GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI MENCIT (Mus Musculus) SETELAH PEMBERIAN ZAT PERWARNA ERITROSIN

KRISWIRANTO, WAHYU (2017) GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI MENCIT (Mus Musculus) SETELAH PEMBERIAN ZAT PERWARNA ERITROSIN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (7Kb)

    Abstract

    Eritrosin adalah zat warna sintetik yang banyak digunakan pada industri percetakan untuk jenis tinta merah dan industri makanan, mulai dari makanan olahan daging hingga makanan olahan buah. Efek toksik penggunaan eritrosin dapat menyebabkan kerusakan sel hati yang rentan terhadap pengaruh zat kimia. Tujuan penelitian ini, ditujukan untuk mengetahui pengaruh pemberian zat pewarna eritrosin secara oral terhadap struktur histologis hati mencit (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan 28 mencit jantan galur balb/c dan dibagi secara acak ke dalam 4 kelompok dengan 7 tikus tiap kelompoknya. Tiap kelompok diberi dosis eritrosin yang berbeda, perlakuan kontrol diberi 0,2 ml/ 20gBB akuades, perlakuan I diberi eritrosin 0,65 mg/20gBB, perlakuan II diberi eritrosin 1,3 mg/20gbBB dan perlakuan III diberi eritrosin 1,95 mg/20gBB. Perlakuan ini diberikan pada hari ke-8 sampai dengan hari ke-29. Pengambilan organ hati dilakukan pada hari ke-30 untuk pembuatan preparat section menggunakan metode parafin dengan pewarna hematoxylin eosin. Struktur histologis hati diamati dan dinilai berdasarkan kerusakan histologis yang berupa inti pikonisis, karyoreksis, dan karyolisis. Data dianalisis dengan membandingkan antara jumlah rata-rata sel normal dengan jumlah rata-rata sel yang mengalami kerusakan. Kerusakan dikuantitatifkan berdasarkan metode Mitchel, dan Uji Kruskall-Wallis dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan di antara kelompok perlakuan. Jika terdapat perbedaan yang signifikan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk mengetahui letak perbedaan di antara kelompok yang ada. Hasil Pemeriksaan gambaran histopatologi hati mencit Balb/c menunjukkan nilai total rata-rata kerusakan inti hepatosit(piknosis, karyoreksis, karyolisis) pada masing-masing kelompok perlakuan yaitu P1= 6.2, P2=5.8, dan P3= 19.2 Hal ini menunjukan eritrosin yang diberikan secara peroral selama 21 hari hingga dosis tertinggi sebesar 19,5 mg/200gBB menunjukkan kerusakan gambaran histopatologi hepar mencit Balb/c yang semakin banyak dan signifikan sesuai dengan peningkatan dosis pemberian eritrosin. Kata kunci: eritrosin, hati, histologis, mencit.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QR Microbiology
    Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
    Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 29 Mar 2017 13:55
    Last Modified: 29 Mar 2017 13:55
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32748

    Actions (login required)

    View Item