PENGARUH PEMBERIAN AZITROMISIN TERHADAP PERSENTASE NEUTROFIL SPUTUM, KADAR IL-8 SERUM, %VEP1, DAN SKOR ACT PENDERITA LATE ONSET ASTHMA

Silviyana, dr, Wisuda Moniqa (2017) PENGARUH PEMBERIAN AZITROMISIN TERHADAP PERSENTASE NEUTROFIL SPUTUM, KADAR IL-8 SERUM, %VEP1, DAN SKOR ACT PENDERITA LATE ONSET ASTHMA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (238Kb)

    Abstract

    Latar belakang: Late onset asthma merupakan fenotip asma dengan ciri khas awitan pertama kali muncul usia dewasa. Penderita sering dijumpai kurang respons terhadap kortikosteroid atau membutuhkan dosis lebih tinggi. Inflamasi saluran napas cenderung melibatkan jalur non-Th2 dan profil sputum menunjukan tipe inflamasi neutrofilik. Azitromisin dosis rendah jangka panjang bermanfaat sebagai antiinflamasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian azitromisin terhadap penurunan inflamasi saluran napas dan perbaikan klinis penderita late onset asthma. Metode: Uji klinis eksperimental pretest dan posttest design dilakukan terhadap 34 penderita late onset asthma. Subyek kelompok perlakuan (n=17) mendapat terapi standar dan azitromisin 250mg/72 jam selama 6 minggu, kelompok kontrol hanya mendapat terapi standar (n=17). Penurunan inflamasi saluran napas diukur berdasarkan persentase neutrofil sputum dan kadar IL-8 serum, perbaikan klinis diukur berdasarkan %VEP1 dan skor ACT. Hasil: Azitromisin menurunkan inflamasi saluran napas penderita late onset asthma dibuktikan melalui penurunan kadar IL-8 kelompok perlakuan secara signifikan (p≤0,05). Penurunan rerata persentase neutrofil sputum ditemukan sebesar 8,05±35,68% pada kelompok perlakuan, tetapi hasil tidak berbeda signifikan (p>0,05). Azitromisin terbukti menyebabkan perbaikan klinis penderita late onset asthma secara signifikan, terjadi peningkatan rerata %VEP1 sebesar 9,97±17,99% setelah perlakuan dan peningkatan skor ACT 4,17±2,40 post perlakuan (p≤0,05). Kesimpulan: Pemberian azitromisin signifikan menurunkan inflamasi saluran napas berdasarkan penurunan kadar IL-8 serum, tetapi tidak signifikan menurunkan persentase neutrofil sputum. Azitromisin memperbaiki klinis penderita late onset asthma dibuktikan melalui peningkatan signifikan %VEP1 dan tingkat kontrol asma berdasarkan skor ACT.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RB Pathology
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: Tities Amrihtasari
    Date Deposited: 26 Mar 2017 19:27
    Last Modified: 26 Mar 2017 19:27
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32567

    Actions (login required)

    View Item