Perbedaan Kerusakan Pembuluh Darah Koroner pada Pasien Penyakit Jantung Koroner dengan dan tanpa Diabetes Mellitus di RSUD Dr. Moewardi

A, ADHELIA GALUH (2017) Perbedaan Kerusakan Pembuluh Darah Koroner pada Pasien Penyakit Jantung Koroner dengan dan tanpa Diabetes Mellitus di RSUD Dr. Moewardi. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (93Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Adhelia Galuh PA, G0013004, 2016. Perbedaan Kerusakan Pembuluh Darah Koroner pada Pasien Penyakit Jantung Koroner dengan dan tanpa Diabetes Mellitus di RSUD Dr. Moewardi, Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab kematian utama khususnya di negara berkembang. Hipertensi, diabetes mellitus, merokok dan dislipidemia ditetapkan sebagai faktor risiko utama selain usia, jenis kelamin, keturunan, dan aktivitas fisik. Diabetes mellitus berkaitan kuat pada peningkatan morbiditas dan mortalitas PJK. Angiografi merupakan gold standard dalam mendiagnosis dan mengevaluasi PJK. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa dan membandingkan perbedaan kerusakan pembuluh darah koroner pada pasien penyakit jantung koroner dengan dan tanpa diabetes mellitus serta mengkorelasikan dengan beberapa faktor risiko lain yaitu hipertensi, dislipidemia serta merokok. Metode Penelitian: Penelitian observasional analitik pendekatan case control dengan cara mengumpulkan data dari bagian rekam medik di RSUD Dr. Moewardi. Sampel terdiri dari 129 pasien yang telah dilakukan pemeriksaan kateterisasi jantung pada bulan januari-november 2016 dengan teknik consecutive sampling, dimana pencatatan terdiri dari riwayat diabetes mellitus, hipertensi, dislipidemia, merokok serta hasil pemeriksaan kateterisasi jantung yang diklasifikasikan berdasarkan jumlah pembuluh darah yang mengalami stenosis yaitu single vessel disease (SVD), double vessel disease (DVD) dan triple vessel disease (TVD). Hasil Penelitian: Hasil uji analisa didapatkan perbedaan kerusakan pembuluh darah koroner yang bermakna pada pasien PJK dengan diabetes mellitus atau dislipidemia. Diabetes mellitus pada pasien PJK akan meningkatkan risiko TVD sebesar 4 kali (OR=4,327; CI=0,67-2,26; p =0,001). Dislipidemia pada pasien PJK akan meningkatkan risiko TVD sebesar 2 kali (OR=2,5; CI=0,16-1,66; p=0,007). Pada hipertensi dan juga merokok tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada kerusakan pembuluh darah koroner dengan nilai p>0,05 (hipertensi; OR=0,104; CI=0,12-1,33; p=0,303), merokok (OR=1,564; CI=0,31- 1,2; p=0,275). Simpulan: Terdapat perbedaan kerusakan pembuluh darah koroner yang bermakna pada pasien PJK dengan diabetes mellitus atau dislipidemia. Diabetes mellitus akan meningkatkan risiko TVD sebesar 4 kali dibandingkan tanpa diabetes mellitus. Dislipidemia akan meningkatkan risiko TVD sebesar 2 kali dibandingkan tanpa dislipidemia. Tidak ada perbedaan kerusakan pembuluh darah koroner yang bermakna pasien PJK dengan hipertensi atau merokok. Kata Kunci: Penyakit Jantung Koroner, Diabetes Mellitus, Kerusakan Pembuluh Darah, Hipertensi, Dislipidemia, Merokok

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 27 Mar 2017 11:39
    Last Modified: 27 Mar 2017 11:39
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32593

    Actions (login required)

    View Item