Penapisan Fitokimia Tanaman Herbal Indonesia sebagai Antagonis Reseptor Angiotensin 1 untuk Terapi Hipertensi

NINGTYAS, FEBRI DWI (2017) Penapisan Fitokimia Tanaman Herbal Indonesia sebagai Antagonis Reseptor Angiotensin 1 untuk Terapi Hipertensi. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (313Kb)

    Abstract

    Febri Dwi Ningtyas, G0013094, 2017. Penapisan Fitokimia Tanaman Herbal Indonesia sebagai Antagonis Reseptor Angiotensin 1 melalui Molecular Docking untuk Terapi Hipertensi. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Pendahuluan: Hipertensi bersifat silent killer dan dapat menyebabkan komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal yang berakibat kematian. Olmesartan merupakan obat golongan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) dan menghambat jalur utama penyebab hipertensi yaitu Renin Angiotensin Aldosterone System (RAAS) tetapi masih memiliki bioavailabilitas yang rendah, durasi aksi obat singkat, dan aktivitas agonis parsial terhadap reseptor angiotensin 1 (AT1) serta menyebabkan beberapa intoksikasi. Molecular docking merupakan langkah awal penemuan obat baru yang dapat menghemat waktu dan biaya dengan mengidentifikasi afinitas ikatan antara struktur 3D senyawa fitokimia tamanan herbal (protein) dan reseptor target (ligan). Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan penapisan fitokimia tanaman herbal Indonesia sebagai antagonis AT1 melalui molecular docking untuk terapi hipertensi. Metode penelitian: Penelitian ini adalah penelitian bioinformatika. Sampel penelitian adalah seluruh senyawa fitokimia di HerbalDB yang memiliki kode akses PubChem dan memenuhi kriteria Lipinski’s rule of five. Senyawa standar yang digunakan adalah olmesartan yang diperoleh dari PubChem (ZINC12466569). Validasi reseptor-ligan standar dilakukan antara reseptor AT1 (4ZUD) dengan olmesartan. Molecular docking antara senyawa fitokimia dilakukan dengan Autodock Vina 1.1.2 sebanyak tiga kali untuk mendapatkan rata-rata afinitas ikatannya. Visualisasi hasil docking dilakukan dengan Pymol 1.7 dan Chimera 1.10. Analisis data dilakukan dengan melihat skor docking berupa afinitas ikatan terhadap binding site reseptor AT1 (Tyr35, Trp84, dan Arg167), konformasi, dan kriteria Lipinski’s rule of five yang dibandingkan olmesartan. Hasil penelitian: Olmesartan berikatan dengan reseptor AT1 pada residu Tyr35, Trp84, dan Arg167. Rata-rata afinitas ikatan reseptor AT1-olmesartan adalah -9,9 kkal/mol. Terdapat 6 fitokimia dari 517 sampel yaitu Pulmatin, Boeravinone F, Withanolide D, Chitranone, Palmarumycin, dan Thwaitesixanthone yang memiliki afinitas ikatan lebih rendah dari olmesartan dan berpotensi menghambat reseptor AT1. Pulmatin memiliki karakteristik drug like property yang paling baik di antara enam fitokimia tersebut. Simpulan penelitian: Pulmatin, Boeravinone F, Withanolide D, Chitranone, Palmarumycin, dan Thwaitesixanthone memiliki potensi sebagai penghambat reseptor AT1 secara biokomputasi. Kata kunci: hipertensi, reseptor AT1, olmesartan, fitokimia, molecular docking

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > D3 - Hiperkes dan Keselamatan Kerja
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 27 Mar 2017 12:07
    Last Modified: 27 Mar 2017 12:07
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32614

    Actions (login required)

    View Item