Pengaruh Ekstrak Daun Kepel (Stelechocarpus burahol (Blume) Hook.f &. Thomson) Terhadap Kadar SGPT Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Parasetamol

Gunawan, Clarissa Adelia (2017) Pengaruh Ekstrak Daun Kepel (Stelechocarpus burahol (Blume) Hook.f &. Thomson) Terhadap Kadar SGPT Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Parasetamol. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (478Kb)

    Abstract

    Pendahuluan: Daun kepel merupakan tanaman yang mengandung antioksidan seperti flavonoid, tanin dan saponin. Antioksidan berperan penting dalam pengobatan berbagai macam penyakit seperti diabetes, atherosklerosis dan kerusakan hepar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kepel terhadap penurunan kadar SGPT tikus putih yang diinduksi parasetamol dosis toksik. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan posttest only control group design. Subjek dari penelitian ini adalah 28 tikus putih galur wistar jantan, berumur 2-3 bulan dengan berat ± 200 gram. Subjek dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok kontrol negatif (KK0) diberi CMC 0,5%. Kelompok kontrol positif (KK1) diberi parasetamol dosis toksik. Kelompok perlakuan I (KP1) dan II (KP2) diberi ekstrak daun kepel dengan dosis 40 mg/200gr BB dan 80 mg/200gr BB. Ekstrak daun kepel diberikan selama 13 hari berturut-turut, sedangkan parasetamol diberikan pada hari ke-11, 12 dan 13. Hari ke-14 dilakukan pengukuran kadar SGPT dengan cara pengambilan darah tikus putih melalui plexus vena orbita. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil rerata kadar SGPT pada kelompok kontrol negatif sebesar 51,74±5,01 U/I, kelompok kontrol positif sebesar 316,28±199,95 U/I, kelompok perlakuan I sebesar 121,62±63,99 U/I dan pada kelompok perlakuan II sebesar 84,54±15,95 U/I. Hasil uji Kruskall-Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan antar 4 kelompok dengan nilai p=0,000. Selanjutnya, uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara KK0-KK1 (p=0,002), KK0-KP1 (p=0,002), KK0-KP2 (p=0,002), KK1-KP1 (p=0,035), KK1-KP2 (p=0,004) sedangkan perbedaan yang tidak bermakna antar KP1-KP2 (p=0,338). Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun kepel secara statistik signifikan untuk mencegah kenaikan kadar SGPT tikus putih yang dipapar parasetamol. Tidak ada perbedaan pengaruh pemberian ekstrak daun kepel yang secara statistik signifikan antara dosis 40 mg/200gr BB dengan dosis 80 mg/200gr BB. Kata kunci: ekstrak daun kepel, SGPT, Rattus norvegicus, parasetamol

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Sofi Wildan
    Date Deposited: 25 Mar 2017 20:37
    Last Modified: 25 Mar 2017 20:37
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32430

    Actions (login required)

    View Item