Kualitas Hidup dan Tingkat Kecemasan Pasien Kanker Nasofaring yang Mendapat Radioterapi dan Kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi

Putra, Dika Arista (2017) Kualitas Hidup dan Tingkat Kecemasan Pasien Kanker Nasofaring yang Mendapat Radioterapi dan Kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (764Kb)

    Abstract

    Latar Belakang: Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan kanker peringkat pertama di bidang THT-KL. Kanker dapat menyebabkan meningkatnya kecemasan dan penurunan kualitas hidup. Modalitas terapi utama KNF adalah radioterapi sedangkan kemoterapi sebagai terapi tambahan. Radioterapi dan kemoterapi sangat efektif dalam mengobati KNF, tetapi efek sampingnya berat sehingga sebagian pasien tidak melanjutkan terapi. Di RSUD Dr. Moewardi belum ada penelitian tentang tingkat kecemasan dan kualitas hidup pasien KNF yang mendapat radioterapi dan kemoterapi sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian epidemiologi dan analisis perbedaan tentang kualitas hidup dan tingkat kecemasan antara pasien kanker nasofaring yang mendapat radioterapi dan kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif-analitik dengan metode cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien KNF di RSUD Dr. Moewardi. Sampel berjumlah 107 responden diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan dengan membagi sampel menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol, kemoterapi, dan radioterapi kemudian diukur tingkat kecemasan dan kualitas hidupnya. Data dianalisis secara statistik dengan One-Way Annova dan p<0,05 dipilih sebagai tingkat minimal signifikansinya Hasil: Didapatkan pasien yang mengalami kecemasan sebesar 44,4% pada kelompok kontrol, 60,0% pada pasien kemoterapi, dan 41,4 % pada radioterapi. Pada penilaian kualitas hidup buruk didapatkan 11,1% pada kontrol, 42,5% pada kemoterapi, dan 55,2% pada radioterapi. Hasil uji one-way annova didapatkan hasil signifikan (p<0,05) pada tingkat kecemasan (TMAS) dengan nilai p=0,043 sedangkan pada kualitas hidup (WHOQOL-BREF) tidak didapatkan hasil yang signifikan (p>0,05) dengan nilai p=0,176 Simpulan: Prevalensi kecemasan tertinggi pada pasien KNF yang mendapat kemoterapi (60%) dan kualitas hidup buruk tertinggi pada pasien KNF yang mendapat radioterapi (55,2%). Terdapat perbedaan tingkat kecemasan yang signifikan antara kelompok pasien yang sedang menjalani terapi dengan tingkat kecemasan lebih tinggi pada kemoterapi daripada radioterapi tetapi tidak terdapat perbedaan kualitas hidup yang signifikan antara kelompok pasien yang sedang menjalani terapi. Kata Kunci: kanker nasofaring, tingkat kecemasan, kualitas hidup, kemoterapi, radioterapi

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Sofi Wildan
    Date Deposited: 25 Mar 2017 20:47
    Last Modified: 25 Mar 2017 20:47
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32432

    Actions (login required)

    View Item