PENGARUH VARIASI DAYA DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP YIELD DAN KARAKTERISTIK PEKTIN DARI LIMBAH ALBEDO SEMANGKA (Citrullus lanatus) MENGGUNAKAN PELARUT ASAM SITRAT DENGAN METODE MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (MAE)

Arifani, Rizka (2017) PENGARUH VARIASI DAYA DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP YIELD DAN KARAKTERISTIK PEKTIN DARI LIMBAH ALBEDO SEMANGKA (Citrullus lanatus) MENGGUNAKAN PELARUT ASAM SITRAT DENGAN METODE MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (MAE). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (655Kb)

    Abstract

    PENGARUH VARIASI DAYA DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP YIELD DAN KARAKTERISTIK PEKTIN DARI LIMBAH ALBEDO SEMANGKA (Citrullus lanatus) MENGGUNAKAN PELARUT ASAM SITRAT DENGAN METODE MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (MAE) ABSTRAK Semangka menjadi salah satu buah yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia sebagai buah segar. Namun konsumsi buah semangka menghasilkan limbah berupa kulit semangka. Pada kulit semangka mengandung beberapa komponen bermanfaat, salah satunya pektin. Pektin memiliki sifat membentuk gel atau mengentalkan cairan. Pektin umumnya diperoleh dengan cara ekstraksi asam. Penggunaan asam sitrat dalam ekstraksi pektin lebih aman untuk aplikasi dalam bidang pangan. Metode ekstraksi dengan pemanfaatan energi gelombang mikro pada Microwave Assisted Extraction (MAE) diketahui memberikan hasil ekstraksi pektin yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya dan waktu ekstraksi terhadap karakteristik pektin limbah albedo semangka menggunakan pelarut asam sitrat dengan metode Microwave Assisted Extraction (MAE). Variasi daya microwave yang digunakan yaitu 225 W; 315 W; dan 450 W, dengan waktu ekstraksi selama 1; 2; dan 3 menit. Proses ektraksi meliputi pembuatan tepung albedo semangka, ekstraksi metode MAE, pengendapan, pencucian, dan pengeringan hingga diperoleh tepung pektin. Data yang dihasilkan selanjutnya dianalisis secara statistik dengan metode two way Analysis of Variance (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh perbedaan perlakuan pada tingkat signifikansi 5%, dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi daya dan waktu ekstraksi berpengaruh nyata terhadap yield, berat ekivalen, kadar metoksil, kadar galakturonat, dan derajat esterifikasi. Yield pektin yang dihasilkan sebesar 2,185%–5,337%. Berat ekivalen pektin berkisar 441,090–1432 mg. Pektin albedo semangka tergolong pektin bermetoksil rendah (<7,12%) karena memiliki kadar metoksil sebesar 4,186%–6,919%. Kadar galakturonat pektin yang diperoleh sebesar 39,834%–79,214%. Pektin memiliki derajat esterifikasi yang berkisar antara 49,571%–68,744% yang tergolong pektin ester tinggi. Kata kunci: albedo semangka, ekstraksi, Microwave Assisted Extraction (MAE), pektin

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Ilmu dan Teknologi Pangan
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 25 Mar 2017 11:11
    Last Modified: 25 Mar 2017 11:11
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/32394

    Actions (login required)

    View Item