus lalu lintas mendekati arus tidak stabil, dengan kecepatan rendah. Polusi udara di kota Surakarta juga diperparah dengan posisi kota Surakarta yang menempati posisi ke 13 dalam presentase kelulusan uji emisi dalam kategori kota sedang dan kecil. Hal ini juga terbukti dengan penurunan kualitas udara yang sebelumnya bernilai 8,42 dalam skala 0-10 pada tahun 2011, kemudian menurun drastis menjadi hanya 6,16 dalam skala 0-10 pada tahun 2012 3) Berdasarkan penelitian sebelumnya yang telah di lakukan oleh Riyadina dkk (2002), dengan judul “Hubungan antara Kadar Timbal (Pb) dalam Darah dengan Hipertensi pada Operator Pompa Bensin (SPBU) di Surakarta” memperoleh hasil bahwa penderita hipertensi lebih banyak pada kadar Timbal (Pb) dalam darah dengan kadar tinggi dibandingkan dengan kadar Timbal dalam darah rendah dengan nilai p < 0,01. Berdasarkan survey awal didapapati 6 dari 10 orang pedagang mengeluhkan sering mengalami pusing, pandangan kabur, dan gangguan tidur. Setelah dilakukan pengukuran awal, didapatkan hasil rata-rata tekanan darah dari 10 orang pekerja yang di ukur mendapatkan hasil 138 mmHg untuk tekanan darah sistole dan 95 mmHg untuk diastole, yang mana termasuk dalam hipertensi golongan derajat ringan. Berdasarkan dari latar belakang diatas maka penulis tertarik melakukan penelitian mengenai “Hubungan Pb dalam Darah dengan Tekanan Darah pada Pedagang Pasar Buku Belakang Sriwedari, Kota Surakarta” METODE Lokasi penelitian ini di lokasi Area Pasar Buku Belakang Sriwedari di Jalan Kebangkitan Nasional, Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan populasi sebesar 70 pedagang yang bekerja selama 8 jam perhari kemudian ditentukan kriteria dan populasi yang memenuhi kriteria simple random sampling sebesar 36 orang tenaga kerja. Populasi dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan kriteria sebagai berikut : 1. Wanita 2. Masa Kerja > bulan 3. Tidak memiliki riwayat penyakit ginjal dan hipertensi. 4. Pedagang yang sedang dalam kondisi kesehatan yang baik dan pedagang yang sehat, tidak mempunyai riwayat penyakit. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kadar timbal dalam darah. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hipertensi. Kadar timbal dalam darah adalah banyaknya kadar timbal yang masuk ke dalam tubuh pedagang melalui proses inhalasi sehingga sampai ke dalam pembuluh darah dan bercampur dengan darah. Di ukur dengan di tembakkan sinar Atomic Absorbtion Spectofotometri (AAS) sebesar 217,0 µm. Tekanan Darah adalah Kekuatan yang memungkinkan darah mengalir dalam pembuluh darah untuk beredar dalam seluruh tubuh. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tekanan darah tenaga kerja menggunakan Sphygmomamometer Air Raksa. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Bivariat. Analisis bivariat dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi 4). Analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson Analisis Bivariat untuk uji hubungan Kadar Timbal dalam Darah dengan Hipertertensi. HASIL Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil data dapat diketahui sebagai berikut: 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Tabel 1. Tendensi Karakteristik Responden Karakeristik Responden Frekuensi (orang) Persentase (%) Usia (tahun) a. 16 - 20 b. 21 – 45 c. 46 - 60 d. > 60 Indeks Masa Tubuh (kg/m3) a. Kurus (< 18.5) b. Normal ( 18.5 – 25.0) c. Kegemukan (25.1 – 27.0) d. Obesitas (> 27.0) 1 1 25 9 1 14 6 15 2.8 2.8 70 28.0 2.8 39.2 16.8 42 Kadar Pb dalam Darah (µg/dL) a. Di bawah NAB (≤ 20) b. Di atas NAB (≥ 20) 12 24 33.6 67.4 Hipertensi a. Kategori Hipertensi b. Kategori Normal/ Hipotensi 22 16 55.6 44.4 2. Tendensi Karakteristik Responden dan Variabel Penelitan Tabel 2. Tendensi Karakteristik Responden dan Variabel Penelitian Uraian Min Max Mean Std. Dev Karakterisitik Responden a. Usia (tahun) 18 60 38.77 1.163 b. Indeks Masa Tubuh (kg/m3) 17.10 37.5 26.21 4.855 Variabel Penelitian a. Kadar Timbal (Pb) dalam Darah. (µg/dL) 0 40.29 22.48 1.016 b. Tekanan Darah Sistole (mm/Hg) 100 178 124.5 1.719 c. Tekanan Darah Diastole (mm/Hg) 44 109 80.3 1.110 Berdasarkan tabel . di atas, dari 36 responden memiliki rata-rata usia 31 tahun dengan usia termuda 18 tahun dan usia paling tua pada usia 60 tahun hal ini sesuai dengan range golongan usia produktif. Indeks Masa Tubuh (IMT) pada responden terendah berada pada angka 17.1, dan 37.5 pada angka tertinggi, dengan rata-rata IMT responden adalah 26.21, yang berarti rata- rata responden memiliki Indeks Masa Tubuh yang Normal/ Ideal. Kadar timbal dalam darah responden berada pada rentang 0 – 40.29 µg/dL, dengan rata – rata adalah 22.48 µg/dL. Tekanan darah sistole responden terendah sebesar 100 mm/Hg dan tertinggi 178 mm/Hg dengan rata – rata 124.5 mm/Hg. Untuk tekanan darah diastole dari keseluruhan responden berada pada rentang 44 – 109 mm/Hg dan memiliki rata – rata 80.3 mm/Hg. 3. Hasil Uji Normalitas data Karakteristik Responden dan Variabel Penelitian Tabel 3.Hasil Uji Normalitas data Karakteristik Responden dan Variabel Penelitian Variabel p-value Karakteristik Responden a. Usia (tahun) 0.087 b. Indeks Masa Tubuh (kg/m3) 0.528 Variabel Penelitian a. Kadar Timbal (Pb) dalam Darah. (µg/dL) 0.166 b. Tekanan Darah Sistole (mm/Hg) 0.087 c. Tekanan Darah Diastole(mm/Hg) 0.052 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa uji normalitas data menggunakan uji Shapiro-wilk karena jumlah sampel < 50 orang, diketahui bahwa keseluruhan dara (usia, indeks masa tubuh, kadar timbal dalam darah, tekanan darah sistole, dan tekanan darah diastole) terdistribusi normal dengan nilai probabilitas lebih dari 0,05 (p > 0.05). 4. Analisis Bivariat Tabel 4. Hasil Uji Hubungan Karakteristik Responden dan Variabel Penelitian dengan Tekanan Darah Sistole dan Tekanan Darah Diastole. Uraian Signifikan (p) Koefisien Korelasi (r) Sistole Diastole Sistole Diastole Karakteristik Responden a. Usia (tahun) 0.609 0.89 0.088 0.024 b. Indeks Masa Tubuh (kg/m3) 0.356 0.168 0.159 0.235 Variabel Penelitian a. Kadar Timbal (Pb) dalam Darah (µg/dL) 0.01 0.042 0.422 0.340 Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson dari tabel 4 di atas dapat diketahui bahwa hubungan usia dan tekanan darah sistole memiliki nilai probability (p-value) sebesar 0.609 yang berarti tidak memiliki hubungan signifikan dengan nilai kekuatan hubungan atau (r) sebesar 0.088 yang menunjukkan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi sangat lemah. Hubungan usia dan tekanan darah diastole memiliki nilai p sebesar 0.89 yang berarti tidak memiliki hubungan signifikan dengan nilai kekuatan hubungan (r) sebesar 0.024 yang berarti kekuatan korelasi sangat lemah. Hubungan IMT dan tekanan darah sistole memiliki nilai probability (p-value) sebesar 0.356 yang berarti tidak memiliki hubungan signifikan dan memiliki kekuatan hubungan atau (r) sebesar 0.253 yang menunjukkan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi sangat lemah. Hubungan IMT dan tekanan darah diastole memiliki nilai probability (p-value) sebesar 0.89 yang berarti tidak memiliki hubungan signifikan dan memiliki kekuatan hubungan atau (r) sebesar 0.253 yang menunjukkan bahwa arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi sangat lemah. Hasil uji Hubungan antara kadar timbal dalam darah dan tekanan darah sistole dapat diketahui bahwa nilai probabilitas sebesar 0.01 yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara kadar timbal dalam darah dan tekanan darah sistole, dan memiliki arah korelasi (r) positif sebesar 0.422 dengan kekuatan korelasi sedang. Uji hubungan antara kadar timbal dalam darah dan tekanan darah diastole dapat diketahui bahwa nilai probabilitas sebesar 0.042 yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara kadar timbal dalam darah dan tekanan darah diastole, dan memiliki arah korelasi positif dengan kekuatan korelasi sedang sebesar 0.34. PEMBAHASAN Pedagang Pasar Buku Belakang Sriwedari Surakarta yang masuk dalam kriteria penelitian adalah sejumlah 36 orang. Dalam penelitian ini responden keseluruhannya adalah wanita, memiliki rentang usia 18 - 65 tahun dan rata-rata usia responden 39,05 tahun. Dengan indeks masa Tubuh (IMT) pada responden mendapatkan hasil rata-rata normal/ ideal pada angka 26,75, dan dengan rentang IMT 17 – 37. Hasil Uji statistik menunjukan bahwa kadar timbal dalam darah pada responden pedagang pasar buku belakang Sriwedari memiliki rentang 0 – 40.29 µg/dL dengan rata-rata 18.50 µg/dL yang termasuk di atas Nilai Ambang Batas (NAB) normal karena berada di (<10 µg/dL). Tekanan darah sistole pada responden berkisar pada rentang 100 – 160 mm/Hg dengan angka rata- rata sebesar 125,7 mm/Hg. Tekanan darah diastole pada responden berkisar pada rentang 44 – 101 mm/Hg dengan angka rata – rata sebesar 80,25 mm/Hg. Hasil Uji statistik menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara IMT dengan tekanan darah sistole dan diastole pada responen. Hal ini sejalan dengan teori dari studi Farmingham (AS) yang diacu dalam Khomsan (2004) menunjukkan bahwa kenaikan berat badan sebesar 10% pada pria akan meningkatkan tekanan darah 6.6 mmHg. (Krummel 2004). Hasil analisis diperoleh bahwa kadar timbal dalam darah pada pedagang pasar buku belakang Sriwedari memiliki nilai rata – rata melebihi Nilai Ambang Batas (NAB), dari 36 responden terdapat 22.1% responden yang kadar timbal dalam darah di atas NAB, dan 77.8% responden memiliki kadar timbal dalam darah di atas NAB. Tekanan darah pada responden dapat di ketahui rata - rata 80.25 mm/Hg pada Diastole, dan 125.7 mm/Hg pada tekanan Sistole. Dalam penelitian ini, dari pengolahan data yang telah dilakukan oleh peneliti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadat timbal dalam darah dengan hipertensi pada pedagang pasar Buku Belakang Sriwedari Surakarta. Hal ini dapat di lihat dari nilai p = 0.01 pada hubungan Pb dengan tekanan darah sistole, dan nilai p = 0.42 pada hubungan Pb dengan tekanan darah diastole. Dan hal ini sejalan dengan penelitian dari Ambarwanto, Sigit Tri dkk (2015) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kadar Pb dalam darah dengan kejadian hipertensi dengan p value= 0.042. Hasil Uji Statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan tekanan darah sistole dan diastole. Hal ini sejalan dengan teori Waluyo (2004) yang menyatakan hipertensi primer biasanya terjadi pada rentang usia 30-50 tahun. Semakin bertambah usia, kemungkinan terjadinya hipertensi semakin besar. Pada golongan umur di bawah 40 tahun angka prevalensi hipertensi umumnya masih dibawah 10%, tetapi usia diatas 50 tahun prevalensinya mencapai 20% atau lebih, sehingga merupakan masalah yang serius pada golongan usia lanjut serta tidak sejalan hasil penelitian yang memperoleh hasil adanya hubungan antara usia dengan tekanan darah. Dalam pelaksanaan penelitian ini, ada beberapa keterbatasan penelitian yang berupa : 1. Beberapa pedagang Pasar Buku Belakang Sriwedari menolak menjadi responden dengan alasan takut untuk di ambil darah. 2. Sedikitnya jumlah volume darah sehingga dikhawatirkan nilai kadar timbal tidak representatif terhadap hasil. Ardyanto (2005) untuk mengetahui kadar timbal normal dalam darah dibutuhkan sampel darah sebanyak 5 mL, sedangkan penelitian ini menggunakan acuan penelitian sebelumnya yaitu 2 mL darah sehingga kadar timbal yang terbaca juga sangat kecil. 3. Jeda waktu yang terlalu lama antara saat pengambilan darah dan uji AAS untuk mengetahui kadar timbal dalam darah), di khawatirkan hal ini dapat merubah nilai kandungan Timbal (Pb) dalam darah. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terdapat beberapa hal yang dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Kadar timbal dalam darah responden melebihi nilai ambang batas yang aman. 2. Sebagian besar responden memiliki tingkat tekanan darah tinggi. 3. Ada hubungan yang signifikan antara kadar timbal dalam darah dengan tekanan darah. SARAN 1. Pedagang menggunakan masker ketika sedang berada di kios pasar bagian luar, agar mengurangi paparan emisi gas kendaraan bermotor yang terhirup pedagang. 2. Bagi pedagang untuk senantiasa menerapkan pola hidup sehat yaitu meningkatkan gizi dengan makan makanan bergizi seimbang, mengkonsumsi air putih yang cukup agar racun yang diadsorpsi dalam tubuh dapat ternetralisir, dan istirahat yang cukup. 3. Bagi pemerintah diharapkan dapat mendukung masyarakat dalam menggunakan bahan bakar mesin yang ramah lingkungan tanpa kandungan timbal. 4. Bagi Dinas Kesehatan Kota Surakarta dapat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin agar dapat mendeteksi secara dini efek dari timbal atau paparan lain yang diterima pedagang. 5. Bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk dapat menyarankan ke dinas terkait mengenai penanaman Pohon di sekitar area Pasar Buku Belakang Sriwedari Surakarta sebagai penyerap logam timbal di udara yang diemisikan oleh gas buang kendaraan bermotor. 6. Bagi Peneliti selanjutnya dapat memperkecil jarak waktu antara pengambilan darah dengan uji laboraturium untuk menjaga kualitas specimen darah.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran > D4 - Keselamatan Kerja
    Depositing User: Cantya Dyana Larasati
    Date Deposited: 30 Mar 2017 00:11
    Last Modified: 30 Mar 2017 00:11
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32806

    Actions (login required)

    View Item